
Niat hati hanya ingin mengesah kan rasa penasaran nya, Pria itu tak tahu sudah berapa lama Istrinya berada di kamar mandi, dan yang jelas sudah menghabiskan waktu 1 jam dan untuk sekedar menunggu, meskipun seraya berselancar ria dengan ponselnya.
"ANNA....!" . Pria itu terdengar berteriak saat kakinya sudah berada di ruangan yang sama dengan sang Istri.
"Apa dia mati.?". Ashlan tak hanya terkejut melihat wanita nya menenggelam kan seluruh tubuh nya di dalam badthub, ia pun sangat takut jika sampai Anna meninggalkan nya.
Baru satu hari ia berganti status 'suami', masa harus cepat berubah menjadi duda.
Dengan setengah berlari Ashlan mengahampiri Istrinya. "Anna....!!". Terlihat Pria itu sangat khawatir, meskipun ia masih merasa kecewa, namun jangan salah, jika cinta sudah hadir di dalam hatinya.
...Buuaaahhh...
Dengan tiba - tiba kepala Anna muncul ke permukaan, tangan nya langsung mengusap sebagian air yang ada di bagian wajah.
"Apa Kau ingin mati..!?". Meskipun ia bisa bernapas lega karna ke khawatiran nya tidak terjadi, tapi tetap saja Pria itu berteriak marah.
" Sedang Apa Kau di sini..!?". Wanita menjawab dengan sebuah pertanyaan, dengan nada yang biasa pula, tak menyadari telah membuat seseorang telah khawatir.
"Apa Kau ingin membuat ku jadi Duda".
" Siapa yang ingin membuat mu menjadi Duda". Anna tak paham apa yang di ucap kan Suaminya, Ia pun memilih menyudahi apa yang ia lakukan saat ini. yaitu 'Berendam di dalam bathub'.
Dan tentu saja apa ia lakukan saat ini, membuat Pria nya salah tingkah, apa lagi tubuh nya saat ini tidak mengenakan apapun.
...Gleg...
Meskipun Pria itu tak lagi mengkhawatirkan sang Isti yang akhirnya berujung kesal, namun jujur Aslan terpikat dengan tubuh Anna yang memenuhi kornea matanya saat ini, dan ia sangat merindukan percintaan nya dengan Wanita yang tengah meraih handuk nya itu.
__ADS_1
"Aku tanya sekali lagi...! Siapa yang akan membuatmu menjadi seorang Duda, Alan..!". Handuk pun sudah menutupi sebagian tubuhya, namun belahan yang ada di dada sedikit ia tonjolkan.
Wanita itu memang sengaja, ingin menggoda Ashlan, apa lagi melihat Pria itu cenderung diam, dan yang jelas pandangan nya tak berpaling dari dirinya.
"Tentu saja Kau". Ashlan menunjuk Istrinya, dengan cepat ia menghilangkan hasratnya, meskipun yang di bawah sana sudah mendesak lagi ingin di pua*askan. "Kau berendam seperti tadi, bukan nya berniat untuk bunuh diri..!?" . Lanjut nya lagi. Pria itu mulai memperlihatkan wajah kesal nya pada Anna.
Wanita itu menghela nafas nya dengan kasar, kenapa begitu cepat Suaminya berubah sikap layak nya bunglon. "Aku hanya ingin menenang diriku, itu saja...". Jelas Anna.
Ada rasa kecewa di hati Wanita itu, kenapa Ashlan tak kunjung mendekatinya, padahal dengan tampilan seperti ini, Pria manapun pasti akan langsung tergoda, yang ada Suaminya terus memasang wajah kesal.
"C' k... Sudah lah, jika kau sudah selesai dengan acara penenangan mu itu, lebih baik segera pakai pakaian mu..". Pria itu langsung beranjak dari tempatnya, lama - lama melihat Istrinya seperti itu, bisa runtuh pertahan nya untuk tidak menyentuh Wanita itu lagi. Dan untuk tadi malam, ia bisa mentolelir karna ia pun tak mengingat nya. 'Jadi tak masalah'.
"Tunggu Al.....". Anna berlari kecil berusaha mencekal pergelangan Suaminya, dan terbukti Pria berhenti tepat di ambang pintu.
"Apa kau tak menginginkan ku..".Pria itu masih memunggunginya, seakan - akan Ashlan begitu engan untuk sekedar melihat ke arah dirinya.
"Apa Kau layak..~". Belum sempat ia menyudahi ucapan nya, bibir itu langsung di bungkam secara paksa." Oh God, apa dia benar benar ingin menggoda ku ". Dan Ashlan hanya bisa melanjutkan di dalam hatinya. Melihat handuk yang tadi melilit, kini sudah tergeletak di bawah kaki, dan apa yang Pria itu lihat, sungguh sangat menyiksa nya, terutama 'Juniornya'.
Ashlan Malik Abraham, kini Pria itu tengah perang batin agar otak dan hati nya bisa
sejalan, dan bertahan untuk tidak terpengaruh, apa lagi sampai menyentuh Wanita itu lagi, mungkin hinga batas yang di tentukan, atau bisa jadi saat hasr*at sudah tak bisa di tahan lagi.
Anna tersenyum, melihat Prianya tak merespon dan cenderung diam, tapi percayalah Wanita itu tahu, bawa Suaminya kini sudah terpikat.
Kaki nya melangkah lebih dekat dengan Ashlan, mencoba untuk lebih intim dengan lawan jenisnya, padahal Pria itu sudah secara sah menjadi miliknya. "Apa Kau tak ingin menyentuhku..?". Suara yang sengaja di buat sensual, seraya mengarahkan tangan Suaminya, ke dalam gundukan kenyal milik nya.
Pria itu diam mematung, bahkan ia bisa merasakan gundukan kenyal, yang sangat pas di telapak tangan nya. "Kau ingin menggodaku..". Ucap Ashlan seraya menikmati permainan dari Istrinya.
__ADS_1
"Apa kah Aku berdosa mengoda Suami sendiri..!". Jawaban nya tentu saja tidak, bisa menjadi ladang pahala, bisa menyenangkan hati Suami, dan contohnya adalah yang di lakukan Anna saat ini.
"Anna hentikan...". Bibir berkata tidak, namun dirinya mengingin kan lebih, dan lebih menginginkan penyatuan dan pergumulan di atas ranjang.
Namun saat ini 'Ego' lah yang masih menguasai diri Pria itu. "Sudah ku bilang hentikan..!". Ashlan mendorong Wanitanya, melepas secara paksa dari jeratan sang Istri.
"Ap Kau sebenci itu padaku...". Setelah merendahkan harga dirinya, demi menyenangkan hati Suaminya, justru malah mendapat penolakan yang kini membuat ia semakin kalut.
"Ya...".Pria itu mulai membenahi celana yang di buat melorot oleh Anna, dan yang jelas Ashlan sangat menikmati apa yang Istrinya lakukan tadi.
"Pakai ini..!" ia melemparkan handuk yang terkulai di lantai pada Anna. "Dan harus kau ingat, cukup semalam Aku menyentuhmu, dan tak ada lain kali..!". Setelah mengucapkan
kata yang menyakitkan itu, ia pergi meninggalkan Anna.
...Brrukkkk...
Tubuh Wanita itu, mendadak lemas setelah mendengarkan pernyataan dari Suaminya, dan perlahan, Anna mulai terisak meratapi gelar nya sebagai seorang Istri yang tak di harapkan.
Namun itu tak lama, Ia ingat pernah berguru menjadi seorang Wanita penggoda, dan apa yang ia lakukan tadi adalaah bukti dari hasil belajarnya.
Mungkin tujuanya hanya sedikit melenceng dari niat nya terdahulu yaitu menggoda untuk membalas dendam, tapi kali ini ia menggoda dengan tujuan nya yang lain.
"Aku tidak akan menyerah...". Wanita cantik itu berdiri, dan langsung melilitkan handuknya. Dengan penuh semangat langkah kaki itu mengayun kemana Suaminya tampan nya berada
...***********...
...~Jangan lupa like dan juga Coment ya~...
__ADS_1