My Dear Anna

My Dear Anna
Part 41


__ADS_3

Kedua Pria itu saling pandang satu sam lain, tentu masih tak percaya jika Nona nya memiliki saudara kembar. "Apa kau percaya itu". Dero menanyai Roland seraya berjalan menyusuri lorong Mansion.


"Aku percaya, karna dari awal mereka memang tampak berbeda, kupikir Nona memang menyamar dengan memakai Dress seperti itu".


"Bersyukur saja Tuan besar tak menghukum kita". Roland pun langsung mengangguk tanda setuju. Mereka sangat tahu bahwa Tuannya tak menyukai kesalahan sedikitpun, Pria penguasa Mansion Itu selalu memberikan hukuman berat atau ringan tergantung kesalahan yang di perbuat.


",Land.. apa kau tau siapa Pria yang bersama kembaran Nona Evy." Tanya Dero. belum sempat ia mengetahui nama Putri lain dari Tuan nya.


"Pria itu sangat berpengaruh di negara nya, dan setahuku Dia di atas Tuan Adam tapi tetap saja level nya ada di bawah Tuan Leo, mungkin saat ini ia sedang kalang kabut mencari Istrinya". Pria itu malah tersenyum, tak memikirkan bagaimana kondisi Pria yang di tinggal Istrinya.


Ya di katakan Roland memang lah benar sudah 2 Minggu Aslan uring uringan di Negara K, memang perjanjian awal ia akan menghabiskan waktu di sana untuk bisnis, sekaligus berbulan madu.


Jangan kan untuk mengurus bisnis apa lagi berbulan madu, tak satu pun yang bisa ia dapatkan, yang ada terus merasa resah karena tak mendapat kabar dari Istrinya.


"Mama akan segera kesana sayang". Suara Mam Dilla terdengar jelas di sebrang sana, saat ini Ashlan tengah melakukan panggilan dengan Mamanya yang ada di Negara A.

__ADS_1


"Tidak perlu Mam, Biar semua aku urus, Bisa minta tolong beri tahu Nathan untuk menghandle semua pekerjaan, Aku ingin fokus menemukan Anna".


"Sudah Mal.. tak perlu kau pikirkan soal pekerjaan, Disini ada Papa sama Mama juga di bantu Nathan, kau tak perlu khawatir ".


"Makasih Mam". Ashlan langsung menutup panggilan itu, dan memasukan kembali ponsel nya ke dalam saku.


"Dimana kau Anna...". Sudah tak terhitung berapa kali, Pria itu mengatakan hal sama, bermonolog sendiri menanyakan dimana Istrinya.


"Kau perlu Istirahat Alan...". Adam kembali mengingatkan sahabatnya, untuk lebih peduli pada dirinya sendiri.


"Bagaimana Aku bisa Istirahat, Aku tak tau bagaimana ke adaan Istriku, apa dia masih hidup atau tidak".Semakin putus asa saja Pria ini, di saat Istrinya masih ada selalu bersikap cuek, sekarang baru di tinggal 2 Minggu sudah seperti orang gila.


"Jangan pesimis seperti itu, Aku yakin Dia baik - baik saja". Masih saja Adam membujuk Pria keras kepala itu, tak melihat adanya persetujuan, Adam langsung saja memukul ceruk leher Ashlan dengan terpaksa.


...Brukkk......

__ADS_1


Dalam 1 pukulan saja Pria itu sudah langsung tumbang, mungkin jika kondisi sedang prima tak mungkin Pria tampan itu langsung ambruk begitu saja.


"Rey bantu Aku". Keduanya sudah siap membawa Ashlan menuju kamarnya, tak berapa lama kedua Pria tampan itu kembali menuju tempat semula.


"Apa ada kemajuan..." Tanya nya pada seorang ahli, mereka tengah mencoba memulihkan hasil rekaman yang ada di hotel terutama area koridor yang mengarah ke kamar Anna dan menuju atap.


"Mereka sangat ahli Tuan.. Atau Saya yang kurang memiliki kemampuan." Pria itu menjawab dengan merendah, ia pun meras sangat gagal, karna baru kali ini ia merasa kesulitan hanya untuk memulihkan hasil rekaman.


"Aku tak akan mengganggu mu lagi, hanya Kau yang ku kenal, sebagai seorang ahli dan aku percaya kau pasti bisa, menemukan Wanita ku".


Adam mengusap wajahnya dengan kasar. "Apa mungkin dia dalang nya".


"Apa Tuan tahu sesuatu". Tanya Rey


"Ya.... " Adam menjawabnya dengan anggukan. "Kenapa baru kali ini aku mengingatnya".

__ADS_1


__ADS_2