My Dear Anna

My Dear Anna
Part 22


__ADS_3

Tak ada sedikitkpun rona kebahagiaan pada kedua mempelai itu, sebagaimana pasangan pengantin pada umum nya.


Hanya terlihat senyuman semu ketika para tamu undangan mengucapkan kata selamat untuk kedua mempelai, itulah yang terlihat dimata Anna.


Selain mengucapkan Janji Suci tadi, tak ada percakapan lebih yang di ucapkan Ashlan, Anna seakan tak mengenal Pria yang sudah menjadi Suami nya ini, Pria tampan itu terus saja acuh padanya.


"Selamat untuk pernikahan kalian". Ucap Jonathan dengan tulus memberi selamat, ia merangkul 'atasan plus sahabatnya itu.


Meskipun ada ribuan jarum yang menusuk hati saat ini, melihat Wanita yang ia cintai bersanding dengan orang lain.


Ashlan membalas rangkulan dari Jonathan, meskipun tak sedikit ia masih begitu enggan untuk menerima nya, hati nya masih terasa ngilu saat mengingat itu.


"Trimakasih sudah datang Mal..". Jonathan menepuk bahu Ashlan, Pria tampan itu pun turut andil membujuk Ashlan, untuk tidak membatalkan acara pernikahan yang sudah di gelar sangat mewah, bukan hanya dana yang cukup pantastis yang akan sia sia, namun keluarga besar Abraham pun akan menanggung malu, jika pernikahan sampai batal.


"Kau harus tahu hanya Kau yang Anna cintai...!". Tak bosan - bosan nya Pria itu mengulang ucapan nya. Jonathan merasa sangat bersalah pada Ashlan hanya demi ego dan Wanita, ia mempertaruhkan orang yang telah berjasa selama ini di hidupnya, Ia tahu Ashlan masih kecewa, bisa terlihat Pria itu tak mengucapkan sepatah kata pun padanya.


Tapi dengan datang nya Ashlan pada pernikahan yang sudah di siapakan oleh keluarga Abraham, sudah lebih dari cukup membuat nya merasa lega, setidaknya sedikit mengurangi rasa bersalah nya.


"Jangan perlihatkan wajah murung mu ini". Jonathan mengusap lembut pipi Anna. "Tersenyumlah ini hari bahagia kalian" Setelah memeluk sang mempelai wanita, Pria yang terus mengukir senyum pun melepas cinta nya dengan ikhlas.


"Berbahagialah". Jonathan turun dari podium, mempersilahkan tamu undangan lain untuk melakukan hal yang sama, seperti dirinya.


_


__


_


Waktu pun terus bergulir, setelah serangkaian acara yang menguras tenaga, akhirnya telah usai, dan disini lah Gadis cantik itu berada, sebuah kamar yang sudah di hias sedemikian rupa, yakni kamar pengantin nya dengan Ashlan.


Masih terbalut gaun indah, Anna masih menatap pantulan dirinya di depan cermin seraya menghapus sisa make up yang masih menempel di wajahnya.


"Apa yang harus Aku lakukan, agar Alan mau berbicara dengan ku" Anna terus bermonolog sendiri, sampai detik ini Suaminya masih belum datang.

__ADS_1


"Akan ku tunggu sampai kau datang". Seraya duduk di ranjang pengantin, pandangan nya terus berpusat ke arah pintu.


Gadis itu terus melirik jam dan juga pintu secara bergantian, namun waktu yang sudah menunjukan tengah malam Suaminya masih tak kunjung datang.


Detik itu juga tangis Anna pecah di kamar itu, ia meremas kain tebal yang menyelimutinya. "Apa yang harus Aku lakukan"


" Anna... !.Kenapa kau tak mengingatnya". Anna terus memukul kepalanya sendiri, berharap ia mengingat kejadian nya saat mabuk.


"Apa terjadi sesuatu antara Aku dan Kak Nath..!?". Anna masih berpikir keras, berharap sepotong Memory bisa muncul di benaknya.


Dan seseorang yang Anna tunggu kehadiran nya sampai detik ini, masih meneguk minuman nya di salah satu Club ternama.


Pria itu begitu enggan untuk menghabiskan malam pertamanya dengan sang Istri, rasa kecewa karna terkhianati membuat ia masih betah berada di tempat yang di kenal dengan dunia malam.


Apalagi saat di pelaminan tadi, lagi dan lagi ia merasa cemburu pada Jonathan. "Sudah berapa kalian berhubungan..!." Racau nya seraya meneguk minuman.


" Apa ini benar Kau..".Seorang Pria menepuk bahu Ashlan. Ini benar kaub Alan..!?". Gio mengulangi ucapan nya, ia nampak tak percaya bisa bertemu dengan teman nya ini.


Pembisnis dari Negara T itu, sangat susah untuk di bawa hura hura, Apalagi ke tempat seperti ini.


"Bukan urusan mu". Ashlan kembali meneguk minuman nya hingga tandas.


" Cukup Ashlan.. kau sudah sangat mabuk..".Gio merebut botol yang hendak di tuang ke dalam gelas. "Sebenarnya apa yang terjadi". Pria yang masih berpikir jernih itu pun duduk di kursi bar.


"Berikan itu...". Alih alih menjawab pertanyaan Gio, Pria tampan itu malah berteriak sambil merebut minuman nya.


" Apa kau seperti ini, karna kejadian 2 hari lalu saat di Villa". Tanya nya lagi, Gio masih penasaran dengan apa yang terjadi pada teman nya ini.


"Bukan urusan mu..". lagi lagi Ashlan berteriak tak berselang lama Pria itu langsung terkapar.


" Ck...menyusahkan..". Gio melingkarkan lengan Ashlan ke bahunya, memapah Pria itu, dimana mobilnya terparkir.


**** Tink....

__ADS_1


Tepat pukul 2 dini hari, seorang Gadis cantik yang baru saja terlelap kembali mengerejapkan mata nya.


Suara notifikasi yang terus berulang, membuat Ashley terbangun karna rasa penasaran, tangan nya langsung terulur ke arah nakas dimana ponsel nya berada.


"Oh God,.! Apa ini benar dia..". Dahi Gadis itu terlihat mengkerut, seraya melihat lebih jeli beberapa foto, yang di kirim dari seorang Pria yang belum lama ia kenal.


" Kakak mu mabuk ..! Sekarang ada bersamaku..". Isi pesan yang di dapat Ashley berikut beberapa foto yang di kirim oleh Gio.


Setelah membalas pesan dari Gio, kaki nya perlahan menuruni ranjang tujuan nya saat ini adalah memastikan Kakaknya Ashlan, di mulai dari kamar yang Pria itu tempati.


"Kakak ipar....". Dengan berbalut mantel, Ashley terus menggedor pintu. " Kak...." Gadis itu cukup lama menggedor pintu, namun tak kunjung terbuka.


Tink...


Ponsel nya kembali berbunyi, notif dari Gio lagi. "Cepat sekali sampainya.". Sambil terus menggendor pintu, Ashlel berbalas pesan dengan teman Kakaknya.


Ceklek.


"Alan...". Ucap Anna saat pintu terbuka. "Ley..". Ralat nya. ia pikir Suaminya yang menggedor pintu ternyata adik Iparnya.


"Kakak ku tak ada dalam kan..!?". Tanya Ashley memastikan.


Anna menggeleng lemah. "Aku tak tahu dia dimana Ley". Wanita itu kembali berkaca kaca.


"Ikut Aku...!". Ashley langsung manarik tangan kakak Iparnya, menyusuri lorong hotel, membawa Anna ketempat Gio berada.


**


***


****


...~Maaf banyak typo yang bertebaran dimana- mana....

__ADS_1


......~Jangan lupa tinggal kan jejak ya........


__ADS_2