My Dear Anna

My Dear Anna
Part 59


__ADS_3

Ashlan berserta keluarga Brox sudah sampai di rumah sakit, mereka menjadi pusat perhatian karna begitu banyak nya penjagaan di sekitar mereka.


Tak perlu bertanya ke dimana Anna di rawat, rombongan itu sudah di sambut para anak buah Robert yang siaga menjaga Anna, keadaan rumah sakit menjadi mencekam saat ini, mengenal siapa yang di rawat itu di tambah Leonard Brox juga berada Disana.


"Bagaimana keadaan Putri ku." Leo langsung bertemu Dokter yang menangani Anna, jangan lupakan sorotan tajam dari matanya, hingga beberapa kali Dokter itu terus mengusap peluh di dahinya.


Rentetan pertanyaan tak hanya keluar dari mulut Tuan Leo saja, Nyonya Nilla pun ikut menanyakan meskipun lebih banyak menangis ketimbang bertanya nya.


"Katakan bagaimana keadaan Istriku..". Ashlan sejak tadi sudah tak sabaran ingin mendengar jawaban, namun Dokter itu malah melihat ke arah Pria tampan yang mengaku adalah Suami dari pasien nya, setau nya Nona Evelyn belum menikah.


Karna terus di desak untuk di minta penjelasan, tampa memikirkan hal lain Dokter itu mulai menerangkan bagaimana keadaan pasien nya, bahkan di tangani secara khusus oleh tim ahli, mengingat siapa pasien yang saat di rawat di rumah sakit.


Dokter menjelaskan dengan sangat hati-hati. ia mengatakan kondisi Nona Brox saat ini yang memang mengalami luka yang sangat serius, bahkan perlu lama untuk pulih kembali.


"Berapa lama.." Tanya Nilla.


"Paling lama 3 bulan tergantung perkembangan dari Nona, Nyonya".Terang Dokter itu. Pandangan Dokter itu beralih menuju Ashlan mengingat Pria itu adalah Suami dari pasien nya.


"Tapi sayang nya, ,,Nona mengalami pendarahan hebat dan dengan terpaksa kami mengangkat janin yang baru berusia 4 minggu". Lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Janin...." Ashlan tergugu di tempatnya, Lututnya terasa lemas saat mendengar itu, rasanya sudah tak kuat menopang tubuh sendiri, namun yang ambruk malah Mama mertuanya ia menangis sejadi-jadinya di tempat itu.


"Anna maaf Ibu nak...". Lirihnya di iringi Isak tangis.


Dari dinding kaca pembatas keduanya orang tua itu bisa melihat Anna terbaring dengan banyaknya peralatan yang menempel di tubuh Wanita yang di penuhi luka lebam.


Ashlan sendiri sudah mengenakan baju steril untuk masuk ke ruang rawat Istrinya yang memang di rawat di ruangan intensif, begitu pelan kakinya melangkah mendekati brangkar.


Dirinya masih terkesiap melihat keadaan sang istri, andai saja ia bisa bertukar tempat dengan Anna, sudah pasti akan ia lakukan, rasa nya begitu bergemuruh di dalam dada ia ingin menangis sejadi-jadinya nya di tempat itu.


Begitu jelas bunyi monitor terus saja menghantam Indra pendengaran nya, ia berucap syukur, istrinya bisa selamat melihat kondisi pisiknya sangat mengkhawatirkan.


Kedua matanya menatap nanar kondisi Anna dari ujung kaki hingga kepala yang di perban pun tak luput dari penglihatan nya.


Tampa permisi cairan di ujung sana mulai menetes, Mata nya terpejam mengingat perlakuan nya pada sang Istri. "Aku mencintaimu Ann...". Pria itu terisak tak berhenti nya memberikan ribuan kecupan di tangan sang Istri.


"Ini salahku Dad... jika saja kita menghubungi Suami Anna, mungkin kejadian nya tak akan seperti ini.." Akhirnya Nilla menyalahkan diri sendiri, andai dia tak egois.


Dan Leo hanya bisa mengelus punggung Istrinya, Dia tak bisa menghibur Nilla karna ini juga adalah salahnya

__ADS_1


"Apa ada perkembangan...". Tanya Seorang Wanita. dan yang ia dapat adalah gelengan dari orang tuanya.


"Siapa yang melakukan hal keji ini pada Anna".. Tuan Leo menanyai Evelyn, Putrinya datang bersama Robert dan keduanya sudah berganti pakaian.


", Jessica..." Wanita menggeram saat menjawab nya.. "Dia harus membayar apa yang telah Dia lakukan.. kalau perlu ku habisi". Mata Gadis itu menyalang mengingat wajah Jessica. dipikiran nya hanya satu yaitu membalas dendam.


"Biar Daddy yang urus..". Tuan Leo yang mendengar nya pun menyahut, biar Wanita itu dia yang urus.


"Daddy tak akan tega jika harus membunuh Wanita, biar Aku saja...".Tentu saja ia sangat tidak sabar ingin menghabisi Wanita itu.


"Tidak ... biar Daddy saja,.." Pria itu tampak sudah memiliki ide untuk mengikuti Jessica membayar apa yang telah ia buat.


Evelyn menyeringai, kedua anak dan Ayah itu memperlihatkan aura membunuh dari sorot matanya. "Baiklah Aku percaya dan pastikan jalaang itu menderita..."


"Bukan kah Dia Tunangan mu Robert.." Tuan Leo beralih menatap teman Putrinya nya itu, dia sangat tahu siapa itu Jessica, Putri dari rekan bisnis nya, yang mungkin akan di buat hancur olehnya.


"Tak masalah, di hatiku hanya ada Evelyn, soal Jessica aku tak peduli.." Nilla dan Leo sama - sama sudah tahu akan hal itu, berharap yang menjadi mantunya adalah Robert saja.


Namun kedua orang tua itu tak mungkin memaksa Evelyn kan, apa lagi Putrinya sudah menjalin kasih dengan Adam Waktu itu.

__ADS_1


__ADS_2