My Dear Anna

My Dear Anna
Part 34


__ADS_3

Dalam tidurnya, Ia bisa merasakan adanya sentuhan, lebih tepatnya, itu di area wajah, Apa kah ia bangun untuk melihat tangan siapa yang saat ini mengelusnya..?.


Tentu saja tidak, karna ia pun sudah tau Suami nya lah yang kini mengelusnya, "Apa kau menikmatinya semalam..!?". rasanya sudah tak tahan ingin membuka mulut, dan anehnya Anna malah bertanya seperti itu.


...Deg...


Secara otomatias Pria itu menghentikan apa yang tadi ia lakukan bahkan tangan itu masih berada tepat di wajah Istrinya, dan coba lihat wajah nya sudah memerah karna sudah terpergok, mengelus sang Istri.


"Al.. apa kau menikmati nya semalam". Anna mengulang ucap nya, masih dengan posisi yang sama, mereka begitu dekat hanya menyisakan 5 jari di antara keduanya.


" Aku tak ingat.. ". Kilah Ashlan


"Apa ...!. Tak ingat..!. Aku tak percaya itu". Ucap Anna sedikit kaget. tentu saja Ia tak mempercayainya dengan jawaban Suaminya. "Bahkan sampai tadi pagi pun Kau masih bergerak di atas tubuh ku. Sampai 3 kali kau mengeluarkan benih mu di dalam...".


" Lalu...!?". Tinggi sekali ego Pria ini, meskipun Dia ingat tetap saja tak mau ngaku, entah Dia masih marah atau memang malu saja untuk mengakui.


"Aaaaarhg kenapa Pria ini sangat menjengkelkan. Lihat...!. Dia malah pergi ". Mata nya membulat dengan sempurna dengan santainya Pria itu berjalan tampa busana. Dan Dia bilang 'tidak ingat'...!.


"Lalu... bagaimana kalau Aku hamil Anakmu". Merasa tak puas dengan jawaban Ashlan , Wanita cantik itu langsung mengejar ke arah kamar mandi.


"Kamu Istriku..!. Lalu apa yang Kamu khwatirkan".


"Tentu saja karna Kamu tak ingat saat kita melakukan itu". Ucapan Anna begitu menohok, tentu Wanita itu sangat khawatir jika nanti memiliki Anak, akan di perlakukan sama seperti ini.


"Kau perlu mandi..." Ashlan menarik Anna untuk mandi bersama.


Tubuhnya masih memantung saat berada di dalam bilik kamar mandi bersama Suaminya, ini kali kedua baginya, apa Anna senang..! tentu saja 'Iya', Jika sering seperti ini mungkin Wanita akan percaya jika cintanya tak bertepuk sebelah tangan.


"Alan... Aku ingin membicarakan satu hal..!?".


"Kau bilang apa?.. ". Ashlan yang tengah memakai air yang keluar dari shower, tak mendengar jelas apa yang di katakan Istrinya.

__ADS_1


Anna menggeleng, sebagai tanda Ia tak akan mengulang apa yang ia ucapkan. Tadi nya ia ingin menanyakan perihal kejadian saat di Villa, dan itu terjadi sebelum mereka menikah dan menyebabkan hubungan mereka sedikit renggang hingga sekarang.


Bahkan untuk melakukan hubungan layak Suami - Istri bisa terhitung dengan jari, itu pun saat Ashlan tengah mabuk, dan sayang nya Pria itu tak mengingatnya.


...**********...


"Apa kita akan pulang sekarang...!?" Tanya Anna. Ashlan dan juga dirinya kini melakukan hal yang sama, yaitu memasukan barang bawaan ke dalam koper.


"Iya.. kita chekout hotel hari ini".


Bukankan kedatangan Suaminya kemari untuk urusan bisnis, apa sudah selesai begitu saja,. "Apa urusan bisnis mu dengan Tuan Adam sudah selesai".


Ashlan mendelik kesal ke arah Istrinya, bagaimana bisa Wanita ini dengan enteng nya menyebut Pria yang telah menyentuh Istrinya semalam.


" Hey... ada apa dengan tatapan nya itu..!. Apa aku salah bicara".


"Hari ini Akan ada orang yang akan menjemputmu..! jadi bersiaplah". Pria itu menjawab dengan nada yang dingin, tentu ia kembali mengingat apa yang terjadi semalam.


" Ya... Kau akan pulang lebih dulu ke Negara T. dan ingat saat Aku tidak ada jangan pernah mencoba lebih dekat dengan Nathan". Ucap Ashlan bernada tegas, bahkan saat di sana, ia akan melakukan pengawalan yang kuat untuk sang Istri.


"Al... Aku mencintaimu..! Apa kau masih tak percaya.." Anna memandangi Suaminya dengan tatapan yang sendu, bukan mengamati apa yang tengah di lakukan Ashlan, tapi...! Apa Suaminya masih tak percaya dengan perasaan nya ini.


"Tidak... ". Ashlan masih tak yakin dengan apa yang ia rasakan atau yang Wanita nya ucapkan, di saat ia ingin membuka hatinya, pasti selalu saja ada halangan dan juga cobaan, mesti cobaan itu tak terlalu berat untuk di pikul.


Mungkin Pria itu harus mengambil dan juga menerima tentang perasaan Istrinya, atau juga harus percaya, namun Ashlan masih berperang dengan egonya, meskipun di dalam hati sudah terukir nama Anna, namun Pria itu masih mengelak atas apa yang ia rasakan, mungkin ia perlu waktu.


Dari dalam ruangan, keduanya dengan jelas mendengar bunyi bel. "Biar Aku yang membuka nya". Tawar Anna.


"Tidak... ". Ashlan langsung menyela cepat, Pria itu tahu siapa tamu yang datang. " Duduk manis disini, dan jangan coba untuk kemana - kemana...paham..!". Anna mengangguk paham, tentu ia tak mengerti apa alasan Suaminya melakukan ini.


Tangan kanan nya memutar knop pintu, dan sosok tamu yang ia lihat, adalah orang yang membuat nya kesal hingga saat ini, Ashlan langsung menutup pintu, dan berniat berbicara di luar saja.

__ADS_1


"Aku ingin meminta maaf dengan mu dan juga Istrimu Alan..." Ya... orang itu adalah Adam, Pria mabuk yang telah mencium Anna semalam.


"Cukup dengan ku saja".


Adam paham, Ashlan pasti tak membiarkan dirinya bertemu dengan Anna, padahal dia dengan niat tulus ingin meminta maaf pada wanita itu, meskipun sedikit memastikan suatu hal.


"Kita berbicara di tempat lain". Ajak Ashlan.


Dan disinilah mereka berada, sebuah restoran yang ada di dalam hotel, seraya menikmati makanan nya, Ashlan membiarkan Adam untuk mengoceh, dan tentu Pria itu terus meminta maaf, apa ia mendengarkan..! tentu saja iya, karna kedua gendang telinganya masih berpungsi dengan baik, sesekali ia menatap iba, pada wajah sahabatnya ini, banyak luka lebam, dan itu karna ulah nya


" Waiter.....". panggil Ashlan.


Seorang pelayan yang di panggil langsumg datang menghampiri. "Iya Tuan, apa ada yang bisa saya bantu". Pelayan itu langsung menawarkan jasanya.


" Tolonh buatkan pesanan yang sama seperti ini" Ashlan menunjuk semua hidangan yang ada di atas meja. "Dan tolong antarkan ke kamar 108".


Bisa terlihat pelayan itu mencatat pesan nya, di buku kecil. "Ada tambahan lain Tuan..!?"


"Tidak..". Tak lupa Ia memberi tips untuk si pelayan yang tampa henti tersenyum itu.


"Trimaskih Tuan. Presidential Suite Room no 108, pesanan Anda agar segera kami antar" Setelah mengatakan itu pelayan pun pamit.


"Apa itu untuk Istrimu" Tanya Adam.


"H'm...." Sudah tau malah bertanya Pria yang satu ini, dan yang jelas Ashlan masih kesal, saja, padahal sudaj tak terhitung sudah berapa kali Adam meminta maaf.


"Alan aku sungguh menyesal, telah menyentuh Istrimu semalam".


" Berhentilah mengoceh dengan kata yang sama, apa kau tak lapar". Ashlan mendorong makanan yang belum iya sentuh untuk sahabatmya ini.


"Apa kau pikir Aku bisa enak makan, saat melihat sahabat ku marah seperti ini".

__ADS_1


"Coba Kau pikir, Suami mana yang tak marah jika Istrinya di sentuh Pria lain". Seketika etika di meja makan hilang saat amarah melanda Ashlan, makanan yang ada di mulut pun sedikit berhaburan keluar, karna nada bicara sudah naik beberapa oktaf.


__ADS_2