
Setelah mendengar penjelasan dari Dokter mengenai Wanita yang memiliki kemiripan dengan Evelyn, yang saat ini sudah di pindahkan ke ruangan intensif untuk di tinjau perkembangan nya paska operasi.
Evelyn merasa iba atas kondisi yang ia lihat saat ini, tentu saja ini terjadi karna dirinya yang memiliki banyak musuh salah satu nya adalah Jessica, meskipun pada awalnya Wanita itu lah sendiri yang mencari gara-gara dengan nya.
Sudah berapa kali ia melepaskan Jessica karna melihat ke arah Robert yang berstatus Tunangan nya, Tapi kali ini tidak, meskipun ia belum tahu indentitas Wanita itu, tetap Ia akan menuntut balas.
"Kali ini ucapkan selamat tinggal untuk Tunanganmu Robert". Evelyn berucap Tampa mengalihkan pandangan nya, Ia begitu marah dan ia tak tahu kenapa bisa seperti itu.
"Dia memang keterlaluan, dan Aku tak peduli mau kau apakan Wanita itu...".Pria itu benar-benar tak peduli akan Tunangan nya, bahkan ia tak menduga Jessica bisa melakukan hal sekeji ini.
Bisa di bayangkan jika yang tengah berbaring di sana adalah Wanita nya 'Evelyn, pasti lah dirinya yang akan menuntut Wanita itu sendiri bila perlu melakukan hal yang sama persis.
Tapi untunglah itu bukan, meskipun Wanita yang kini terbaring lemah di atas ranjang Rumah sakit sangat lah mirip dengan Evelyn, tak mengubah rasa benci nya pada Jessica.
",Ev sebaiknya kita pulang dan tanyakan pada Mommy dan daddy mu tentang Wanita itu".Ajak nya kemudian.
"Tentu saja, Itu lah hal pertama yang ingin Aku lakukan, tak perlu di suruh pun akan ku korek informasi dari mereka, dan pasti nya mereka menyembunyikan semua ini dariku".
"Mereka pasti memiliki alasan melakukan itu Ev....!". Ucap Robert.
__ADS_1
"Dengan menyembunyikan Wanita yang mirip dengan ku di Mansion..".;Evelyn masih tak percaya atas apa yang telah terjadi, Kaki nya memutar meninggal kan ruangan itu, tujuan nya kali ini adalah menemui kedua orang tuanya.
Robert pun melihat sang Wanita pergi. "Jika ada perkembangan, cepat hubungi Saya". Ucap nya pada seorang perawat.
"Baik Tuan..".
...**********...
"Robert apa kau telah menghubungi anak buah mu untuk ke rumah sakit...". Rasanya masih belum tenang meninggal kan Anna Tampa penjagaan, pasti banyak yang menganggap yang terbaring di rumah sakit adalah dirinya.
"Kau tak perlu khawatir, sebelum kau meminta pun Aku sudah memberi perintah untuk menjaga Wanita itu..". Sampai detik ini pun mereka masih belum tahu indentitas Anna, dan kini mereka mencari jawaban ke orang tua Evelyn.
Kendaraan mewah itu sudah melewati pos pertama Mansion Brox, para penjaga pun menunduk hormat akan kedatangan mereka, dalam perjalanan, tak sengaja melihat iringan- iringan mobil yang tepat nya ada di depan mata.
"Seperti nya Aku kenal siapa". Tebak Evelyn saat melihat berapa No polisi dari mobil itu.
Dari pada terus berprasangka, akhirnya Evelyn sendiri yang mencari jawaban saat sampai di pos 2."Siapa mereka...?." Tanya nya kemudian setelah kepala menyembul keluar.
"Selamat datang Nona Evelyn dan Anda Tuan Robert..." Melihat siapa yang bertanya penjaga itu memberi hormat. "Mereka adalah tamu dari Tuan Leo dari kota K, Kalau tidak salah Dia Adalah Tuan Adam Nona..".
__ADS_1
...Deg...
"Adam...". Ucap Evelyn lirih. Ia merasa akan suatu hal yang akan terjadi, Apa kali di harus pergi lagi atau...!?. Wanita terlihat mematung di tempatnya. Robert pun menangkap gelagat itu dari Wanita terkasihnya.
"Apa Kau ingin kembali...". Tawar Robert.
Evelyn menjawab dengan gelengan, Ia putuskan untuk menghadapi Pria yang telah menyakiti hatinya itu. "Kau yakin Dia adalah Adam." Tanya Evelyn pada penjaga.
"Benar Nona, Tuan Besar pun sudah memberi ijin untuk memperbolehkan mereka masuk".
" Mereka... !?". Evelyn kembali berpikir, memang nya Pria itu datang dengan Siapa, "Mungkin Rey..".
Kaca mobil kembali tertutup, Robert pun menekan pedal gas dan mobil pun kembali melaju dengan tenang, namun ketenangan itu tak berlaku untuk Evelyn, Dia tampak gelisah di tempatnya. "Kau yakin ingin menemuinya". tanya Robert.
"Jalan saja, sebelum Aku berubah pikiran". Mulut berkata iya namun hati begitu jelas untuk menolak bertemu dengan Pria itu, jika mengingat tujuan nya pulang ke Mansion kalau buka menanyakan semua kebenaran yang terjadi.
"Baik lah..". Robert mengalah saja, tentu Dia sudah bersiap dengan apa yang akan terjadi nantinya, meskipun hati merasa gundah.
Evelyn kembali mematung di tempatnya, di saat kendaraan sudah tiba di kediaman utama masion, kedua manik itu sangat jelas melihat 3 orang Pria yang terlihat tengah mengobrol dengan beberapa orang penjaga.
__ADS_1
"Tunggulah di mobil, jika kau tak ingin menemui nya". Robert pun memberi saran pada Evelyn yang tampak diam di kursi, namun apa yang di lakukan Wanita itu, Robert hanya bisa menghela nafasnya, saat Evelyn langsung keluar dari mobil, setelah melepas sabuk pengaman.
"Urusan ku dengan Orang tuaku bukan, Dia..!?"