
"Ini cukup simple, tinggal putar botol ini dan kau akan mendapat lawan untuk berciuman". Imbuh Gio kembali. tujuan nya hanya satu, bisa merasakan salah satu bibir dari ketiga wanita di depan nya.
" Waw ciuman." Ashley cukup bersemangat untuk hal ini, apa lagi semua Pria yang hadir tak kalah tampan dari Kakak nya.
"Kau dengar Kakak ipar, 'ciuman'." Ashley menyenggol bahu Anna yang masih terkesiap dengan aturan main dari Games itu.
Pandangan tertuju ke arah Pria terkasih nya 'Jonathan', hati nya sempat bimbang kala itu namun pernikahan sudah di depan mata, apa lagi undangan pun sudah di sebar.
Dan tepat nya itu lusa gadis cantik yang memakai dress senada dengan calon Suaminya itu, akan menyandang gelar seorang Istri dari keluarga terpandang di Negara A.
"Let's start the game". Gio mulai memutar botol untuk pemain pertama.
" Wahhh...Nona manis botol ini ke arah mu". Ucap Gio pada Ashley.
Gadis cantik itu, cukup terkesiap tak menduga ia akan jadi orang pertama yang akan memilih pasangan.
"Les't do it". Ashley menggosok telapak tangan nya sebelum memutar botol.
Trungkkk.
Botol sudah di putar Ashley dan semua orang sangat penasaran, siapa orang yang beruntung bisa berciuman dengan Gadis cantik itu.
Semua mata memandang ke arah seseorang yang di tunjuk botol. " Ohh come one.. masa iya lawan main ku adalah kau". Tunjuk Ashley pada Ashlan.
Aslan tersenyum kaku, kenapa juga botol itu mengarah padanya. "Bisa di putar ulang". Ashley bersuara tak setuju.
" Come on Babe, this is just a game". Alicia ikut mengompori, seraya tertawa sangat renyah.
"Tapi dia Kakak ku Alic". Protes Ashley.
" Ok ... ok .. ini pengecualian untuk mu, karna kalian Adik-Kakak". Timpal Gio.
"Yehhhh setuju". Ashley dan Aslan menyerukan kata yang sama, dan Ashley pun kembali memutar botol, dan kali ini botol mengarah ke arah Jonathan.
"Kalau ini aku berani". Ashley berdiri memutar arah menuju Jonathan.
__ADS_1
Dalam beberapa detik keduanya saling pandang namun saat Ashley hendak mencium suara Gio menghentikan nya "Durasinya 10 detik".
" Ok...". Dengan tak sabaran Ashley langsung mencium bibir Jonathan, mereka hanya menempel kan saja, dan para penonton yang menghitung waktu pun mundur terlihat kecewa.
Namun raut wajah dari Anna dan juga Alicia menatap keduanya dengan cemburu, dan dari jauh Aslan memperhatikan itu, terutama Anna 'calon Istrinya.
Botol pun kembali di putar dan sekarang jatuh pada Anna yang mendapat giliran mencari pasanganya.
"Alan kau tidak marah kan jika di antara kami yang terpilih oleh wanita mu". Ucap Gio pada Ashlan, dan bisa di lihat Pria itu begitu enggan hanya untuk berkata 'iya'.
Anna mulai memutar botol, dan jantung nya semakin berdebar tak karuan semua pasang mata menatap kemana ujung botol itu mengarah.
"Tak adil.. dalam 1 waktu kau merasakan 2 bibir gadis cantik sekaligus". Gio merasa iri pada Jonathan, yang ternyata terpilih oleh Anna.
" Just the Game, remember !!". Devano bersuara. "Come on Babe..".. Pria itu terus mengompori Gadis cantik itu yang masih diam mematung.
Semua orang tak menduga jika bukan sang pemilih yang datang namun sebaliknya, Jonathan lah yang menghampiri Anna, Wanita yang selalu ia rindukan, hingga detik ini.
" Wahhhh ....Owwhh". Hampir semua pasang mata memandang ke arah keduanya, begitu mesra dan sulit terjabarkan dengan kata-kata.
Keduanya saling bertukar seliva, seakan melepas rindu, bahkan Jonathan sampai menahan kepala Anna agar gadis itu tak menghidar dari apa yang tengah ia lakukan.
"Aku merindukan mu Anna". Bisik Jonathan dan untuk detik terakhir Jo mencium bibir Anna sekilas, ia pun kembali ke tempat duduk nya.
" Wahh...Apa kalian sepasang kekasih yang saling merindukan". Ucap Gio. tak ada niatan untuk menyindir keduanya, namun karna ucapan nya barusan membuat Anna terbatuk - batuk.
"Ok permainan semakin memanas, Lest do it". Ucap Devano dan botol kembali di putar, permainan terus berlanjut hingga tengah malam, kali ini sang calon pengantin pria yaitu Ashlan dan pasangan yang terpilih adalah Alicia.
"Alicia ayo kita mulai". Ashlan meraup dagu Alicia dan langsung melu*mat bibir mantan tunangan nya itu, dengan bringas.
Hati yang masih terbakar dengan api cemburu itu, melampiaskan kegeraman nya pada Alicia dengan ciuman nya.
Semua orang yang berada di situ, merasa canggung dan juga kaku, melihat aksi Ashlan terutama Anna, ia pun memilih pergi dari tempat itu entah apa yang ia rasakan yang jelas ia merasa kesal.
_
__ADS_1
_
_
Hampir lewat tengah malam, namun seorang Gadis cantik masih menikmati malam dengan segelas anggur di tangan nya.
Surai panjang nya bergerak kesana kemari seiring kemana arah mata angin menerpanya, pantulan cahaya bulan dari arah danau menjadi pusat perhatian nya, hati nya yang sedang gundah itu, membuat ia melamun cukup panjang di sana.
"Kau masih belum tidur". Bariton dari arah belakang mengejutkan kesendirian Anna.
" Kak Nath ". Anna menoleh melihat Pria terkasih nya dulu, Gadis itu pun merasa bingung entah siapa yang kini bertahta di hatinya, ia merasa kesal pada diri sendiri kenapa ia menjadi orang yang plin plan. Apa lagi tentang ciuman tadi, terasa masih membekas di bibirnya sampai sekarang.
"Apa kau mencintainya..!?". Tanya Jo tiba - tiba, Pria itu melihat kepergian Anna disaat ciuman panas antara Ashlan dan juga Alicia.
" Entahlah..!". Anna bingung harus jawab apa, ia kembali menengguk minuman nya hingga tandas.
Jonathan masih setia menemani Anna di sana tepatnya area pinggir danau, semilir angin pun terus berhembus dan udara pun semakin dingin, ia pun melepas mantel nya untuk di pakai Anna. "Pakailah"..
Anna tersenyum. "Bolehkah Aku meminta itu". Tunjuk Anna pada minuman beralkohol yang dibawa Jonathan.
"Maksudmu ini". Jo mengangkat botol minuman nya, belum sempat ia mengiyakan botol itu sudah di rebut Anna.
Gadis itu kembali meneguknya, "Aaahk". Anna mengusap sisa minuman yang ada di bibirnya.
"Cukup kau sudah mabuk". Jo merebut minuman itu. Namun Anna ingin kembali merebut minuman itu.
" Kak Aku masih ingin". Anna masih berusaha merebut minuman itu dari Jonathan, ia sampai berjinjit karna Jo mengangkat nya ke udara.
"Lihat kau sudah mabuk". Anna terhuyung karna tak seimbang dan dengan sigap Jonathan merengkuh pinggang Anna dan menarik Gadis itu ke dalam pelukan nya.
Keduanya saling bersitatap, memandang wajah satu sama lain, Jo yang merindukan Anna, langsung saja menyatukan bibir nya, hingga luma*tan pun kembali terulang.
Begitupun dengan Anna, Gadis itu membalas ciuman dari Jonathan, persekian detik mereka bertukar seliva, hingga sebuah ucapan yang keluar dari bibir Anna, menghentikan Jonathan. "Alan kenapa...!?". Anna mulai meracau lagi, ia menganggap Jonathan adalah Ashlan.
Dan tak jauh dari sana 1 pasang mata melihat aksi keduanya dengan tangan terkepal erat di bawah.
__ADS_1
"Sudah ku duga, kalian memang ada hubungan". Seseorang yang berada di tengah kegelapan pun, langsung melengos, setelah melihat 2 orang yang ia sayangi, telah mengkhianati nya.
...~Jangan lupa Lika dan Coment ya`~>...