My Dear Anna

My Dear Anna
Part 75


__ADS_3

Di saat kedua insan yang memiliki romansa dari masa lalu berseru tegang dengan pernyataan nya, di sisi lain Anna menangis terisak saat mendapat kan kesadaran nya kembali.


"Anna Sayang kamu kenapa.....!?". Sang Suami langsung datang saat mendengar Istri menangis dengan pilu.


Tak ada jawaban dari Anna, ia masih terisak dengan segala pemikiran nya, tatapan nya tertuju pada Wanita cantik yang kini ia tahu Siapa?.


"Kak Lisa..." Lirih nya yang hanya ke.cu.mik yang bisa di lihat oleh Ashlan dan juga Lisa.


"Ann Sayang kamu kenapa Sayang..?, kepala mu sakit lagi, Aku panggilan Dokter ya..!?". Tanya Ashlan yang begitu cemas. namun gelengan kepala lah yang Wanitanya perlihatkan.


"Aku mau pulang Al...".


"Mau pulang..!." Tanya nya memastikan, dan sebuah anggukan pun di perlihatkan di sela Isak tangis nya. Ashlan langsung merongoh saku celana dan mengeluarkan benda pipih itu. "Urus kepulangan ku dengan Istri ku secepatnya nya ke Negara T.". Titah nya.


"Mal.. biarkan Aku ikut kalian yah..." Lisa yang melihat betapa sayangnya Mantan pada Adik tirinya itu, hanya bisa pasrah, apalagi Psikis Anna seperti nya terguncang, meskipun berat namun saat ini ia hanya ingin memastikan jika Anna bisa lebih baik.


"Bagaimana Sayang, kakak mu ingin ikut kita kembali ke Negara T, apa boleh...". Ashlan justru menyerah kan jawaban nya pada Istrinya.


"Tentu saja Kak, Aku lebih senang jika kakak bisa ikut kami ke Negara T..." Lisa dan Ashlan memandang satu sama lain, bagaimana Anna bisa memanggil nya dengan sebutan Kakak atau jangan-jangan, ingatan nya sudah kembali.


"Ann kamu ingat kakak mu.." Tanya Ashlan.


Anna mengangguk membenarkan pertanyaan dari Suaminya. "Aku ingat Semuanya Al, termasuk hilang nya bayi kita..." Wajah Wanita nya kembali sendu saat mengingat peristiwa pilu Itu.


Dan Ashlan langsung memeluk Wanita nya dengan erat. "Jangan ingat hal itu lagi namun ingatlah saat pertama kamu siuman di rumah sakit.." ucap nya dengan getir, Mengingat bagaimana perilaku dirinya pada Anna dulu. "Aku pastikan tak berapa lama Dia akan ada di dalam rahim mu lagi Sayang..".Dengan lembut Ashlan mengusap perut datar Istrinya.


Lisa yang menjadi orang ketiga di tempat itu, memilih pergi meninggalkan dua insan yang saling mencintai. Sadar dirinya tak lagi ada tempat di hati Ashlan untuk dirinya.


...----------------...

__ADS_1


Pagi pun datang Ashlan, Anna dan juga Lisa saat ini tengah menaiki Jet Pribadi keluarga Abraham dan melangsungkan perjalanan nya menuju Negara T, dimana kediaman Ashlan berada.


Termenung menatap awan ke luar jendela, itulah yang Lisa lakukan selain tidur, melihat betapa sayangnya Ashlan memperlakukan Adik nya, bahkan lebih Sayang dari saat mereka berkencan dulu.


Ibu Ayu lah penyebab semua nya terjadi, perpisahan nya dengan Ashlan maupun perpisahan nya dengan Anna sang Adik tiri.


Meskipun status nya hanya Adik tiri, Namun Lisa sangat menyayangi Adiknya, dan apa yang ia sesal kan adalah kenapa Ibunya tak pernah bisa menyayangi Anna sebagai Putrinya sendiri, bahkan tega membuang nya ke Negri berantah dan untung lah Ashlan tercintanya yang menemukan Gadis malang itu.


"Nona ...". Sebuah Guncangan pelan dari Liam asisten Pribadi dari Ashlan. "Kita sudah tiba Nona.."


Lisa melenguh dan meregang kan tubuh nya sedikit dan mata nya bisa melihat sosok tampan yang menghiasi pandangan nya saat ini. "Terimakasih..." Ucap Lisa pada Liam.


Iring-iringan rombongan Anna sudah mencapai Gate keluar dan di sambut beberapa pengan yang menunggu mereka.


Sejenis sedan hitam menjadi tumpangan mereka menuju Mansion yang jarak lumayan dari bandara.



"Selamat datang Tuan, Nyonya..." Sapa Pak Abbas. sang ketua pelayan di hunian mewah itu.


Anna tersenyum menanggapi sapaan Pria paruh bay itu, pandangan nya menatap sekeliling dimana gelandangan sepertinya bisa memasuki hunian sebesar ini, bahkan status nya sudah berganti menjadi Nyonya di mana ia perlakukan dengan hormat.


"Kakak..." Anna datang menghampiri Lisa yang baru turun dari Mobil.


"Ann apa ini rumah Suamimu..". Hunian yang sangat jauh lebih dari besar dari tempat tinggalnya di Negara I.


"Iya Kak ini memang rumah nya, dan pemilik nya sudah menyelamatkan hidupku dari.." Ucap Anna begitu miris, ia kembali mengingat kejadian dulu saat menjadi gelandangan selama 5 bulan, hidup di dunia Asing tanpa mengenal siapapun.


"Kakak masih tak percaya Ann jika Ibu tega melakukan itu sama kamu.." Ia memeluk Adiknya dengan erat, ia rengkuh tubuh kecil Anna dan menangis di sana.

__ADS_1


Anna tak tahu harus menjawab apa, dan yang jelas ia pun sangat menyayangi Kakaknya Lisa, meskipun tak sedarah tapi Lisa memperlakukan nya dengan baik tak seperti Ibunya tiri nya Ayu.


"Kakak akan tinggal disini selama beberapa hari untuk menemanimu.." Lisa melerai pelukan nya dan mengusap jejak basah pada pipi Adiknya.


"Tinggal lah selama 2 Minggu di sini kak, baru kemarin Aku mengingat mu, dan Kakak sudah mau pergi lagi..."


"No Adiku.. Kamu tidak sendiri lagi, kau memiliki Dia yang menjadi Suamimu." Tunjuk Lisa pada Ashlan. "Kakak sangat yakin Dia akan menyayangi mu lebih dari kakak, dan satu lagi, kakak minta maaf atas perlakuan Ibu pada mu..". Lisa sampai berlutut di kaki Anna demi mendapatkan belas kasih dari Adiknya.


"Jangan seperti ini Kak.." Anna langsung menarik kembali tubuh Lisa untuk kembali sejajar dengan dirinya.


Perilaku Ibu Ayu memang sulit untuk mendapat maaf darinya, Dia lah yang membuat keluarga nya terpecah belah, bahkan wafat nya sang Ayah karna Wanita itu juga.


Dan termasuk Dirinya, menjadi buangan dan berakhir jadi gelandangan, apa Dia bisa memaafkan Wanita itu bahkan untuk menyebut nama Ibu pun ia tak mau.


"Maaf Kak, Aku bukan Tuhan yang maha pemaaf Kak, perlakuan Ibu Ayu padaku sudah sangat keterlaluan bahkan Ayah pun pergi karenanya..".


"Maksud dari ucapan mu apa Anna, kenapa kepergian Ayah menjadi sangkut pautnya dengan Ibu..." Lisa tak terima jika Ibunya Menjadi dalang meninggal nya Ayah Sanjaya.


"Ayah memergoki Ibu berselingkuh, Bi Asih menjadi saksi ku kak.."


Lisa menggeleng tak percaya, bagaimana bisa Ibunya bersikap binal seperti itu. pantas saja saat pulang Bi Asih sudah tak bekerja lagi di rumah nya.


"Bicaranya lanjut di dalam Ann, hari sudah mulai gelap,.." Ashaln merangkul pundak Istrinya menghentikan perseteruan kedua Kakak beradik itu.


Anna mengangguk, ia pun mengikuti langkah besar Suaminya dan lagi Anna terkesima saat sampai di dalam .



"Al apa kita akan di tinggal disini apa ini tidak terlalu besar.." Ujarnya masih menatap ke mewah- han hunian Suaminya ini.

__ADS_1


"Tidak Sayang, karna nanti akan hadir nya banyak anak di tempat ini.." Ashlan mengusap perut Istrinya.


Wajah Anna merona saat mendengar itu, semoga saja Ia bisa terus merasakan kebahagiaan seperti ini.


__ADS_2