My Dear Anna

My Dear Anna
Part 62.


__ADS_3

Dalam diam Pria tampan itu terus menggeleng tak percaya, pernyataan yang ia lihat dari sebuah pesan, melalui ponsel Evelyn masih membuat ia terpaku di tempatnya.


"Tak mungkin Zania hamil.." Dunia seakan runtuh bagi Pria itu, kesalahan semalam yang ia perbuat malah membawa petaka baginya.


Sedang kan Evelyn, Wanita itu berada di pangkuan Robert, Pria yang selalu ada di saat dirinya butuh.


Wanita yang biasa terlihat dingin dan tak peduli kini ia tak berhenti menangis, kenyataan yang harus ia terima yaitu melepas Pria tercintanya Adamar Nick, Pria yang ia kencani selama 3 tahun itu.


"Menangis lah jika itu bisa membuat mu lebih baik..". Robert tahu segala kesedihan yang di alami Evelyn. sebisa mungkin ia terus berada di dekat Wanitanya, menemaninya dan selalu berharap cinta nya akan terbalas meskipun saat ini menjadi pelarian Evelyn semata.


Di tempat lain. Wanita yang telah membuat Anna terbaring di rumah sakit bahkan membuatnya mengalami keguguran. Yaitu Jessica.


Setelah berhasil kabur dari Masion Brok terutama dari Evelyn, Wanita yang di cintai Tunangan nya itu Robert Jhonson. Terus melakukan kendaraan nya ke suatu tempat.


...Brak...


Dengan kasar ia membuka pintu yang berukuran besar, dengan menggebu ia menghampiri seseorang untuk melampiaskan emosinya.


"Jessica akhirnya kau datang juga..."Sambut Wanita cantik. Ia masih tetap duduk di tempatnya sembari meneguk minuman.


Musik EDM terus menghantam pendengaran Jessica seperti memaksa Wanita itu untuk berjoget atau menikmati pesta yang saat ini sedang di gelar.


Tepatnya itu adalah Club. tempat yang ia datangi sebuah ruaangan yang bersifat pribadi dan di nikmati oleh kenalan nya. Namun tak membuat suasana hatinya lebih baik.


"Hay Jess ada apa dengan mu..". Perempuan cantik itu berdiri setelah melepas sebuah rangkulan dari Pria tampan yang ia bayar, setelah itu dia menghampiri Jessica yang kini menatap nya dengan tajam.

__ADS_1


Namun sebuah hempasan dia terima sesaat ia ingin menghampiri Jessica. "Heiii...". Meskipun tak sakit tetap saja ia tak terima di perlakukan seperti itu.


"Apa kau sudah kehabisan obat...". Ledek nya pada Jessica yang masih terlihat marah


"Come on Jess aku sudah menunggumu sejak tadi, Apa kau ingin menghancurkan pestaku". ia masih membujuk sepupunya.


"Lihat Pria yang aku pilih, Dia mirip siapa..". Tunjuk nya pada salah satu Pria, dengan jemari lentik nya ia memberi kode pada Pria bayaran nya untuk mendekat. "Dia milik mu malam ini".. ucap nya seraya mendorong tubuh Jessica.


Dan Pria tampan itu langsung menerima tubuh Jessica yang datang padanya. "Robert .." Ucap Jessica sesaat beradu pandang, hati nya terasa luluh apalagi merasa ada sentuhan meskipun Pria ini bukan lah Robert setidak nya mereka terlihat mirip meskipun hanya 70%.


"Bagaimana mirip kan dengan Tunangan mu..."


"Cih... kau tak pernah berubah..." Masih mode galak Jessica ikut duduk, ia langsung menyambar minuman yang ada di meja.


"Apa kau kembali dari Mansion Brook..? bagaimana, apa kau berhasil menghabisinya.." . Tanya nya.


Jessica mendengus kesal seraya meneguk minuman nya.


"Hahahah.. Berapa orang yang kau bawa untuk menghabisinya, sudah ku bilang kau harus mencari orang ahli untuk mengurus hama yang satu ini, kalau tidak kita tidak akan pernah hidup tenang...".


"Ingat jika Dia tidak mati, Kau atau pun Aku tak akan pernah bisa memiliki Pria idaman kita.. ". lanjut Wanita itu lagi.


"Zan apa kau tahu, Evelyn memiliki kembaran.." Tanya Jessica dan hanya sebuah gelengan yang ia dapat dan itu menjawab jika Zania pun tidak tahu akan hal itu.


"Jangan Gila.. satu Evelyn saja sudah membuat ku mengerahkan semua pasukan dan sialnya Wanita itu tak kunjung mati dan kau bilang dia memiliki kembaran..." Zania menggeleng tak percaya.

__ADS_1


"Kau pikir Aku sedang bergurau atau hanya mengada-ngada, Dia memilik kembaran dan terlihat sama persis..." Jessica mulai menceritakan saat Dia menyusup ke Mansion Broox.


Zania menjadi pendengar setia seraya menikmati berbagai macam sentuhan dari Pria bayarannya. "Jangan berhenti. Ahhhk.." ,Sudah berapa kali lolos suara ******* Wanita itu.


"Apa kau masih ingin Aku melanjutkan cerita.." Jessica geram sendiri melihat kelakuan sepupunya itu.


"Lanjut saja .. aku masih Ahhhk ..." Wanita itu sampai tak melanjutkan ucapan nya Pria bayaran nya terus memancing nafsuu Zania yang kini tengah bermain di 2 asetnya.


Jessica memutar bola mata nya malas. "Sebaiknya kalian cepat pesan kamar, jangan melakukan nya disini...". Begitu kesal ia melihat sepupunya itu.


"Apa Nona ingin melakukan nya juga..." Rayu Pria di sebelah Jessica. sejak tadi tangan nya terus merangkul pinggang Wanita cantik itu, dan sekarang mulai naik menjalar keatas.


"Apa kau ingin memancing ku..". Jessica menatap Pria yang mirip dengan Tunangan nya, begitu teduh seakan ia melihat Robert Disana.


"Saya akan membuat Nona puas.." Dengan nada yang sensual Pria tampan itu berucap tepat di telinga Jessica tak lupa ia meninggalkan sebuah jilatan.


"Siapa namamu..." Tanya Jessica.


"Andes Nona...". Pria itu membawa Jessica untuk duduk di pangkuan nya.


"Kau sangat ahli ternyata...". Jessica terus saja mendapat sentuhan yang bertubi-tubi dari Andes dan tentu semakin mengundang hasratnya untuk di puaskan.


"Zan ...apa kau serius ingin melakukan nya disini...". Saat Wanita cantik itu menoleh melihat sepupunya, ternyata sudah sangat liar dengan Pria itu.


"Aku menginginkan nya Jess.. apa kau tak tahu Sexxs itu adalah kebutuhan yang harus di penuhi...".

__ADS_1


"Tapi tak melakukanya di depan ku Zan..".


__ADS_2