
"Jika Aku mencintainya, kamu mau apa". Ucap Aslan dengan wajah yang sengaja di buat serius. "Apa kamu keberatan..?".
Deg.
Anna bingung harus menjawab apa. "Keberatan...!?". Anna mengulang ucapan Aslan. "Sepertinya Aku tak berhak, Wanita cantik dan tangguh seperti Alicia, memang berhak di cintai oleh mu".Jelas Anna dengan tatapan sendu. "Lalu kenapa kau tak menikahinya..?.
"Karna Aku lebih ingin menikahimu..!". Jawab Aslan mengundang tanda tanya besar.
" Menikahiku...!. Jangan bercanda". Anna tersenyum geli mendengar jawaban Aslan. "Tentu alasan nya bukan Itu..!?".
"Gadis pintar..".Aslan mencubit gemas hidung Anna. "Ada banyak faktor kenapa Aku tak menikahi Alicia, namun kamu jangan berkecil hati, salah satu faktornya itu adalah kamu". Jelas Aslan.
" Dan faktor lainya, kamu sudah tau kan, Nathan yang di cintai Alicia, begitu pun sebaliknya~".
"Maksudmu Kak Nathan juga mencintai Nona Alicia".Potong Anna, dan di angguki oleh Aslan.
Dan yang terjadi selanjutnya, Anna menjadi pendengar setia, bagaimana cerita mereka bertiga dan Pria itu pun jujur, jika ia pun sempat menaruh hati pada Alicia yang sifat nya berbeda dari yang lain.
"Lalu apa yang kak Nath ucapkan waktu itu, apa hanya omong kosong saja dia bilang mencintaiku, atau Aku hanya pelarian nya saja". Batin Anna bertanya, dan tentu perasaan nya, tengah di landa gundah gulana.
"Ceritanya cukup sampai disini..". Pria itu mulai kembali mengukung Anna. "Sekarang Aku ingin kembali merasakan ini". Dengan tak sabaran, Pria itu menyatukan bibirnya dengan Anna, Gadis manis yang masih bergelut dengan pikiran nya, tersontak kaget, sejak kapan Aslan berada di atas tubuhnya.
Bibir yang telah jadi candu bagi Aslan, terus ia jelajahi, memaksa Gadis itu agar membalasnya.
Terbuai dengan suasana yang terus membuat gair*ah keduanya semakin membara, hingga tak sadar pakaian yang Gadis itu kenakan sudah terkulai begitu saja di bawah ranjang.
Aslan terus menerjang tubuh Anna, terus melu*mat bibir Gadis manis itu, tangan nakalnya pun terus bermain lincah di antara 2 gundukan kenyal, yang setiap saat ia sesap secara bergantian.
Bahkan suara gedoran pintu pun hampir tersamarkan oleh lengguhan keduanya. "A...Lan.. Sepertinya ada orang yang mengetuk pintu kamar kita". Ucap Anna. pada Pria yang masih asyik menggerayangi tubuh Anna yang sudah polos.
"MALIK.... BUKA PINTUNYA". Teriakan dan juga gedoran semakin memekakan pendengaran Aslan, dan mau tidak mau ia menyudahi aksinya, yang masih tahap pemanasan itu, namun Miliknya yang ada di bawahnya sudah berdiri tegak dan sepertinya tak bisa mendapatkan keadilan karna datangnya penggangu.
Ceklek.
__ADS_1
Pintu pun, terpaksa di buka, dan benar saja Mam Dilla, berdiri tepat di depan dirinya, dengan memasang wajah marah."Buka pintunya". Pinta Mam Dilla dengan kesal.
" Sudah ku buka Mam,,, ". Ucap Aslan.
"Buka yang betul, Atau mau Mama tarik itu pintu, biar kepalamu kejepit sekalian".Jawab Mam Dilla semakin kesal melihat putranya hanya menyembulkan kepala nya saja, entah apa yang di sembunyikan oleh Aslan, namun sudah bisa tertebak, jika hanya pikiran negatife saja yang melintas.
"Mama mau apa, malam - malam begini datang sambil teriak, ganggu aja". Aslan menggerutu tampa sadar, Apa lagi saat ini kepalanya berdenyut, karna menahan hasrat.
"Apa kamu bilang..!!. Ganggu!!".Mam Dilla langsung mendorong pintu, tenaga yang tak seberapa itu, tak mampu menumbangkan pintu bercat putih dan di tahan oleh Putranya.
" Mama ini sebenarnya mau apa".
"Balik ke kamar mu sekarang". Wanita paruh baya itu berucap bernada perintah. "Atau Mama panggil Papa kemari~".
"Jangan..". Ucap Aslan tak setuju. "Mam kali ini saja... Ya". Pria itu memohon pada Mamanya. " Nanggung Mam".
"Nanggung apanya Malik..".Dengan sekuat tenaga Mam Dilla mendorong pintu lagi, dan kali ini berhasil. " Ya ampun kalian ini... benar - benar pasangan yang meresahkan". Mam Dilla terus menggeleng, melihat ke adaan keduanya.
"Maliiiiik.".Panggil Mam Dilla dengan suara melengking . "Tutupi burung mu itu,.. atau Mama sunat lagi... Mau!?.". Ancam Mam Dilla. " Dan kamu Anna pakai baju yang benar". Ujar mam Dilla Wanita dengan beberapa kerutan di wajahnya itu menatap heran, calon mantu nya, memang memakai baju, hanya saja baju yang di pakai milik Aslan, dengan memakainya terbalik, bisa telihat bagian kerah nya menghadap ke arah depan.
Gadis yang masih diam mematung dengan perasaan malu yang luar biasa karna sudah terciduk, hanya bisa mengangguk malu.
"Aawwww.... Mam ...Sakit.." Kejadian serupa yang sama seperti tadi siang pun, kembali di rasakan Pria tampan itu, kali ini bukan sakit tak seberapa, karna harus dijewer lagi, namun ia pun harus menanggung malu, kali ini Mam Dilla menyeret Aslan keluar kamar yang hanya menggunakan boxer, dan alhasil ia menjadi tontonan para penghuni rumah.
Masih untung ia tak memakai boxer pavoritnya, dan hanya Anna yang pernah melihat seperti apa boxer kesayangan itu.
"Mamm ... lepas". Mohon Aslan. Malam ini ia benar benar di buat malu, apa lagi para pelayan di rumahnya, terlihat tengah menahan tawanya,
"Mau di taruhi dimana wajah ku ini".
"HA HAHA HA". Suara gelak tawa yang begitu nyaring, mengundang para pelayan pun, tak tahan untuk tidak tertawa.
"Diam Kamu..". Aslan menatap tajam adiknya Ashley. " Awwww..., Mam..". Mam Dilla semakin kencang saja melintir telinga Aslan.
__ADS_1
"Ini hukuman buat kamu, karna tak dengar peringatan Mama".
" Tapi tadi itu hanya pemanasan saja Mam". Bela Aslan. "Belum ke tahap itu".
" Belum katamu..!. Kali ini biar Papamu saja yang menghukum anak nakal nya ini". Sahut Mam Dilla membawa Putranya untuk di sidang.
Dan tentu saja kenang. - kenangan, sudah di abadikan oleh Adik Aslan yang jail itu. "Bisa jadi ladang duit nih hahaha". Gadis muda itu, masih terpingkal - pingkal mentertawakan hasil videonya, dan tak lupa ia berbagi pada Jonathan.
Dan orang yang ada jauh di sana lansung menerima notifikasi.
Ting.
Jonathan yang tengah menikmati kesendirian nya di tepi balkon, mengambil ponsel nya yang ada di saku melihat notif berupa video dari Ashley.
Dengan wajah penasaran ia membuka, Video yang berdurasi 5 menit itu, memperlihatkan bagaiamana sahabatnya, di jewer oleh Mam Dilla dan parahnya Aslan hanya menggunakan boxer.
Tertawa...!!.
Tentu saja Pria tampan itu tertawa, di tengah keheningan malam, suara gelak tawa memecah kesunyian di hunian mewah itu, karna penasaran akhinya ia pun bertanya tentang apa yang terjadi.
"Kakak mu, melakukan Dosa apa, hingga di tela*njangi oleh Mam Dilla". Tanya nya pada Ashley dengan cara bertukar pesan, di tambah dengan emoticon ππ.
"Bukan Mama yang mene*lanjangi.!!, Tapi Mama sudah menemukan sahabatmu dengan kondisi seperti itu". Balas Asley.
Pria itu masih bertukar pesan dengan Asley, bahkan Jonatah sampai berpindah menuju tempat tidur, sambil mengetik balasan nya.
Tawa itu langsung lenyap seketika, saat mengetahui alasan Mam Dilla menyeret Aslan.
" Mama ku memergoki Kak Aslan tengah ber*cinta dengan Kakak Ipar". Balas Asley, dan setelah membaca itu, ada rasa sakit di hatinya, meskipun perasaan itu baru tumbuh hanya seumur jagung, namun kenyataan itu membuat goresan luka di hatinya.
Hanya menatap, pesan terakhir yang di kirim Ashley, tak ada niatan untuk membalas, ia pun bingung harus menjawab apa, di saat hatinya gundah memikirkan Anna yang sebentar lagi akan menikah.
...`~Jangan lupa coment dan juga like nya ya~...
__ADS_1