
"Berani Kau menyentuh Istriku". Setelah menarik sang Istri, tangan yang sudah terkepal kini membabi buta mengahajar Pria yang telah berani menyentuh Istrinya.
"Al.. Hentikan Kamu bisa membunuh nya". Anna langsung menarik dengan paksa Suaminya, apa lagi melihat Pria tampan itu sudah babak belur, beruntung ada staf hotel yang membantunya.
"Kalian tau Dia kan...". Ashlan menunjuk Pria yang tampak meringis menahan sakit. Dan tentu staf hotel pun mengiyakan. "Hubungi Rey dan bawa Dia ke Rumah sakit".
" Baik Tuan..."
Ashlan langsung menarik sang Isrti setelah urusan dengan staf selesai, tentu ia tahu Siapa yang telah berani mengganggu Istrinya, bahkan yang lebih parah nya, berani mencium Istrinya, dan Ashlan melihatnya dengan jelas , meskipun ia juga sama di pengaruhi oleh alkohol, tapi tetap saja ia masih cukup sadar untuk hal itu.
"Alan... Sakit..." Anna meringis menahan sakit di bagian lengan, dengan kasar Suami mencengkal dan mengehempaskan tubuh nya di atas ranjang.
"Apa kau sangat ingin di sentuh oleh Pria Anna". Ashlan masih terlihat marah, bukan hanya di pengaruhi alkohol tapi dia pun di selimuti oleh rasa cemburunya.
Satu persatu ia melucuti apa yang ia kenakan, masih terlihat marah, bahkan menghakimi tampa mendengar penjelasan Anna, karna saat ini Pria itu sedang tak berpikir jernih, yang ada meluapkan kemarahan nya terhadap Istrinya.
"Kau mabuk Alan...". Melihat tingkah Suaminya, Anna mulai ketakutan, bahkan untuk berdiri pun kaki nya terasa lemas, ini kali pertama nya, ia melihat Ashlan semarah ini.
"Apa kau ingin di sentuh seperti ini Ha..". Setelah melempar pakaian yang terakhir, Ashlan langsung menerjang sang Istri yang terduduk di atas tempat tidur.
Dan apa yang Pria itu lakukan tentu menelanj**angi sang Istri dengan kasar, bahkan ia sampai merobek baju yang di kenakan Anna.
"Alannn ...Aaarrrgh... hentikan Aku mohon". Ternyata sangat menyeramkan melihat Suaminya marah, apa lagi Ia tahu apa yang ingin Ashlan lakukan padanya.
" Alannn....." Anna menangis. Tubuhnya sudah terlihat polos di mata Suaminya dan tentu semakin meningkatkan libido Ashlan yang sangat merindukan pergulatan di atas ranjang.
"Ini terakhir kali kau di sentuh Pria lain, jika ada lain kali, Aku tak akan melepaskan mu". Dengan tatapan yang menusuk bercampur dengan gair*h, Ashlan tak membuang waktu, langsung menerjang sang Istri dan membuatnya tak perdaya.
Dan terjadilah percintaan panas di antara mereka, meskipun Aslhan mengawalinya dengan cara yang kasar, Anna yang tadi menangis kini mulai mengeluarkan lengguhan nikmat yang di berikan Suaminya, terus menerima terjangan kuat yang kini tengah bersarang di antara kedua sela pahanya.
__ADS_1
...*****...
"Akhirnya Anda siuaman Tuan.." Tepat nya jam 4 dini hari, Pria yang kini masih terkulai di atas brankar dan terpasang selang infusan kini sudah sadar.
Jangan tanya Pria itu kenapa, yang jelas Dia telah menyentuh Istri orang dan pelaku yang telah membuat nya terkulai saat ini, mungkin masih menikmati tubuh Istrinya.
"Apa yang terjadi Rey...". Merasakan sakit yang ada dimana - dimana, tentu membuat ia sangat penasaran, apa lagi saat ini dirinya berada di rumah sakit. Pastilah sesuatu telah terjadi, dan kesalnya ia tak mengingat nya.
" Ceritanya begini Tuan.___". Dengan perlahan Rey menceritakan semua yang terjadi pada Tuan nya, bahkan memperlihatkan rekaman video CCTV untuk memperkuat apa yang telah ia utarakan saat ini.
"Apa Anda mengingatnya Tuan..?". Rey melayangkan pertanyaan pada Tuan nya Adam, yang terlihat tengah mengingat sesuatu.
" Apa Wanita ini sekarang bersama Ashlan..?" Bukan nya menjawab Adam malah mengajukan pertanyaan lain.
"Tentu Tuan.."
"Aku harus menemuinya," Adam segera turun dari berankar melepas dengan paksa selang infus yang tertancap di urat nadinya.
"Aku ingin menemui Evelyn"
"Wanita itu, bukan lah Nona Evelyn Tuan, dia Nona Anna, Istri dari Tuan muda Ashlan..." Jelas Rey, dan berhasil membuat Adan berbalik.
"Apa kau tak lihat, Wanita yang ada di video itu adalah Evelyn Rey..." Adam tak terima, dengan ucapan Rey., bahkan jarinya sampai menunjuk notebook yang ada di nakas.
"Tapi itu adalah kenyataan nya, Dia Nona Annatasya Irawan Istri dari Tuan muda Ashlan".
Lututnya terasa lemas, tak mungkin ada `2 orang yang sama persis kecuali mereka kembar identik, dan setaunya Evelyn hanyalah anak tunggal dan Adam sangat tahu itu. "Itu tak mungkin Rey".
"Anda perlu Istirahat Tuan". Rey memaksa Tuan nya untuk kembali ke brankar dan tak berapa lama seorang Dokter pun masuk untuk menangani pasien yang baru siuman itu.
__ADS_1
"Rey Aku ingin rawat jalan, segera urus administrasinya". Adamar ngotot ingin segera keluar dari rumah sakit.
"Saya sebagai Dokter tidak akan mengijinkan Anda, sebaiknya ada mendapat perawatan". Dokter Wanita itu langsung menyangah sang pasien, tentu ia tahu orang itu siapa Pria terhormat di Negaranya, bahkan anak pemilik dari Rumah sakit ini.
"Dr. Silla benar Tuan, jika niat anda hanya ingin menemui Nona Anna saya tidak akan mengijin kan".
" Tapi Rey.. Dia Wanita ku". Adamar begitu kekeuh dan tak mau kalah.
Helaan nafas panjang pun di keluarkan oleh Rey, kaki nya langsung terayun menghampiri Dokter dengan paras cantik itu.
Dokter cantik itu pun langsung menggangguk paham, dan ia tahu apa yang harus ia lakukan .
"Apa yang kau bisikan padanya Rey" Tuduh Adam, interaksi keduanya sangat mencurigakan dan Adam mencium sesuatu yang tak beres.
Dan benar saja, tak berapa lama Adam mulai merasakan ngantuk yang luar biasa, setelah Dokter cantik itu menyuntikan sesuatu kedalam.selang infusnya.
"Selamat beristirahat Tuan..." Rey tersenyum puas melihat sang atasan sudah mulai menyipitkan matanya, pertanda Pria tampan itu akan tidur dan tentu ia pun bisa beristirahat seraya menyiapkan mental untuk menghadapi kemarahan Tuan nya besok siang.
...*******...
" Oh God Aku melakukan nya lagi..." Ashlan yang baru bangun dari tidurnya, langsung mengumpati apa yang telah terjadi, kali ini ia bisa mengingat dengan jelas apa yang dirinya lakukan dengan Anna.
Percintaan nya dengan sang Istri masih terekam jelas di memory nya, bahkan aksi panas itu sampai terulang hingga 3 kali, entahlah apa karna efek dari alkohol atau ia sangat merindukan Anna hingga tampa lelah, ia menerjang sang Istri hingga terkulai lemas.
Ashlan memiringkan tubuhnya menghadap Anna, menyampingkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya nya itu, sangat terlihat jelas jika wanitanya kelelahan karna melayaninya tadi.
"Kenapa kau jadi seperti ini Alan, Apa kau memang mencintainya, bahkan sampai menghajar Adam ". Ashlan mengatakan itu di dalam hati, seraya menikmati wajah cantik Istrinya.
Dan Dia ingat dengan Adam, Pria yang telah ia hajar dan kini mungkin masih di rawat di rumah sakit, karna cemburu atau alan lain, dan mungkin Ashlan tau jawaban nya, meskipun ia masih mengelak dan tak terima.
__ADS_1
" Apa Kau menikmati nya semalam...!?".