
Kendaraan beroda 4 kini sudah berada di Mansion kembali, tepat nya di salah satu tempat dimana Anna bisa bertemu dengan Aslan.
Udara malam itu sangat lah dingin, Anna yang masih celingukan di dalam mobil menatap tempat asing yang baru ia lihat pertama kali.
"Kakak yakin Aku bisa bertemu dengan Tuan Aslan di sini". Tanya Anna. Hari yang memang gelap, tak mampu melihat dengan jelas sejauh matanya memandang.
"Ya... Aku yakin kamu bisa bertemu dengan Tuan Aslan". Mata Jonathan masih menatap wajah Anna. " Kenapa apa kau mulai takut.. apa mau kembali saja" Ajak Jonathan. Tangan nya masih pada bahu Anna yang baru menyematkan sebuah sweater.
"Kakak bercanda.. Aku sudah tampil seperti ini akan sia sia jika target tak melihat". Ujar Anna. "Kakak Do'a kan aku ya".
"Baiklah..". Jonathan pun mengusap kepala Anna. "Jika ada apa - apa kabari Aku saja".
" Baik Kak".
Setelah turun dari mobil, perlahan kaki Anna menyusuri sebuah tempat, tampa ia tahu tempat itu sangat lah di larang bagi siapapun untuk masuk ke area tampa ada nya persetujuan.
Namun masa bodoh, meskipun ia sendiri di tempat yang berupa kolam dengan aksen pemandangan yang di hias sedemikian rupa, di tambah dengan keheningan malam itu, tak membuat ia goyah.
Anna duduk dengan mantap di salah satu kursi, bertepatan dengan bibir kolam, berharap dewi cinta mempertemukan nya dengan Tuan Aslan.
Namun malang nya nasib Gadis itu sudah satu jam Ia berada di sana, bahkan tubuhnya sudah mulai menggigil. "Sudah dandan secantik ini pun malah sia sia". gerutu Anna..
Kemalangan itu tak berhenti sampai di situ, Gadis cantik itu terperanjat kaget, sebuah lolongan Anji*ing berhasil membuat jantung nya berpacu cepat antara kaget dan juga ngeri.
Byurrrr.
Kelamaan duduk membuat Anna tak bisa menjaga keseimbangan, Gadis cantik yang hendak pergi dari tempat itu, malah berakhir masuk kolam.
"Buahhhh". Anna langsung mengusap wajahnya, saat kepala berhasil menuju permukaan. " Siallll.". umpat Anna.tubuhnya langsung bergerak mencari tempat untuk memanjat.
Dengan langkah gontai kaki nya mengayun ke arah keran berniat membersihakan tubuhnya disana, dan setelah itu ia berniat kembali menuju Paviliun.
__ADS_1
Hilang sudah niatan untuk menggoda Tuan Aslan, yang bisa memuluskan rencananya, Niat hati ingin menggoda dengan, berpenampilan cantik, namun malah berakhir di dasar kolam.
"Sepertinya Aku masuk angin". Tangan nya bertumpu pada dinding tembok. tubuhnya terus menggigil, bahkan kepalanya terus berdenyut, namun ia terus memaksakan kaki nya untuk berjalan meskipun pelan.
Menyusuri sisi bangunan dan tembok pun menjadi tumpuan nya saat ini, tampa sadar ia malah mengaktifkan pintu rahasia, yang membawanya ke tempat lain, bersamaan dengan hilangnya kesadaran Anna.
Seseorang yang tengah menikmati malam nya di salah satu sofa, langsung terperanjat kaget.
"Siapa Wanita ini". Pria itu menautkan kedua alisnya, menatap heran lawan jenis yang bisa masuk ketempat keramatnya ini.
" Hei... kau bangun". Aslan mengoyah tubuh Anna, bahkan Pria itu sampai berjongkok untuk melihat jelas wajah Gadis itu.
Aslan hanya menghela nafasnya dengan kasar, dengan amat tak rela Pria tampan itu memangku Anna ala bridal style, dan menetapakan gadis cantik yang basah kuyup itu di atas ranjang king size nya.
Terdengar suara lengguhan terdengar oleh Aslan. " Siapa kau". Tanya Pria itu, dengan sorot tajam, namun tak ada jawaban dari gadis yang ia pandang. Sedetik kemudian ia merasa iba, wajah cantik tampak membiru, dan terus menggigil. "Ck'...'Menyusahkan saja". Aslan menggerutu namun kakinya mengayun pada Almarinya, mengambil kemeja berwaran putih.
" Pakailah...". Ia melempar baju itu, pada Anna, tapi sedikitpun gadis itu tak bergerak, hanya terdengar rentetan gigi yang saling bergemelatuk.
Pria dengam wajah tampan itu duduk di tepi ranjang, tangan nya terulur melepas helaian pakaian yang di kenakan Anna yang basah, tak ada hentinya gadis itu menggigil, ia terus melenguh merasakan hawa dingin yang menyerang tubuhnya.
Aslan menghentikan akhtifitasnya yang tengah membuka tali yang ada di leher Anna, sedetik kemudian ia melanjutkan lagi meskipun sudah berulang kali ia menelan selivanya sangat susah saat di suguhkan pemandangan yang luar biasa, bahkan si otong di bawah sana, terus bereaksi.
"Siapa Gadis ini, bagaimana ia bisa masuk kemari".Aslan bermonolog dengan dirinya sendiri, setelah usai menanggalkan seluruh pakaian Wanita asing yang kini berbaring di atas ranjangnya, menatap Gadis yang terus saja menggigil.
Aslan sadar jika gadis di depan nya ini, mengalami hipotermia, Pria itu pun berlalu meninggalkan Anna dan kembali dengan wadah yang berisi air hangat, mengusapkan kain kecil yang sebelum nya ia peras pada tubuh Anna, dan nihil, usaha kecilnya tak membuahkan hasil.
Pria itu tampak ragu, ia masih berdiri menatap Anna, yang ingin memberikan kehangatan lewat dirinya dengan cara skin to skin. " Ahhrg sudah lah, aku tidak mau dia mati karna kedinginan, apa lagi di kamarku..!". Dengan terpaksa ia membuka seluruh pakaian nya, menyisakan sesuatu yang ada di bawah sana.
Membawa gadis itu kedalam pelukan nya menghantarkan kehangatan di bawah selimut tebal, hingga nafas lega keluar dari mulut Pria itu, saat Anna tak lagi menggigil.
_
__ADS_1
_
_
Cahaya terang memancar dari sang surya yang terbit di ufuk timur
mengantar pagi tiba.
Suara burung-burung di pepohonan
mulai bersahutan, memaksa gadis kecil yang berada di pelukan seorang Pria itu menggeliat.
Mata nya mengerejap beberapa kali, mendapati dirinya di ruangan yang berbeda, merasa ada sesuatu yang berat melingkar di tubuhnya, sontak ia langsung berbalik.
"AaaaaHHHHHK.". Anna berteriak tepat di gendang telinga Aslan, Pria yang tadi matanya masih terpejam, kini kedua kornea itu membulat sempurna. "Syuttttt..".. Aslan membekap mulut Anna dengan tangan nya dan membawa gadis itu kedalam pelukan nya lagi, ternyata tidur sambil memeluk lawan jenis itu sangat nyaman, apalagi tampa busana, 'Pria itu kembali terlelap'.
"Tuan lepas..". Anna berontak, tak tenerima dengan pelukan Pria asing, terlebih lagi situasinya tak menguntungkan untuknya, tubuh nya polos begitu saja.
Gadis itu kembali berteriak, memekakan gendang telinga yang serasa mau pecah karna ulah Anna.
" Shitt...".Umpat Aslan, tidurnya benar benar sudah terganggu. "Tak bisa kah kau diam". Aslan menatap tajam ke arah Anna. Sedetik kemudian kening mengkerut melihat mata gadis itu mulai berkaca - kaca.
" Tuan apa yang kau lakukan padaku...!?".Anna terisak memandangi wajah tampan Aslan.
"Singkirkan pikiran konyolmu". Aslan menyentil kening Anna dengan jarinya. "Aku tak melakukan apa yang kamu pikirkan kan ,.. seharusnya kau berterimasih padaku, jika semalaman kau tak ku peluk, mungkin hari ini adalah hari kematian mu!".
Anna mengusap dahi nya yang terasa sakit. "Maksud Tuan. !!". Anna berucap dengan nada bertanya, tentu ia masih tak paham dengan ucapan Pria asing yang kini memenuhi kornea matanya.
"Semalam kau mengalami Hiportermia, dan tentu saja aku yang sudah menyelamatkan mu".Pria itu membanggakan tindakan nya semalam, nyawa manusia bisa selamat karna dirinya. meskipun di balik itu ia pun sangat menikmatinya.
Gadis itu berpikir sejenak, memutar kembali memory otaknya, hingga seulas senyum terlihat di sudut bibirnya. "Trimakasih..". Ucap Anna. Ia sudah mengingat kejadian semalam, dimana ia tercebur kolam.
__ADS_1
...~Jangan lupa tinggal kan jejak ya.like dan comentnya ya~>...