My Dear Anna

My Dear Anna
Part 72


__ADS_3

"Tuan Ashlan tunggu..." Pria baya itu langsung mengejar Ashlan yang hendak pergi, namun sialnya ia malah menabrak seorang tamu.


"Maaf Nona Lisa.." Tuan Smith berucap maaf pada Wanita cantik yang ia tahu seorang model cukup ternama dan ia juga menjadi brand ambassador rancangan Zania.


Lisa hanya bisa tersenyum, mau marah juga tak mungkin tapi pakaian nya penuh dengan jus yang tumpah karna tabrakan tadi.."Pakaian Anda jadi kotor.." sesal Tuan Smith pada Lisa.


"Tidak apa Tuan, Saya akan kembali ke kamar untuk ganti baju.." Ucap Lisa dengan Tersenyum. ia sama sekali tak marah pada Tuan Smith.


"Tuan mengejar Siapa..?." Tanya Lisa. yang terus melihat Pria baya itu tengah mencari - cari seseorang


"Tuan Ashlan Nona..". Pria itu langsung menyebut nama orang yang ia, Dan Lisa yang mendengar nama yang tidak asing itu langsung menerka-nerka.


"Apa maksud Anda Ashlan Malik Abraham.??."


...Tink...


Ashlan dan juga Anna memutuskan untuk pergi, karna suasana hati Pria itu langsung buruk saat bertemu dengan Tuan Smith yakni Ayah dari Jessica, Kedua nya keluar dari lift dan menuju area basemen di mana mobil nya terparkir.

__ADS_1


Apa lagi Istrinya melarang untuk membalas Wanita kejam itu, tapi Ashlan tak mudah menurut begitu saja, ia melampiaskan kemarahannya dengan cara lain.


Membuat bangkrut perusahaan keluarganya.


"Kita mau kemana.." Tanya Anna. saat Suami nya sudah menyalakan mesin mobil.


"Jalan - jalan.." Jawab Ashlan, Pria itu membantu sang Istri untuk memasang sabuk pengaman seraya mengecup bibir sang Istri.


Wajah Anna langsung memerah, perlakuan Ashlan begitu manis, hingga di dada rasa nya ingin meledak. Dan kendaraan pun langsung melaju meninggalkan hotel.


"Malik....Tunggu...!". Teriak seorang Wanita cantik dengan terengah-engah, Namun seperti nya teriakan nya tidak terdengar karna kendaraan yang ia duga adalah milik sang mantan terus berjalan tanpa berhenti.


"Ada apa...". Tanya Ashlan.


"Seperti nya ada yang memanggil kita.."


"Itu pasti Tuan Smith lagi.." Ashlan ber-decih karena sebal dengan Pria Tua yang tak tahu diri itu.

__ADS_1


"Tapi itu Wanita Al, bukan Pria Tua tadi.."


"Wanita...?." Gumam Ashlan. Pria itu pun tak peduli dengan Wanita yang di sebut kan oleh Anna, dan dengan tenang melajukan kendaraan hingga sampai ke salah satu tempat Wisata terkenal di tempat itu.


Anna di gandeng mesra oleh Suami nya seraya menikmati pemandangan dan juga rekreasi bernuansa Alam, ada wahana juga di tempat itu namun pasangan itu tak sadar jika salah kostum.


"Apa ada yang aneh.." Tanya Anna. sudah berapa kali ia bertatapan dengan para pengunjung menatap dirinya seolah heran.


"Ya kamu lihat sendiri, kita berpakaian formal karna tujuan kita menghadiri pesta sedang kan mereka memakai setelan santai.." Ashlan tak risih sama sekali, toh dirinya tak membuat mereka rugi.


"Pantas saja..". Anna yang sudah paham hanya bisa tersenyum. dan Wanita itu pun juga memilih tak peduli, ada yang lebih penting yang harus ia nikmati, pemandangan indah yang menenangkan hati.


"Boleh kah kita bermalam di sini..". Anna melihat sebuah hunian yang biasa di sewakan dan entah kenapa ia merasa ingin menempati tempat itu yang begitu menarik perhatian nya sejak tadi.


"Tentu saja, Apa yang kamu mau sebisa mungkin Aku turuti.." Ashlan mengusap puncak kepala Istrinya. dan tangan yang satunya mengambil ponsel yang di saku.


"Bawa keperluan ku dan juga Istriku kemari.." Titah Ashlan pada orang kepercayaan nya di ujung telpon sana, namun orang itu bukan lah Nathan, semenjak insiden di Villa, ia tak memperkerjakan Nathan di sisinya, malah memberi sahabatnya itu untuk mengurus salah satu anak perusahaan nya di Negara I, yaitu Negara kelahiran Jonathan.

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban dari orangnya, Ashlan memasukan kembali ponselnya, sambil menggandeng lengan Sang Istri menyusuri jalan setapak hingga sampai di salah satu Villa.


__ADS_2