
"Alan apa kau baik - baik saja". Sudah sejak tadi seorang Pria tampan terus memperhatikan rekan bisnis yang telah merangkak naik menjadi seorang sahabatnya itu, ia terlihat tak biasa, dan tentu saja ini kali pertama Adam melihat Ashlan seperti itu.
Ashlan yang seorang pembisnis dari negara T itu, terkenal sebagai orang yang perfeksionis yang selalu tampil dengan sempurna apalagi ini adalah pertemuan bisnis mereka.
"hm..!". Ashlan menoleh ke asal suara dan tentu Pria itu menyudahi lamunan nya, ia mendadak tak pokus dan terus memikirkan Wanita yang telah menjadi Istrinya itu.
"Apa makanan tak sesuai dengan seleramu". Tanya Adam lagi, makanan yang sudah tersaji di atas piring pun masih tersisa banyak, sedangkan miliknya sudah tandas menyisakan garpu dan sendok yang sudah terkelengkup. "Atau kita lanjutkan pembincaraan ini besok".
"Tenang saja Aku baik, sebaik nya kita cepat selesai kan masalah ini". Aslan memilih menyudahi makan malam nya, mungkin karna suasan hati yang tak lagi baik, makan dengan tampilan mewah pun terasa sangat hambar.
"Jadi apa maksudmu tadi, semua kejadian
ini...!, semua salahmu". Seraya mengusap bibir dengan tisu, Ashlan kembali melanjutkan obrolan yang sempat tertunda tadi, tentu ia harus membahas ini, meskipun Wanita yang bernama Annatasya irawan masih menguasai pikiran nya saat ini.
Adam hanya bisa menghela nafasnya, tentu ia masih di buat penasaran apa yang terjadi dengan Sahabat nya itu. "Baik lah, sebaiknya kita pindah kesebelah sana saja". Tunjuknya pada sebuah sofa, karna perlu tempat nyaman untuk bercerita dan apa yang akan ia sampai kan ini bukan hanya tentang bisnis saja, kemungkinan Pria itu akan mencurahkan kegundahan hatinya.
__ADS_1
"Sekali lagi Aku minta maaf Alan, Aku mengganggu waktumu".Adam masih merasa bersalah, meskipun ia tak hadir di ecara pernikahan sahabatnya, tetap saja saat ini harusnya mereka tengah berbulan madu, dan harus terganggu dengan proyek yang mengalami musibah.
"Dan semua kejadian yang menimpa proyek kita, adalah salahku, Alan". Pria itu menunduk, menandakan bahwa ia sangat frustasi dengan apa yang telah terjadi, meja yang di penuhi minuman beralkohol pun menjadi sasaran nya
"Apa yang kau katakan...!. Kita adalah rekan bisnis, untung dan rugi kita nikmati bersama". Ashlan mengulas senyum, meskipun kerugian di alami cukuplah besar. "Selama tak ada korban jiwa yang meninggal itu patut kita syukuri, jadi dari mana nya ini bisa jadi salahmu, kita tak tahu kan akan datang nya musibah".
"Ya Aku sangat bersyukur, kejadian ini tak sampai menelan korban jiwa, tapi tetap saja ini terjadi karna kelalaian ku Alan". Adam pun menghela nafasnya dengan perlahan, rasa bersalah pun masih menyelimutinya. "Ini sudah di rencanakan, bukan hanya sekedar musibah saja"
"Sekarang jelaskan..!". Wajahnya sudah sangat serius dan semakin di buat penasaran saja, dengan apa yang terjadi dengan proyek yang baru tahap pembangunan itu.
"Wanita....!?". Dahi Ashlan sampai di buat berkerut karna mendengar pernyataan sahabatnya ini, dan apa hubungn nya dengan proyek yang mereka jalani, seingat nya ia tak memiliki musuh, apa lagi Wanita. tapi melihat Adam yang sangat prustasi, Ashlan yakin ini masalah yang sangat serius.
"Akan ku jelasakan...". Melihat Ashlan yang tak paham dengan keadaan yang sebenarnya, Adam pun mulai menceritakan tentang kehidupan pribadinya, yang berimbas pada proyek yang terjalin kerjasama dengan Ashlan.
Adam menjalin hubungan dengan Wanita yang cukup berpengaruh di salah satu organisasi, dan Pria itu juga telah menorehkan luka di hati wanita itu, hingga kejadian naas pun akhirnya terjadi.
__ADS_1
Sebuah Resort bertingkat mendadak ambruk dan menimpa para pekerjanya, padahal kontruksi itu di bangun dengan bahan - bahan berkualitas premiun, jadi kemungkinan kecil untuk mengalami kerusakan dini, apalagi masih tahap pembangunan.
Dan Adam semakin di buat terkejut dengan apa yang ia temukan, sebab akibat ambruknya Proyek yang menelan biaya yang sangat pantastis itu. Ini memang di sengaja dan mereka membalas sakit hati nona mudanya, yang telah Adam sakiti, dengan cara seperti itu.
"Apa kau yakin mereka pelakunya". Ashlan yang baru saja mendengar keseluruhan cerita langsung di buat bingung, tentu ini tak masuk akal, kenapa mereka membalas demdam yang harua melibatkan nyawa orang lain.
Adam mengangguk, dan terlihat sudah sangat mabuk dan sepertinya setelah ini tak akan ada lagi pembicaraan yang serius, karna keduanya pun sudah mulai meracau tak jelas.
Waktu terus bergulir dengan cepat, botol kosong pun mulai tergeletak tak beraturan, namun tak ada jeda nya Pria itu bercerita, menceritakan Wanita yang telah ia sakiti.
"Dan ini karna Zania...".Adam menggebrak meja, Pria yang sudah terpengaruh minuman alkohol itu, meluapkan segala yang ia rasakan."Jika dia tak menjebak ku, kejadian nya tak akan seperti ini".
Ashlan tak kalah mabuk, namun sebisa mungkin ia menjaga kesadaran nya. Keduanya memiliki permasalahan yang sama yaitu seorang Wanita. "Lalu di mana Wanitamu berada sekarang".
"Dia menghilang...! dan karna itu orang - orang dari organisasinya menyalahkan ku dan membalas dendam..".
__ADS_1
"Mereka benar - benar gila". Ashlan tak habis pikir, hanya karna Nona nya sakit hati, sampai berbuat jauh seperti ini. Dan keduanya pun terus meracau, membicarakan Wanitanya masing - masing.