My Dear Anna

My Dear Anna
Part 32


__ADS_3

Merasa sesak dan juga bosan, meskipun kamar yang ia tinggali, sangat lah luas dan juga nyaman, di lengkapi fitur canggih bahkan tontonan internasioanal.


Tapi tetap saja. seorang diri di kamar pasti akan merasa jenuh bukan!. Demi menghilangkan rasa bosan nya, Wanita cantik itu pun berakhir di balkon sebuah restoran tepat nya area pembatas, ia menikmati waktunya sejak tadi.


"Apa Saya boleh ikut bergabung....!?". Dari suaranya, terdengar seorang laki - laki.


Kepalanya sampai menoleh ke asal suara. "Lagi"..Dahi nya sampai mengkerut, Pria asing yang entah datang dari mana kini menyapa nya lagi. Ini kali ke tiga nya Anna mendengar sapaan seperti barusan.


"Maaf Saya sudah menikah". Akhirnya kata keramat pun langsung ia utarakan, karna kata ini lah yang berhasil membuat Pria sebelum nya pergi, dan lagi ia memperlihatkan cincin di jari manis sebagai buktinya.


Mendengar jawaban seperti itu, Pria dengan tampilan casual hanya tersenyum. "Itu tak masalah". Alis Pria itu sampai naik turun dengan tatapan menggoda. "Tentu itu lebih menantang bukan..!?".


"Ck...". Anna memutar bola mata nya jengah, Ya ampun rasanya ia ingin sekali menendang area sensitif Pria itu, ternyata Pria yang satu ini tak mudah untuk di usir ya!.


"Dan apa tadi dia bilang 'Menantang', apa ku hajar saja dia..!". Menurutnya, Pria yang ada di depan nya ini, memang pantas untuk di hajar.


Anna merasa sangat terganggu, tapi tetap saja, meskipun ia sudah geram dirinya mencoba untuk menahan untuk tidak mengundang keributan yang tentu dari hasil ia menghajar Pria yang ada di depan nya ini.


"Hey.... Anda mau kemana Nona". Dengan sangat berani, Pria yang belum di ketahui nama nya ini, mencengkal pergelangan tangan Anna yang hendak pergi. "Kita belum berkenalan.".


Bukan nya menjawab Anna yang semakin geram dengan tingkah Pria kurang ajar ini, melepas genggaman itu dengan kasar dan batas kesabaran nya tinggal menipis.


"Ternyata kau Wanita yang cukup galak ya". Sadar sudah di perlakukan kasar tak membuat Pria yang satu ini, menyerah untuk mendapat kan Anna. "Aku hanya ingin berkenalan dengan mu Nona dan tentu ingin mengenalmu luar dan dalam..".


Oh God semakin habis saja kesabaran nya ini. "Jangan lancang ya Tuan, atau Saya akan teriak". Ucapan yang bernada tegas dan sedikit mengancam.


Apakah Pria itu paham apa maksud Anna..?. Tentu Iya, tapi ia tak mau kehilangan sosok wanita cantik seperti Anna, dan dengan sangat lancang nya, Pria ini malah menarik lengan Anna hingga kini ia apit di pagar bembatas. "Sayang,, kau Wanita cantik yang galak".


...Buuugh....

__ADS_1


Kaki kanan nya kini sudah berhasil medarat dengan sempurna, bisa di dengar Pria yang tadi mengapitnya sudah meringis dan tentu menahan sakit, apa kah itu pecah..?. Anna tak peduli.


" Si*alan Kau ..". Sambil melotot Pria itu mengumpat Anna, yang berani menendang aset berharga nya, dan tentu Pria ini sangat lah marah dan ingin membalas Anna.


"Aaarg ....". Belum 2 langkah ia menghampiri Wanita yang telah membuat nya sakit bukan kepalang, ia malah mengaduh merasakan sakit di tempat lain, dan itu ada di bagian telinganya.


"Apa kau sudah bosan hidup...!?".. Dari ucapan nya terdengar sangat marah.


" Kau...". Tunjuk Pria itu, dan tangan satunya masih mengusap telinganya yang terasa sakit. Dia sangat mengenal Siapa Gadis yang telah menjewernya ini. "Sedang apa kau disini".Hardik nya.


" Diam kau.." Wanita itu langsung menyikut dengan kasar, tatapan nya sangat tajam dan begitu menusuk. "Maaf Nona apa Kakak ku mengganggu Anda". 180° Gadis itu langsung berubah sikap bahkan Dia sampai membungkuk hormat pada Anna.


"Tolong maafkan Kakak Saya Nona". Dia sampai mengulang ucapanya, karna tak ada respon dari Wanita, yang ia tahu siapa..!.


"Ingrid... Kenapa kau malah meminta maaf padanya, apa Kau tau apa yang telah dia lakukan pada Kakak mu ini".


" Tapi~..."


"Diam lah.. atau kita akan celaka". Kecam Ingrid lagi.


Anna yang tadi di buat kesal, sekarang malah di buat bingung, seorang Gadis datang tiba - tiba bersikap aneh, bahkan Dia terlihat menyegani dirinya. Entah lah Anna tak peduli


"Tak masalah, Saya harap kita tak bertemu lagi..!".


"Tentu Nona, Saya akan menghukum sendiri Kakak saya, jadi Nona tak perlu khwatir". Ada rasa lega di hatinya, dan urusan sang Kakak, akan ia urus nanti, karna kebodohan nya, bisa membuat keluarga nya celaka.


" Apa kau gila meminta maaf pada Wanita itu, apa kau lupa kita ini siapa Ha..". Pria itu masih tak terima bahkan Wanita incaran nya mulai pergi.


"Kau yang gila, jika Aku tak datang mungkin malam ini lah, hari terakhirmu melihat dunia".Pria itu melongo tak percaya dengan apa yang ia dengar.

__ADS_1


"Memang siapa Dia..??"


Masih terdengar perdebatan kedua bersaudara itu, tapi Anna tak peduli, lebih baik kembali ke kamarnya, dan mungkin Suami nya telah kembali.


Langkah terhenti di pintu lift dan kini ia telah menaiki kotak besi itu, menuju lantai dimana ia dan juga Ashlan menginap.


...Tink...


Pintu secara otomatis terbuka, dari tempat ia berdiri bisa terlihat jelas di antara lorong hotel ada seorang Pria berjas hitam, dan tampak mabuk.


Setiap langkah nya sangat di buat waspada, apalagi mengingat kejadian beberapa saat lalu, Pria hidung belang memang menyebalkan, apa lagi ini, Anna berhadapan dengan Pria yang tengah mabuk. Dan benar saja, baru beberapa langkah ia melewati Pria mabuk ini, tangan nya sudah di cekal. Sepertinya ini adalah hari sial untuk Anna, Pria ke 4 kini menganggunya.


"Sudah ku duga ini benar kau". Pria ini meracau, tatapan nya begitu sendu saat melihat Anna, dan sayang nya itu bukan lah Ashlan.


" Tuan lepas..." Anna memberontak dan sedikit berteriak, dengan tenaga extra ia berhasil lepas, dan bersiap untuk lari.


...Greeb...


Tubuhnya sudah terpaku, karna sebuah pelukan kini menguasai dirinya. "Kali ini Aku tak akan melepaskan mu Eve...".


"Tuan lepas... Aaaarg,.... Ehmmmmm.... Tolong.....". Dan akhirnya Suara Anna terdengar melengking, beharap para penghuni kamar keluar dan membantunya. Bukan hanya memeluk bahkan Pria ini berani mencium bibir nya.


" Aku merindukan mu Ev ".


" AAAARGH ... TOLONGGGGGGG"...


"Berani Kau menyentuh Istriku". Setelah menarik sang Istri, tangan yang sudah terkepal kini membabi buta mengahajar Pria yang telah berani menyentuh Istrinya.


TBC..

__ADS_1


__ADS_2