
"Aku masih mengantuk". Aslan kembali manarik tubuh Anna kedalam pelukan nya. " Karna kau.!!. waktu tidurku jadi berkurang.".
Namun gadis itu kembali berontak dan mendorong tubuh Aslan sekuat tenaga. "Berani nya kau". Aslan mengusap bagian tubuhnya yang terasa sakit setelah terjatuh dari ranjangnya.
"Aku sudah bertrimakasih, tapi kenapa Tuan masih memeluk ku seenaknya". Protes Anna. Pandangan nya kini menyapu keseliling ruangan. "Apa ini kamar Purtamu Tuan.".
"Aku belum menikah, apa lagi memiliki Anak". jawab Pria itu dengan dahi berkerut. "Tentu saja ini kamarku".
Dan ucapan Aslan membuat Anna terkekeh. "Kau lucu Tuan, mana mungkin ini adalalah kamarmu, kamar ini lebih cocok untuk anak 5 tahun ketimbang dirimu".Gadis yang masih menutupi tubuh polosnya dengan selimut, menertawakan interior dengan banyak nya karakter super hero. "Boxer mu saja, bergambar Iron man". Telunjuk nya mengarah pada area pangkal paha Pria itu dan Lagi lagi Anna tertawa, sampai tak menyadari selimut yang menutupi tubuhnya kini melorot.
" Kutebak, usia mu sudah mau mencapai kepala tiga kan". Ia menjeda ketawanya dan beralih pada banyak nya patung lilin yang berada di pojok ruangan. "Wah.. Apakah itu asli ". Anna menuruni ranjang berjalan menghampiri pada patung lilin tokoh super hero keluaran marvel itu, tampa menghiraukan tubuhnya yang polos.
Aslan terus menyeringai melihat wanita yang sejak tadi mengolok - ngolok dirinya, kakinya pun mengayun menghampiri gadis muda yang masih saja ketawa, menatap beberapa patung lilin, yang membuat ia begitu dongkol dengan tingkah gadis yang tak tahu diri.
Menyesal sudah ia menyelemat kan gadis itu." Sudah puas ketawanya". Aslan menatap Anna dengan datar kakinya terus mengayun menghampiri gadis itu berada. "Ini akan menjadi kali terakhir untuk kamu bisa tertawa".
Deg .
Wajah Anna tampa pucat pasi, merutuki kelakuanya sudah mengolok - ngolok Pria tampan dengan hobi yang aneh itu. "Apa yang mau kau lakukan Tuan". Anna terus berjalan mundur, ketika Aslan terus mendekatinya.
"Sejak tadi kau terus memancing emosiku Nona..!". Kaki Aslan terus mengayun hingga tubuh gadis itu terpentok tembok. "Dari semalam aku menahan nya, namun kali ini kau sendiri yang memaksaku".
Nyali Anna menciut seketika saat tubuhnya sudah di kukung pergerakan nya oleh Pria asing, yang sejak tadi ia tertawai. " Tuan maaf kan Aku". Tentu saja ia menyesali tingkah lakunya.
"Terlambat.. kau sudah menggoda ku sejak tadi~".
" Siap yang menggodamu Tuan". Sangkal Anna tak ada niatan ia menggoda Pria di depan nya, tujuanya hanya menggoda Tuan Aslan yang ia tunggu dari semalam, buka Pria tampan yang memiliki hobby aneh di depan nya ini.
Mata Anna repleks turun kebawah, kemana mata Aslan mengarah, tubuhnya polos tampa sehelai benangpun 'Kenapa ia bisa tidak sadar'.
"Tuan Aku mohon jangan ". Anna menggeleng saat dagunya sudah di cengkram oleh Aslan.
__ADS_1
"Kau tak bisa lepas dari ku".Setelah mengucapkan kalimat itu, Aslan langsung menyambar bibir Anna, hingga luma**tan pun membungkam bibir gadis yang mulai pemberontakan nya.
"Emmmmmh.. Tuan Aahhhh". Anna terus memberontak saat bibir Aslan berpindah pada lehernya. ia mencoba mendorong tubuh Pria berparas tampan itu, tapi usaha nya gagal saat Aslan sudah memangkunya layaknya karung beras, dan melempar tubuhnya ke atas ranjang.
Bahkan tubuhnya sampai memantul, Dalam seketika Pria itu langsung menghimpit tubuh Anna menguasai gadis cantik itu di dalam kukungan nya.
" Tu-ann lepas Ahhhh". Gadis itu kembali memberontak dan Aslan terus menjadi, menguasai Anna hingga luma**tan pun kembali terulang di bibir Anna, tangan nya pun tak lagi diam, ia memainkan 2 gundukan itu yang begitu pas di tangannya secara bergantian.
Hingga pandangan Pria itu bersitatap dengan wajah Anna yang kini sudah basah dengan air mata. "Ck.. baru pemanasan saja, kau sudah seperti ini".Aslan mengurungkan niatnya, melepas tangan nya yang tadi mencekal pergelangan tangan Anna .
Plakkkk.
Sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi tampan Aslan. " Baji**ngan". umpat Anna sambil terisak.
Aslan mengusap pipinya yang terasa kebas. "Salah mu sendiri".
" Meskipun Aku salah tapi Tuan tak berhak atas tubuhku ini". Sarkas Anna dengan sorot tajam. ia menarik selimut menutupi tubuh polosnya, bahkan tak sedikit jejak kemerahan menghiasi tubuh putihnya karna ulah Pria asing yang belum ia tahu nama nya itu.
Setelah kepergian Pria dengan boxer Iron Man itu, ia langsung menyambar kemeja putih, mata nya terus mengarah ke area kamar mandi, seraya mengenakan pakaian nya, yang nampak kebesaran.
Kaki jenjang nya perlahan menuruni ranjang berukuran king size itu, mata nya terus kesana kemari, mentelaah setiap ruangan, tujuan nya hanya satu 'Yaitu'. Pintu keluar.
1 jam sudah, Aslan berada di kamar mandi, tubuh yang hanya terbalut handuk yang sebatas pingang itu, tampak mematung, bahkan dahi nya terus berkerut. "Kemana Gadis itu". Ucapnya sambil menatap kosong ranjangnya.
Ia nampak acuh, seakan tak peduli 'kemana' sosok gadis manis itu, dan tentu ia tak merasa tam khawatir, karna tak mungkin Wanita itu bisa keluar dari kamarnya.
Dan benar saja, tak lama kemudian derap langkah kaki, terdengar olehnya, Aslan tersenyum smirk seraya memakai kemejanya.
"Ku kira Anda tidur di kamar mandi". Gadis itu berucap seraya menatap penampilan Aslan dari pantulan cermin, cukup lama Anna menuggu kedatangan Aslan, setelah menghabiskan waktu mencari jalan keluar, jangan kan pintu, jendela pun tak satupun ia temukan, yang mengarah keluar.
"Aku ingin keluar dari ruangan ini Tuan". Wajah Anna tampak memelas, meminta belas kasihan pada Pria tampan yang sudah siap dengan setelan nya.
__ADS_1
" Mimpi di siang bolong, tentu saja itu tak akan terjadi". Aslan berjalan melewati Anna begitu saja, dan tentu saja Gadis itu mengekori Pria asing yang telah menciumnya tadi.
"Tuan... Ahhhrgh.. Lepas".Anna kembali memberontak saat Aslan menariknya ke arah ranjang. "Tuan mau apa... Awww sakit". Gadis itu tampak meringis saat kedua tangan dan kakinya di ikat.
"Jangan bermimpi kau bisa lepas dari ku, setelah mengetahui rahasia ku, aku tak akan membiarakan mu, menghirup udara bebas". Kedua telapak tangan nya saling bergesekan, saat Gadis muda yang menjengkelkan itu berhasil ia ikat. " Sekarang Aku bisa tenang".
"Heiiiii... Tuan, Anda mau kemana". Anna terus meneriaki sosok Pria yang berjalan memunggungi nya. "Setidaknya kau beri Aku makanan TUAN.. AKU LAPAR".
" Berisik...!".Tampa menghiraukan teriak Anna Pria tampan itu melengos begitu saja.
_
_
_
Di dalam mobil.
"Apa terjadi sesuatu hal yang menyenangkan Tuan". Tanya Jonathan heran, saar melihat Tuan nya, terus saja mengulas senyum.
"Ya..!. Ternyata memelihara, kucing liar itu sangat menyenangkan".
Jo menatap penuh tanda tanya. 'Apa yang terjadi dengan Tuan nya'.
"Jangan - jangan Anna berhasil menggoda Tuan Aslan. pantas saja semalaman gadis itu tak pulang" Gumam Jonathan.
"Maksud Tuan".Tanya Jo, pura- pura meskipun, Pria tampan itu sudah menebaknya.
" Lupakan"..
...~Jangn lupa tinggalkan jejak, like dan juga comentnya ya`~>...
__ADS_1