
Sudah di pastikan ucapan Ashlan mengarah hal 21+, Rey sampai menggeleng dengan percakapan 2 Pria yang pencinta Wanita yang sama.
Dan perlu di garis bawahi, jika Ashlan mengklaim dirinya adalah Pria pertama yang telah menggagahi Wanita itu, Tentu saja masih ingat kejadian saat di kantor dulu.
"Apa kalian ingin membicarakan sesuatu yang ada di ranjang". Ucap Rey. keduanya sampai tak memfilter ucapan nya masing - masing. "Kita cari tempat yang lebih Pribadi".
"Tidak perlu...". Ashlan dan Adam mengibas bersamaan. "Kalian keluar lah dulu". Titah nya kemudian.
Semua yang ada di ruangan itu satu persatu meninggal kan tempat nya menyisakan Rey dan 2 Pria keras kepala. "Kenapa Kau tak keluar". Ashlan menatap ke arah Rey.
"Sudah kalian bicara saja, Anggap saja Aku tidak ada..". Sengaja tak pergi agar menjadi penengah, takut nya mereka sampai adu gulat.
"Terserah...". Ashlan memutar mata nya malas, ia tak memperdulikan hat itu.
"Alan cepat katakan apa maksud mu tadi, Kau bilang Kau yang pertama bagi Evelyn apa ucapan mu mengarah kesana".
__ADS_1
"Nama nya Anna, Adam bukan, Evelyn". Ashlan kembali mengingatkan.
"Terserah apa mau katamu, sekarang jelaskan apa maksud dari ucapan mu, yang pertama bagi Evelyn adalah Aku". Adam juga meng-klaim dirinya adalah orang pertama.
Keduanya sama - sama kukuh, menjadi orang pertama, dan Rey merasa sangat bingung, bagaimana bisa..?.
"C'k..Kau mengkhayal, jelas itu adalah aku, bahkan Aku punya Videonya". Ashlan mengeluarkan ponsel. ia sangat ingat bahwa Video yang ambil oleh Alicia masih tersimpan di dalam ponsel.
"Apa...!. " Yang teriak bukan lah Adam, melain kan Rey, Pria itu sangat terkejut dengan ucapan Ashlan. ",Kau sampai mengabadikan momen itu". Rey menggeleng tak sadar sudah berbicara tak sopan dengan berteriak.
"Menurut mu Aku juga tak memilikinya". Adam tak mau kalah, Dia pun sampai mengeluarkan ponsel.
"Hentikan kalian berdua". Rey mendorong keduanya hingga berjauh, bersamaan dengan di rebut nya ponsel milik Ashlan dan juga Adam.
"Rey... kau lancang". Adam mendelik kesal ke arah Asisten nya itu, begitu pun dengan Ashlan.
__ADS_1
"Sebaiknya Aku yang menonton ini, kalian berdua lanjut saja". Ucap Rey tersenyum licik.
"Kau Gila..." Ashlan langsung merebut ponsel milik nya, tentu ia tak akan mengijinkan orang lain melihat tubuh Istrinya, meskipun saat melakukan nya memakai selimut.
"Apa kau juga menyukai Evelyn.." Tuduh Adam pada Rey, bagaimana bisa Pria itu ingin menonton kedua Video itu.
"Kalian sama - sama keras kepala, jika Nona Anna atau Evelyn adalah Wanita virgin waktu itu,, Apa itu tidak Aneh..." Rey memperlihatkan wajah bingung nya. "Dan harus Tuan tau, Aku tak mungkin menyukai wanita bar bar seperti Nona Evelyn Tuan, jadi jangan salah paham".
"Lalu apa maksudmu ingin menonton keduanya". Ashlan mendelik kesal ke arah Rey, Asisten Sahabatnya itu ternyata sangat berani.
"Mengklarifikasi Kebenaran Video itu". Jelas Rey, ia sampai mengatur napas agar ia tak kesal, ternyata berdiri di tengah manusia yang keras kepala sangat lah sulit.
"Jika benar, Video itu adalah bukti pertama kalian, lebih baik kalian tonton bersama". Rey mencoba memberi solusi. "Tentu saja waktu dan tempat akan berbeda... iya kan".
Yang di katakan Rey memang lah benar, kedua Pria itu menatap satu sama lain. ",Kita lihat bersama, dan siapa yang benar". Adam pun mengiyakan begitupun dengan Ashlan, sedikit enggan, namun terpaksa.
__ADS_1
"Karna Wanita mereka jadi tidak waras". Rey mengumpati kedua Pria itu, yang bertukar ponsel.