
1 bulan sudah Anna dan juga Ashlan tinggal di Mansion Broox. Kondisi Anna pun sudah sangat baik, hingga tak lagi menggunakan kursi roda.
Sedikit jalan-jalan bersama Suami nya saat siang hari. "Akan ku gantikan hari-hari yang telah terbuang Dulu saat bersamamu Ann. ". Ucap Ashlan ia menggandeng mesra Istri cantik nya itu.
Anna hanya bisa tersenyum, ia bingung harus berkata apa. Setiap debaran terus ia rasakan saat bersama Suaminya.
"Aku tak masalah jika tak ingat dengan masa lalu, lagi pula jika di ingat Tak ada hal baik yang terjadi.."
"Apa hubungan kita seburuk itu..". Anna tak hanya penasaran namun ia sangat ingin tahu awal mula mereka bertemu.
"Ya .. karna Aku yang tak percaya padamu, namun Nathan yang memberikan bukti jika tak ada yang terjadi apapun saat di Villa.."
"Villa.. "Anna terdiam memang apa yang terjadi saat di villa dan siapa itu Nathan.
"Kamu pasti tidak ingat dengan Nathan, dia adalah kakak angkat mu, aku sendiri yang menyaran kan. dan seperti kalian terlibat asmara Waktu itu.."
"Ahhhrgh sudah lah jangan membahas itu" Ashlan langsung tak semangat saat mengingat itu.
"Sudah jangan di ceritakan Jika kamu tak suka, Semua sudah masa lalu, lagian aku sudah menjadi Istri mu.." Ucap Anna.
"Apa Kamu ingat ini.." Mereka Tiba di area danau. "Disini lah kita kehilangannya buah hati kita Ann.."
Anna menggeleng, Sayang nya Dia tak ingat akan peristiwa naas itu. "Aku ingin naik itu.." Tunjuk Anna ke sebuah perahu.
"Apapun yang kamu mau akan kuturuti.." terus di gandeng Tampa lepas, hingga tiba di sebuah perahu, tampak hati-hati saat keduanya naik.
"Aaaaaah..". Dilla lah yang berteriak, kedua manusia itu malah tercebur ke Danau.
...Buah...
__ADS_1
Anna mengusap wajah yang ada di wajahnya begitu pula dengan Ashlan mereka pun mentertawakan kecerobohan sendiri, belum juga mendayung sudah tercebur.
"Kau bisa berenang.." tanya Ashlan.
" Entahlah, tapi seperti nya iya.." Anna memang mengambang dengan kaki yang terus mengayuh di dalam air.
"Ya.. meskipun kamu tak ingat, namun reaksi tubuhmu yang mengingat.." Ashlan menjelaskan teori yang mungkin terjadi saat ini.
"Reaksi tubuh..."
"Ya reaktif tubuh yang akan mengingat suatu hal lampau yang pernah di alami, contoh nya adalah ini.." Ashlan melabuhkan sebuah kecupan di bibir Anna.
...Deg...
Anna masih belum siap untuk itu, ia masih mematung setelah mendapat sebuah kecupan selain di kening, karna selama ini Pria itu tak pernah menyentuh lebih dari itu.
Sebagai Suami Istri Anna cukup paham kemana pembicaraan ini mengarah. "Aku ingin memulai semua nya dari awal lagi Ann.." Ashlan menarik Dilla untuk lebih dekat dengan nya.
"Memulai dari awal.. ". Anna bingung apa maksud dari Ashlan.
"Ya akan ku buat kau jatuh cinta dengan ku..". Menarik tengkuk Wanita itu dan mendarat kan sebuah kecupan dan kini sudah berubah menjadi Lumataan yang menuntut.
"Aku menginginkan kan mu Ann.." ucap Ashlan dengan suara yang di buat sensual.
"Ya Ampun kalian ini sedang apa, Tengah hari berbuat mesum.." Siapa lagi yang mengganggu kalau bukan Evelyn.
"Kau ..." Tunjuk Ashlan.
"Cepat naik, apa kalian ingin jadi santapan buaya Ha.." Sebenarnya itu hanya Akal-akalannya saja, entah kenapa ia senang menggoda adik ipar nya itu.
__ADS_1
"Buaya..." Anna yang mendengar langsung kaget, ia langsung berenang ketepian dan di bantu oleh Evelyn.
Ashlan mendengus dengan kesal, Lagi-lagi Evelyn mengganggu, waktu nya dengan sang Istri . "Apa kau tak ingin punya ponakan, selalu saja datang dan mengganggu". gerutu Ashlan saat naik.
"Kalian mau buat anak di Danau.. "Mata nya melotot tak percaya.
"Sudah 2 bulan Aku puasa, apa kau tak kasihan.." Evelyn yang mendengar sampai tertawa terbahak-bahak.
"Kak.. sudah jangan menggoda nya terus.." Anna membuka suara.
"Iya - iya.. " Evelyn mengalah saja.
"Sedang apa kau di sini, apa datang cuman buat ganggu.." Sinis Ashlan.
"Aku mau berkemah. kenapa ada masalah.." Tak kalah sinis Evelyn menatap Adik iparnya itu.
"Berkemah..." Pria berucap dengan tak percaya. "Lalu mana tenda mu.."
"Nanti anak buah ku yang membawa.."
"Aku ikut boleh.." Anna cukup tertarik dengan itu.
"Aku memang ingin mengajak, namun takutnya di larang sama Suamimu.." Masih menatap sinis pada Ashlan.
"Apa pun yang kamu tentu saja boleh sayang.." Ucap Ashlan dengan senyuman manis.
"Huek...." Rasanya Evelyn ingin muntah saja melihat kebucinan Adik iparnya itu, mengingatkan dia dangan Adam.
"Iri bilang bos..." Sindir Ashlan.
__ADS_1