My Dear Anna

My Dear Anna
Part 38


__ADS_3

"Apa kau yakin melihat Nona disini". Seorang Pria berjas hitam, menanyai informan nya, seraya menatap gedung.


"Ya Tuan Saya sangat yakin melihat Nona disini. Dan ini .." Informan itu memberikan bukti foto beserta no kamar.


"Bagus.. ". Pria itu langsung menepuk pundak rekan nya. " Dengan begini kita bisa pulang, sebaiknya kita bergegas sebelum Nona kembali kabur".


Pria bertubuh tegap itu langsung memasuki hotel tak lupa mereka sudah mengaman kan rekaman CCTV. Karna membawa Nona mudahnya kembali tentu akan menuai keributan.


"Hubungi markas, segera bawa helikopter kemari, dan beri mereka no koordinat kita". Titah nya kemudian.


" Bagaimana jika Nona menolak untuk di ajak pulang". Sebelum memencet bel salah satu Pria itu menanyakan hal yang ia takutkan, dan tentu saja itu akan terjadi. "Kita akan mati sebelum membawa Nona ke mansion".


"Tak perlu khawatir, Tuan besar sudah memberi ijin, bagaimana pun harus membawa Nona kembali, bila perlu menggunakan cara kekerasan".


"Dan saat itu terjadi kita yang akan mati lebih dulu di tangan Nona". Memiliki Nona muda yang memiliki ilmu bela diri tinggi, tentu sangat menakutkan bagi dirinya, ia masih sayang nyawa , dan belum puas menikmati dunia.

__ADS_1


"Gunakan obat bius bodoh". Toyoran langsung mendarat di kepala rekan nya. "Cepat kau rekan bel nya". Titah nya kemudian.


Dengan sangat gugup Pria berjas itu menekan tombol bel, keringat dingin terus bermunculan ia sangat tahu bagaimana Nona muda nya, orang nya cantik tapi berhati iblis.


"Kau harus terbiasa Roland".


"Aku masih belum siap untuk mati". Tubuh Roland bergetar hebat.


"Setelah di pastikan jika yang membuka pintu adalah Nona, kita harus cepat bertindak, sebelum semuanya terlambat".


"Aku sudah menunggu mu sejak tadi". Anna berdiri tepat di ambang pintu, langsung melihat 2 orang Pria yang terlihat mengusap keringatnya.


"Huffft akhirnya ". Roland kembali mengusap keringatnya nya. "Sebelum Nona sadar kita harus membawanya ke Mansion Tuan Dero".


"Aku langsung membawa nya ke atap, helikopter dalam perjalanan. Roland bawa barang - barang Nona dan bergegaslah". Terlihat sangat tergesa - gesa dan itu tergambar jelas di wajah Dero.

__ADS_1


"Tuan tunggu". Belum berapa langkah Dero pergi Roland kembali memanggil.


"Ada apa" Dia sudah merasa berat saat memangku Nona nya ala bridal style.


"Tutupi dengan ini". Roland memakai kan sebuah kain untuk menutupi paha Nona nya yang sedikit terekspos.


Tapi ada yang aneh, baru kali ini ia melihat Nona muda ya menggunakan gaun dan terlihat lebih feminim, biasa pakaian hitam yang cenderung ketat, dan terlihat sangat galak, tapi yang ia lihat seperti jelmaan bidadari dengan dress nude


"Ada apa lagi". Melihat Roland terus menggeleng Dero bertanya karna ingin tahu


"Tidak apa Tuan"


" Dasar Kau.... cepat bergegas mereka sepertinya sudah datang". Meskipun terdengar samar, Dero mendengar deru mesin helikopter yang ada di atap.


"Aku akan segera menyusul". Pria itu sudah sangat ahli, membawa semua barang bawaan kedalam koper milik Nona nya, namun Pria itu meninggal kan barang penting ponsel milik Nona nya.

__ADS_1


"AYO...." Seru Dero saat Roland sampai di atap, ia sampai berteriak karna suara mesin helikopter sangat berisik.


"Akhirnya kita bisa membawa Nona Evelyn, dengan ini tugas kita selesai dan bisa pulang".


__ADS_2