My Dear Anna

My Dear Anna
Part 27.


__ADS_3

Seakan berlari, hari berganti menuju petang dengan cepat dan langit pun menghiaskan semburat cahaya berwarna jingga, hingga tak lama gelap nya malam sudah menyapa para penduduk bumi.


"Apa yang ia lakukan disana". Kepala nya sampai berdongkak ke atas, melihat sosok tampan yang berdiri di tepi balkon. "Ley Aku baru tahu, bahwa Kakak mu ternyata perokok". Anna yang baru saja tiba dengan Ashley di Mansion setelah tadi keluar sekedar mencari udara segar dan sedikit kudapan.


"Dia seperti itu, saat sedang dilema...". Ashley sampai ikut mendongkak, namun yang sendang di perhatikan terus saja melanjutkan apa yang di lakukan saat ini.


Ashlan tak sadar jika sedang di perhatikan kedua Wanita cantik di bawah sana, ia masih asyik melamun seraya menghisap rokoknya, hingga cukup lama dan entah sudah berapa batang ia sesap barang itu.


"Merokok tak baik untuk kesehatan...!". Sebuah nasihat terdengar di telinga Ashlan, seorang yang sejak tadi ia lamunkan kini berdiri di hadapan nya.


Entah dengan tujuan apa Wanita itu datang dengan pakaian seperti itu, hingga berulang kali Ashlan menelan susah selivanya, rasanya ada desakan yang mencekat di bawah sana lagi.


"Apa pedulimu...". Pria itu berucap sangat dingin, dan tentu saja ia berusaha mengalihkan perhatian nya pada sang Istri yang kini tengah menggoda nya lagi.


"Aku Isrtri mu, tentu saja Aku peduli..". Dengan keberanian tinggi Anna melingkarkan kedua lengan nya di dada Suaminya, meskipun saat ini, Pria itu terus saja memunggunginya, menatap halaman yang berhias lampu.


...Deg....


Tangan Istrinya, lambat laun semakin turun hingga desiran lagi - lagi menyerang inti sari dari tubuhnya saat ini, hingga benda tak bertulang itu, kembali tegak karna tangan jahil Istrinya.


"Anna hentikan...". Suara yang terdengar tertahan membuat Istrinya tersenyum jahil, dan dengan sengaja, tangan langsung menelusup ke dalam boxer, memainkan sesuatu yang bisa membuat nya merem melek sepanjang malam.


"Sudah ku bilang hentikan...". Pria itu langsung berbalik, dan mencekal kedua pergelangan Istrinya ke atas, dan apa yang yang pertama kali kornea matanya tangkap, adalah sesuatu gundukan kenyal yang sedang berlomba keluar dari sarangnya, begitu padat dan juga berisi.


Dan lagi, ketika egolah mengalahkan segalanya, Tatapan yang tadi berbalut gai*rah kini berubah menjadi dingin, Anna tak habis pikir, kenapa begitu susah menggoda Suaminya sendiri. "Kenapa tak kita cicil, keponakan untuk adikmu". Anna sudah siap untuk mengandung dan melahirkan keturuan bagi keluarga Suaminya.

__ADS_1


"Jangan bermimpi, Aku kembali menyentuhmu, setelah apa yang telah kau lakukan padaku waktu itu". Ashlan mendorong tubuh Istrinya, meninggalkan Wanita cantik berpakaian hot itu, ke bilik kamar mandi. Dan tentu saja, ia akan kembali bermain solo karir karna ulah Istrinya.


"Aku sudah menjelaskan semuanya Alan, dan Aku tak ingat apa yang terjadi, saat itu Aku mabuk". Wanita itu sedikit berteriak karna Ashlan sudah menjauh bahkan saat ini sudah menghilang di balik pintu.


"Sebenarnya, Apa yang terjadi dengan ku malam itu, dan apa yang Alan lihat, hingga sampai detik ini Dia masih sebenci itu". Anna bermolog sendiri, mencari sebab akibat perubahan sikap Suaminya. "Aku harus mencari tahu". Setelah pulang ke negara T, ia berniat menemui Jonathan dan mempertanyakan apa yang telah terjadi saat di danau.


...*******...


"Dimana Malik, Sayang.." Tanya Mam Dilla, saat melihat hanya menantu saja yang menuruni tangga.


"Dia masih di kamar mandi Mam". Anna terus mengumbar senyum nya, meskipun jauh disana, saat ini ia tengah menahan sedih. "Nanti biar Anna saja, yang mengantar makam malam untuk Alan saja Mam". Ucap Anna, karna memang itu yang di perintahkan oleh Suaminya.


" Lho kenapa". Mam Dilla merasa heran, baru kali ini Putranya memilih makan terpisah.


"Seperti nya Alan sakit perut Ma..!" Terbukti Pria itu cukup lama berada di kamar mandi, entah apa yang Ashlan lakukan dan yang Anna pikirkan, Suaminya sengaja menghindarinya.


"Mam Aku sudah lapar nih.." Ashley protes, karna cacing nya pun sudah sejak tadi berdemo, meminta asupan.


"Tunggu Kakak mu Ley". Ucap Tuan Abraham, ia pun sama sudah merasa lapar, namun Putranya tak kunjung turun.


"Nanti biar Anna saja yang mengantar makan malam ke atas ya". Bujuk Anna lagi, dari pada keluarga Suaminya terus menahan lapar.


"Yang Kakak ipar bilang itu benar Mam. Lagian kita semua sudah sangat lapar, mau sampai kapan kita menunggu Pria boxer itu turun". Meskipun Ashley sudah sangat lapar tapi tetap saja ia tak ingin makan mendahului anggota keluarga yang lain.


"Biar Mama susul". Mam Dilla beranjak dari kursi, dan langkahnya terayun menapaki puluhan anak tangga, yang akan mengantar nya ke lantai dua, di mana kamar Putra sulung nya berada.

__ADS_1


Tepat 5 menit, Wanita yang masih cantik di usianya yang tak lagi muda itu, kembali, membawa Ashlan yang hanya menggunakan celana boxer.


"Apa Mama langsung menyeret Putramu dari kamar mandi". Tuan Abraham berkomentar dengan pakaian yang di kenakan Putraya, kaus hitam dan celana boxer, melekat di tubuh kekar Ashlan.


"Tentu saja..." Wanita paruh baya itu langsung duduk di kursi nya semula, setelah drama menggedor pintu kamar mandi Putra sulung nya.


Dan makan malam pun, secara resmi di mulai, tak ada perbincangan dari keluarga itu, semuanya tampak menikmati hidangan yang ada di atas meja, kecuali satu orang, Pria yang tertahan has*rat nya itu, merasa nyeri di bagian kepala, dan itu semua ulah Kedua Wanita berbeda generasi yang satu menggoda dan yang satunya lagi mengganggu aktivitasnya di kamar mandi.


"Apa makanan nya tak enak". Anna bersuara saat melihat isi piring Suaminya masih terlihat banyak, sedang kan yang lain sudah hampir tandas, terkecuali Ashley adik iparnya, itu adalah piring kedunya, Gadis itu makan banyak, tapi badan nya tetap saja ramping.


"Makan nya enak ko Sayang.". Ashlan tersenyum, tentu saja itu hanya Acting, tak mungkin kan ia membiarkan keluarganya tahu, bahwa rumah tangga nya tengah di landa konflik.


"Kalau begitu cicipilah ini". Anna menyendokan udang asam manis ke piring Suaminya. "ini enak.." Wanita itu memuji rasa dari udang tersebut.


"Jangan...". Semua orang berseru bersamaaan, bahkan Ashley ikut bersuara. "Dia alergi seafood Anna". Ucap Mam Dilla memberi tahu.


"Maaf Aku tak tahu...". Terliahat wajah itu nampak kecewa.


"Tak Apa Sayang. Kamu harus lebih mengenal Suami mu ini". Ucapan yang begitu lembut, seraya mengelus pipi sang Istri. Anna meleleh, andai saja Pria itu tak bersandiwara, pasti ia akan sangat bahagia.


"Aaahhhh, kalian ini..". Mam Dilla ikut senang melihat Anak dan menantunya tampak romantis, apa lagi setelah kejadian hari pernikahan mereka kemarin, Putranya menghilang tampa kabar saat itu, dan semua itu masih menjadi misteri sampai saat ini.


"Mama punya hadiah untuk kalian, terutama untuk mu Sayang". Mam Dilla menunjuk Anna, dan memberikan sebuah poto pada menantunya itu.


Dan reaksi Anna mengejutkan semua orang setelah melihat isi poto yang di perlihatkan oleh Mama mertuanya yang cantik itu.

__ADS_1


...********...


...~Jangan lupa beri like dan juga koment nya ya~...


__ADS_2