My Dear Anna

My Dear Anna
Part 47


__ADS_3

Terdengar suara tawa yang begitu renyah, tentu saja itu berasal dari Anna, ia tak sengaja mendengar ucapan dari pengawal yang ada di belakang nya.


Ke 4 Pria bertubuh tegap itu melongo tak percaya, bahkan semuanya tampak berhenti dan menatap ke arah Nona nya yang masih tertawa. "Seperti nya Nona emang amesia". Celetuk salah satu nya, seraya menggeleng kepala.


Tentu ini kali pertama nya mereka melihat Nona muda nya tertawa seperti ini, sumpah demi apa, mereka tak hanya bingung namun terpesona, seakan tersihir hingga sebuah lengkungan kecil menghiasi wajahnya.


"Apa Aku memang benar - benar mirip dengan Nona Evelyn". Tanya Anna, ia berucap di iringi tawanya.


"Bukan mirip lagi Nona, tapi Anda terlihat sama persis". Mirra pun menjawab pertanyaan dari Anna, tentu perkataan itu di dengar oleh ke 4 pengawal, semakin di buat bingung saja mereka ini.


Lalu yang di depan nya ini siapa?. Kalau bukan Nona muda nya yang galak, dan satu hal yang baru mereka sadari, wajah sudah terlihat sama persis yang membedakan hanya tampilan juga sifatnya, semua itu sangat berbeda jauh.


"Dia adalah Nona Anna, saudari kembar dari Nona Evelyn..," Akhirnya Mirra pun menjelaskan siapa Wanita yang memiliki kemiripan yang luar biasa dari Nona nya.

__ADS_1


Ke 4 orang itu menunduk hormat seraya memperkenal kan diri, namun mereka masih tidak percaya jika Nona Evelyn memiliki saudari kembar, pasalnya mereka sudah cukup lama mengabdi di keluarga Brox, tapi tak mendengar jika Tuan nya memilikinya Putri kembar.


"Nona apa Anda yakin ingin ke Danau dengan berjalan kaki..". Sekali lagi Mirra memastikan, sebelum mereka terlanjur jauh, dan masih dekat untuk mengambil kendaraan khusus.


"Tentu saja, lebih enak berjalan kaki, Apa lagi suasana di sini sangat nyaman untuk menenangkan pikiran". Jawab nya. Wanita itu terus saja mengedarkan pandangan, tak berhenti nya ia kagum dengan pemandangan yang ada di Mansion.


"Apa Anda yakin". Lagi - lagi Mirra memastikan.


"Justru yang Saya takutnya kan jika Nona akan merasa lelah, karna lokasi untuk ke Danau masih cukup jauh".


"Tidak apa, Aku lebih suka berjalan kaki".


" Baik lah Nona Saya tidak akan memaksa Anda". Anna dan yang lain nya kembali melanjutkan perjalanan, mungkin sepanjang jalan terus di suguhi pemandangan indah, hingga tak terasa ,20 menit pun telah berlalu.

__ADS_1


"Wah... apa itu Danau nya". Lagi - lagi mata nya di manjakan dengan pesona alam, dari jauh ia bisa melihat tempat itu.


"Tempat ini lebih cocok jadi tempat rekreasi dari pada di sebut sebuah hunian". Celetuk Anna, tak hanya rumah nya saja yang besar namun pekarangan nya pun tak kalah besar.


"Ini menjadi tempat favorit bagi seluruh penghuni, termasuk Saya Nona, bahkan mata air di danau ini langsung dari gunung".


"Pantas saja air nya sangat jernih, Apa ini bisa di minum juga". Tanya Anna, tangan nya sudah menangkap air dengan kedua telapak tangan nya, sudah sangat siap untuk ia tengguk terlebih lagi ia sudah sangat haus.


Tak harus mendengar jawaban nya pun Anna sudah tau, para pengawal nya pun sudah melakukan itu. " Ahhhhk segarnya".


Setelah puas menikmati indah nya Danau akhirnya Anna memutuskan untuk kembali karna hari mulai beranjak sore, dan di ikuti seluruh pengawal nya.


Namun mereka tak menyadari sesuatu, jika sejak tadi mereka telah di awasi dengan sekumpulan orang yang seperti Inya berniat jahat. ". Tembak mereka".

__ADS_1


__ADS_2