My Dear Anna

My Dear Anna
Part 21


__ADS_3

Di saat pagi telah menyapa, Gadis cantik yang masih terbaring di atas ranjang, nampak masih tidur, dengan pakaian yang sama yang di pakai nya semalam.


Netra indah itu beberapa kali mengerejap, dan terasa sangat berat untuk di buka, rasanya ia enggan untuk bangun, bahkan ia tak ingat apa yang terjadi semalam.


Jika perutnya tak terus berdemo, Gadis itu akan memilih tidur lagi, namun sebuah ketukan terus memaksa kaki nya untuk turun dari ranjang


"Kakak ipar... ". Ucap Ashley seraya mengetuk pintu.


" Hemmmz". Dengan memasang wajah kantuk nya, Anna berdiri di ambang pintu.


"Ini sarapan mu". 1 nampan yang berisi beberapa makanan kini ikut masuk bersama Ashley. "Jam berapa Kau tidur, sampai melewatkan sarapan..!?". Gadis cantik itu meletakan nampan yang ia bawa di atas nakas.


" Entah lah Aku tak ingat, seperti nya semalam Aku mabuk". Jawab Anna. sedikit ia mengingat kejadian semalam.


"Kalian baik - baik saja kan..!?". Ashley menanyakan hal yang selalu menggangu pikiran nya.


"Maksudmu...! Aku tak paham ". Lagi - lagi Anna menguap seraya berbincang dengan calon adik iparnya itu.


" Kita bicarakan ini nanti" Ucap Ashley seraya melempar handuk. "Sebaiknya kau mandi dan sarapan terlebih dahulu..!"


Anna pun menganguk sebagai jawaban nya, tampa berkata lebih banyak, kaki Anna mengayun, melakukan semua hal yang di saran kan Ashley tadi.


Matahari perlahan mulai naik, tandanya siang mulai menyapa para penduduk bumi, dan di hari yang cerah ini, tak di lewatkan 2 orang gadis yang kini menikmakti suasana danau yang menenang kan hati.


"Apa maksud dari ucapan mu tadi". Anna mulai buka suara, setelah keduanya berada si tengah danau.


" Hubungan mu dengan Kak Ashlan tentunya. Kalian baik - baik saja kan".


"Maksud mu soal semalam...!?". Tebak Anna dan di angguki oleh adik iparnya itu. "Bukan nya itu hanya Games.. jadi tak masalah bukan". Anna menghela nafasnya, mengingat kejadiam semalam.


"Apa Kakak mu mencintai Alicia". belum beberapa detik Gadis itu berucap 'tak masalah', tapi tetap saja Anna menanyakan hal yang membuat hati nya gundah.


"Kau bercanda.. ". Ashley merasa heran dengan calon Kakak iparnya ini, apa dia memang tidak peka saja. "Kau tak lihat bagaimana Kak Ashlan semalam cemburu karna ciuman mu dengan Jonathan". Ashley menggeleng tak percaya.


" Sudah jelas siapa yang di cintai oleh Kakak ku" Imbuh Ashley kembali. "Apa jangan - jangan kau memang tak sadar.

__ADS_1


Anna menggeleng. "Apa yang terjadi setelah Aku pergi". Gadis itu menanyakan sesuatu yang mungkin saja terjadi setelah kepergian nya.


" Aku tak tahu.." Jujur Ashley. "Hanya saja setelah itu sikap Kakak ku jadi aneh, ia lebih banyak diam".


Anna merasa bersalah, seharusnya malam itu ia sadar bahwa di hatinya sudah ada nama Ashlan di hatinya. "Dimana Alan Sekarang".


" Apa dia tak pamit padamu..!?". Ashley menautkan kedua alisnya, dan ia yakin hubungan keduanya memang tak baik.


" Pamit.."Anna sedikit terkejut. "Apa dia sudah pulang".


"Tenang lah dulu Anna". Ashley mencoba menenangkan calon Kakak iparnya. "Dia sudah pulang dari semalam".


Dan pernyataan itu membuat Anna semakin terkesiap. "Apa Kakak mu marah padaku". Anna mulai gelisah, memikirkan calon Suaminya itu, dan lebih parahnya lagi Anna tak mengingat kejadian semalam hingga berakhir di kamarnya.


"Entah lah". Ashley menggidikan bahunya. "Sebaiknya kita kembali ke kota L". Ajak nya kemudian.


Keduanya mulai mendayung menuju tepian danau, dan langsung bergegas menuju Villa setelah mereka sampai.


Namun harapan tinggal harapan, bersama Ashley, ia langsung bergegas ke kotta L, namun Anna tak menemukan keberadaan calon Suaminya.


Sebuah Gaun indah berwarna putih bertabur swarovski kini sudah di kenakan Anna, hari ini adalah hari pernikahan nya dengan Aslan.


Acara itu di gelar di sebuah hotel mewah milik keluarga Abrahan dan pesta itu tidak di peruntuk kan untuk umum hanya yang mendapat undangan saja yang di perkenan kan untuk hadir.


Bisa terlihat di Aula pesta yang sudah di hias semewah mungkin sudah di penuhi tamu undangan yang sudah duduk di kursi yang sudah di persiap kan.


Gadis cantik yang masih memandangi tampilan nya di depan cermin terlihat sangat gelisah.


Setelah drama yang terjadi di pesta lajang yang di adakan di Villa, hingga saat ini ia masih belum bertemu dengan calon Suaminya.


Pria itu seakan menghindarinya, tak pernah pulang ke Mansion beralasan sibuknya ia mengurus perusahaan.


"Tenanglah Kakak Ipar". Ashley mengusap punggung tangan Anna yang ia genggam.


"Bagaimana Aku bisa tenang Ley. sampai saat ini Aku belum bertemu dengan Alan". Anna semakin gelisah saja dan acara pernikahan sudah semakin dekat, tapi tak ada siapa pun yang mengatakan bahwa Ashlan telah tiba di hotel.

__ADS_1


" Aku yakin Kakak ku pasti datang". Ashley terus menenangkan Kakak iparnya, meskipun ia pun merasa gelisah.


"Semoga saja". Anna terus menghirup udara dan terus berpikir positif.


"Ley.. Apa kamu bisa menghubungi Kakak mu". Mam Dilla tak kalah gelisah, sampai saat ini ia belum bertemu dengan Putranya.


"Tak di angkat Mam..!". Ashley terus mencoba menghubungi Kakaknya, namun panggilan tak kunjung terhubung.


"Maaf apa acara nya bisa di mulai sekarang." Suara sang pembawa acara semakin membuat keluarga Abraham gelisah, terutama Anna, karna dia lah menjadi paktor utama dari masalah ini.


"Tunggu sebentar, Putraku masih belum datang". Mam Dilla masih berusaha menghubungi Putranya.


Dan benar saja acara yang harus nya sudah di mulai, mengalami keterlambatan sang calon Pria masih belum datang.


Gadis cantik itu sampai di make up ulang, kegelisahaan yang terus ia rasakan membuat Anna tak berhentinya menangis.


"Apa yang kalian tunggu, acara sudah terlambat selama 1 jam". Ucap Tuan Abraham , Pria paruh baya yang sudah siap dengan setelan nya datang menjemput pengantin Wanita


" Putramu Pah.. Dia masih belum datang". jawab Mam Dilla yang masih saja gelisah.


"Dia sudah menununggu di Altar". Dan pernyataan Tuan Abraham cukup membuat heboh, apa lagi Anna yang masih di rias masih belum siap.


Cukup lama Gadis itu menangis hingga mata sembab, dan seorang MUA yang merias Anna cukup kesulitan


"Berhentilah menangis Kakak ipar, calon Suamimu sudah menunggu". Ucap Ashley seraya mengusap jejak basah di pipi Anna.


" Benarkah..!?". Anna tersenyum, meskipun masih terdengar segukan.


Dan segukan itu masih terlihat saat Anna berjalan menuju Altar, sejauh mata memandang ia bisa melihat calon suaminya sudah menunggu.


Gaun putih itu terus menyapu lantai yang bertabur bunga, di iringi musik pernikahan sebagai tandanya akan segera di mulai acara sakral.


Di hadapan Tuhan terucaplah janji suci yang akan mengikat kedua insan itu kedalam ikatan pernikahan.


Setelah serangkaian acara Anna dan juga Ashlan resmi menjadi sepasang Suami Istri yang sah di mata Agama dan juga Negara.

__ADS_1


...``~Jangan lupa like dan juga coment ya~>...


__ADS_2