My Dear Anna

My Dear Anna
Part 26


__ADS_3

Masih berbalut dengan handuk, Wanita itu keluar dari arah kamar mandi dengan penuh semangat, tujuan nya ya itu tadi 'Menggoda Suaminya'.


Kedua manik itu masih mengedarkan pandangan nya ke perjuru kamar. "Kemana Dia pergi..?." Anna bermonolog sendiri, kaki nya mulai terayun mencari jejak Suaminya.


...Ting....


Mendengar nada notifikasi dari ponsel nya, ia berbalik ke arah nakas, dimana ia meletakan ponsel nya.


"Ku tunggu di lobby hotel 1 jam lagi". isi pesan singkat yang ia baca dari Suaminya, Ashlan. "Jangan kan 1 Jam, 30 menit saja Aku sudah bisa di sana..!". Ucap Anna setelah membaca pesan tersebut, kenapa Prianya malah menyuruh ia datang dalam 1 jam lagi. Padahal lebih baik Pria itu bersamanya saja sekarang, dari pada berpisah seperti ini.


"Aneh...!" Anna menggeleng. ia meletakan kembali ponsel nya ke tempat semula, langkah kembali terayun ke arah koper yang tak jauh dari tempat ia berpijak saat ini.


Dan benar saja dalam kurung waktu 30 menit, Wanita cantik itu sudah siap dengan gaun selutut motif bunga bersetangan lengan, rambutnya pun sengaja ia gerai, dan tentu saja semua kecantikan yang ia miliki di tunjukan hanya untuk Suaminya, dan dalam 30 menit lagi ia akan bertemu dengan Pria itu di lobby.


"Dimana Alan..." Anna masih celingukan duduk di kursi yang tersedia di lobby, mungkin ini terkesan aneh, apa lagi Wanita itu, menyandang status sebagai pengantin baru, namun realitanya, ia di abaikan oleh Suaminya sendiri, bahkan Anna duduk seorang diri dengan koper yang ada di sampingnya. Pandangan aneh pun kerap ia dapatkan dari para staf hotel, namun Anna tak peduli.


"Apa Aku terlalu awal...". Memang Anna 10 menit lebih awal dari waktu perjanjian, dikira Suaminya sudah ada di lobby ,tapi nyatanya, Pria itu datang tepat waktu.


"Ayo.." Ajakan yang terdengar dingin menyita perhatian Anna, dikira bukan Suaminya yang baru saja lewat.


"Tunggu...!". Anna berlari kecil, untuk mengejar ketinggalan nya. Sekedar berhenti atau sedikit pelan, Pria itu terus berjalan di saat mendengar seruan dari Istrinya, tapi tetap saja, Ashlan terlihat acuh dan tak peduli, dan bisa terlihat Pria itu langsung memasuki mobil.


"Sabar Anna..!". Ada hati yang terluka melihat Suami terus saja acuh, di awal pernikahan pun sudah terjadi konflik seperti ini, namun Anna mencoba menguatkan diri untuk tidak menyerah, mengejar kembali cinta dan percayaan Ashlan.


"Jalan Pak...!". Ashlan berucap setelah melihat Anna memasuki mobil, dan sang supir langsung melajukan kendaraan ke arah tujuan sang majikan, yaitu kediaman keluarga Abraham.


...*****...

__ADS_1


"Ini dia pasangan pengantin baru kita".Sambut Mam Dilla, pada Anak dan juga mantunya, Wanita paruh baya itu, memeluk dan menyematkan kecupan pada keduanya saat tiba di kediaman utama Mansion.


" Mal... Apa kau tidak berlebihan ..". Wanita itu mengkomentari beberapa ****** yang ada di leher Anna, bukan hanya itu, wajah menantunya memang terlihat sangat kelelahan.


"Maklum Mam penganti baru...". Ashlan menjawab seraya merangkul bahu Anna dengan sebelah tangan nya. "Apa kamu masih lelah sayang". Pria itu berucap sangat lembut sekali, berbanding jauh saat tadi.


" Hah..!". Yang di tanya malah gelagapan, tentu saja Wanita cantik itu merasa sangat heran.


"Jam berapa kalian tidur..". Tanya Mam Dilla.


" Aku tak ingat Mam". Ashlan terkekeh, dan memang ia tak mengingat kejadian semalam.


"Dasar kalian ini..".Wanita paruh baya itu hanya bisa menggeleng kepalanya, ia pun dulu pernah di posisi anak menantunya dulu. dan tentu ia pun memaklumi. "Kita makan dulu". Ajak nya kemudian. tangan nya pun langsung menarik pergelangan menantunya, menuntun Wanita cantik itu, ke ruang makan dan tentu saja Ashlan pun ikut membuntuti, seraya menarik 2 koper.


" Hai Kakak ipar..". Seorang Gadis cantik menyambut kedatangan Anna tak lupa ia meyematkan sebuah pelukan, dan pelukan itu berpindah pada Kakak kandungnya.


" Shuutttt. " Ashlan langsung meletakan telunjuknya di bibir, memperingat sang Adik untuk diam, apalagi membocorkan bahwa semalam ia mabuk - mabukan.


"Apa yang kalian sembunyikan." Mam Dilla ikut penasaran dengan interaksi kedua anaknya.


"Tidak Mam, hanya saja, Aku minta Malik Junior pada Kakak ku, kalau tidak Aku akan menyebar Video itu...". Jawab Ashley, bukan hanya mengarang namun Gadis cantik itu, secara tak langsung mengubarkan memiliki sesuatu yang bisa membuat Kakaknya malu.


" Video apa maksudmu..". Ashlan menyela, Pria itu sangat penasaran Video apa yang adik nya punya.


"Tentu saja Video mu saat di jewer oleh Mama". Gadis itu menjawab dengan menahan tawa, tiba - tiba saja ia pun teringat kembali dengan kejadiam waktu itu.


"Maksudmu video yang itu". Dan sebuah anggukan dengan seringai licik bisa di lihat oleh mata Ashlan. "Kau ingin apa...!. "Pria itu langsung membuat penawaran dengan adiknya. "Kau mau tas limited edtition atau Mobil keluar terbaru, Ayo sebut apa maumu".

__ADS_1


"Aku ingin keponakan yang lucu..."


"Kau pikir buat Anak itu gampang..". Ashlan protes, ia sudah berniat untuk tidak menyentuh Istrinya, sampai batas yang belum bisa ia tentukan.


"Tapi enak kan...!". Ashley menggoda Kakakya seraya mencolek dagu Pria itu. "Apa Kau lupa karna kejadian itu pula, video itu di buat" Dan yang terakhir Ashley tertawa terbahak - bahak saat Video itu di putar ulang,


"Ley tolong hapus itu...". Ashlan mulai kejar kejaran dengan adiknya, seraya terus berteriak.


" Beri dulu Aku keponakan, baru ku hapus. ". Ashley masih memutari meja makan dengan berlari, membuat semua orang pusing, terutama Ashlan.


"Cukup..." Mam Dilla akhirnya turun tangan, sudah cukup ia di buat pusing dengan tingkah kedua Anaknya.


"Tapi Mam.." Ashlan yang di cekal mengajukan protes, apa lagi adik lucnut nya itu, masih saja memperlihatkan hasil Videonya bahkan Tuan Abraham pun sampai ikut menonton.


"Apa susah nya sih Mal, beri adik mu keponakan, lagian Mama juga pengen cepat punya cucu". Dan Ashlan di buat bungkam, keinginan adiknya pun di dukung oleh Mama nya sendiri.


"Aku beri waktu tiga bulan.., itu waktu yang sangat cukup bukan...". Ucap Ashley.


Alih alih menjawab, Pria itu lansung duduk di kursi makan, dan tentu saja memulai santapan nya, tubuh nya terasa lemas dan lapar setelah bermain solo tadi, entah lah Pria itu memiliki ego yang tinggi, hingga sampai menyiksa diri.


"Heyy..." Seru Ashley saat tahu di abaikan. "Atau Aku kirim saja pada Gio sekarang" Gadis itu kembali mengeluarkan acaman nya, bahkan ia pura memaikan ponsel nya. "Mana no nya ya... " Gadis itu masih berpura pura memancing Kakak nya.


"Ok tiga bulan. ". Skakmat. Gadis itu langsung tersenyum, ternyata menyimpan Video itu sangat berguna apa lagi di situasi sekarang, ia harap hubungan Kakaknya dan juga Anna bisa lebih baik, jika hadir nya seorang anak.


...******...


...~Jangan lupa Like dan juga Tinggalkan Coment nya ya~...

__ADS_1


__ADS_2