
Dalam kurung waktu yang lama, kesadaran Wanita itu pun mulai kembali, Namun matanya masih enggan untuk di buka, entah lah ia masih menduga duga ini nyata atau hanya perasaan nya saja.
Saat ini tubuh nya seakan melayang, bahkan indra penciuman nya pun, menangkap aroma yang maskulin dan sangat tak asing baginya, apa lagi merasa ada guncangan yang terus menerus yang ia rasakan, dan ada satu hal yang lebih janggal lagi, suara detak jantung dengan ritme yang cukup cepat.
Dengan perlahan, Anna mulai membuka kelopak matanya, tentu saja dengan perasaan yang berdebar, dan sangat berharap ini sesuai dengan dugaan nya.
Seakan tak percaya, Anna menepuk kedua pipinya, dan apa yang ia duga, benar - benar terjadi. Dari arah bawah netra indah itu, bisa menangkap jelas wajah seseorang yang kini telah mengisi hatinya. "Apa Aku sedang bermimpi".
Mata Wanita itu membulat dengan sempurna, persekian detik kemudian, seulas senyum pum terukir di wajahnya dan apa yang Suaminya lakukan saat ini seakan menjadi kebahagiaan tersendiri baginya
"Kau sudah bangun ternyata..!?".Ashlan yang sadar adanya pergerakan langsung menurunkan Istrinya, yang sejak tadi ia pangku sejak dari parkiran. Meskipun bisa saja Ashlan membangun kan Anna tampa harus menggendongnya.
Anna yang baru saja di turunkan, mulai menjaga keseimbangan, tubuhnya nampak limbung dan senyuman itu masih terukir di wajahnya.
Pandangan nya pun mulai menyisir dan ternyata ia berada di area landasan. "Kita sudah sampai...!?". Mata nya tertuju ke arah pesawat, yang sejenis jet pribadi, Dan Wanita itu hanya mendapat anggukan dari Suaminya.
Dan tentu kaki Wanita itu mulai mengikuti langkah Suaminya, yang kini tengah menaiki anak tangga. "Kita Akan naik ini". Tanya Anna menunjuk ke arah pesawat.
"Kita akan ke Negara K, menurutmu apa kita kesana harus mengendarai mobil". Lagi - lagi Pria itu berucap bernada dingin.
" Buka itu maksudku..!".
__ADS_1
"Sudah lah, lebih baik cepat kemari dan duduk di kursimu". Ucapan bernada perintah itu, langsung di pahami Anna, ia bergegas masuk ke dalam pesawat
Baru tadi wanita itu merasa bahagia, saat di pangku oleh Suaminya, ia pikir Pria itu sudah berubah manis seperti dulu, tapi nyata nya tidak. Dengan wajah yang di tekuk, Anna langsung duduk, tepat di samping Suaminya.
Pesawat pun segera lepas landas dari bandara internasional negara A, setelah kedua penumpang sudah duduk di kursinya, dengan aman. Bisa di lihat burung besi itu, mulai melaju, dan perlahan naik hingga saat ini telah mengudara.
...******...
Tak terasa senja pun datang menjelang, meskipun langit sudah di penuhi lembayung, namun tak menghentikan akitvitas yang saat ini sedang berlangsung.
Sudah 2 jam lama nya, kedua pasangan itu, telah menginjakan kaki nya, di negara K, setelah perjalan yang cukup panjang mereka hanya menghabiskan waktu untuk beristirahat sejenak.
"Aku akan menemui Adam, setelah ini". Pria tampan itu berucap, seraya mengacingkan kemejanya, Pria itu berdiri tepat di depan cermin, namun terkadang ia mencuri pandang dengan Istrinya, yang saat ini tengah tidur terlentang.
Ashlan melirik jam yang ada di dinding, dan ternyata, sudah menunjukan angka 6. "Sepertinya".
Anna menghela napasnya, setelah pernikahan nya, Suaminya berubah menjadi Pria yang dingin, namun ia tak akan menyerah begitu saja. "Jadi Aku akan kau tinggal lagi". Ucapan nya terdengar cukup sedih, kaki nya mulai pun mengayun dengan perlahan.
"Jangan manja..."
"Apa Aku salah manja pada Suami sendiri". tangan nya pun sudah melingkar di pinggang Suaminya, Anna membenamkan kepalanya, di punggung Ashlan, dan sama sekali tak ada penolakan dari Suaminya, Pria itu cenderung diam, seraya melihat pantulan dirinya dan sang Istri di dalam cermin.
__ADS_1
"Apa kau tak merindukan ku". Wanita itu kali ini tak menggoda Suaminya, saat ini yang ia lakukan hanya memeluk Ashlan dengan erat.
Merasa ingin lebih dekat, Wanita itu sampai memutar arah, hingga kini sudah berhadapan dengan Suaminya. "Aku mencintaimu Alan...". Kaki nya di buat berjinjit, hingga wajah nya, bisa sejajar dengan Ashlan, dengan perlahan Anna melabuhkan kecupan itu, di bibir Suaminya.
Melihat respon Ashlan yang hanya diam, tentu saja Anna kembali menelan rasa kecewanya, sebentar ia menatap wajah Suaminya tampak datar, kaki nya pun terayun menjauh dan menghilang di balik pintu kamar mandi.
Sedangkan Pria itu, masih diam mematung masih menatap tampilan dirinya di depan cermin dengan jantung yang terua berdebar dengan cepat, hingga di sadarkan dengan deringan ponsel yang ada di atas nakas.
"Baiklah...! Aku akan segera kesana". Mendengar kata ajakan dari sebrang telpon pun, Pria itu langsung bergegas setelah memasukan benda pipih itu ke dalam saku.
Ada karagaun dalam diri Ashlan, ia ingin melihat keadaan Istrinya, apakah Wanita itu menangis sendiri, karna sikap nya tadi, Ada dorongan ingin menemui Istrinya yang ada di kamar mandi, bahkan tangan nya masih menempel di gagang pintu.
Namun ia urungakan, setelah mendengar suara gemerincik air. "Aku pamit". sebagai gantinya, Pria itu malah berteriak di depan pintu, setelah mendengar sahutan dari dalam Ashlan langsung pergi, dengan perasaan tak menentu.
Dan di dalam sana, Anna mengguyur seluruh tubuhnya, ia berjongkok dengan tangan yang memeluk lutut di bawah kucuran air shower. "Apa rasanya sesakit ini..". Wanita itu pun mulai terisak, meratapi segala kesedihan nya.
Ia sudah berusaha menggoda Suaminya, meskipun rasanya sangat memalukan, namun tetap saja ia lakukan meskipun belum membuahkan hasil. "Ayah... kenapa tak kau ajak Aku saja".
Memory nya pun kembali ke waktu kejadian naas yang menimpanya. "Kapan berakhirnya penderitaan ini Tuhan..Aaaaaargh..". Ia berteriak di bawah guyuran air, bahkan menyampingkan rasa dingin yang mulai menghinggap di sekujur tubuhnya.
Apa ia harus bersabar atau menyerah, Rasanya ia sudah mulai lelah menjalan nya.
__ADS_1
...********...