My Dear Anna

My Dear Anna
Part 7


__ADS_3

Di lain negara.


Hunian besar berlantai 2, terlihat wanita cantik yang asyik melamun, tatapan nya terlihat kosong menatap hamparan tanaman yang tertata rapi di halaman.


"Apa yang kamu lamunkan sayang". Tanya Ayu pada putrinya Lisa.


Lisa yang tengah berdiri di sisi balkon, menoleh ke arah Ibu nya berada. "Anna Bu. bagaimana kabar dia sekarang". Pandangan nya kembali menatap halaman yang berada di depan rumahnya.


Sejak 5 bulan lalu Lisa tak berhenti mencari keberadaan adiknya, bahkan karna itu, karirnya sempat tertunda.


"Jangan kau pikirkan lagi, anak durhaka itu dan karna dia juga Ibu menjadi janda Lisa, kau harua ingat karna siapa Ayahmu pergi,sikap Anna yang keterlaluan.". Jawab Ayu ketus, ia masih tak mengerti dengan putrinya ini, bagaimana bisa masih memikirkan Adik tirinya itu.


Bahkan demi menyingkirkan Anak tirinya itu, ia harus meronggoh kocek sangat dalam uangnya hingga membuat Anna terdampar di negara asing tampa sepengetahuan Lisa.


"Tidak Bu...!. Setidaknya Anna harus menjelaskan semua pada Lisa". Wanita cantik itu bersikukuh ingin menemukan adiknya. " Kenapa di saat kita sedang berduka, Anna malah pergi dengan kekasihnya.


" Cukup Lisa ".Sentak Ayu. " Ibu ngga mau, sampai kamu kembali masuk Rumah Sakit lagi, karna memikirkan Gadis itu".


"Lebih baik kamu bantu ibu mengurus perusahaan, dari pada melanjutkan propesimu sebagai model itu".


" Lisa tak mau Bu". Tolak Lisa dari awal ia memang tak tertarik terjun ke dunia bisnis, ia lebih suka bergelut dengan dunia modeling.


" Kenapa Lisa..!?". Tanya Ayu. "Jika kamu pegang kendali perusahaan, bukan nya kamu bisa lebih dekat dengan Aslan".


"Sekarang Ibu mau kamu, menemui Aslan, dan meminta maaf padanya".Dan tak tau malu nya Ayu menyuruh Lisa untuk kembali pada mantan kekasihnya.


"Tidak Bu...". Lisa menggeleng menolak permintaan Ibunya. "Lisa sudah menyakitinya dengan cara pergi di saat ia sangat membutuhkan Lisa berada di sampingnya". Sanggah Lisa. "Bagaimana bisa Bu, Lisa memintanya kembali bersama".


"Ibu yakin Aslan akan memaaf-kan mu, Ibu tahu jelas bagaimana Aslan sangat mencintaimu". Ayu terus membujuk Lisa agar kembali pada mantan kekasihnya itu.


Bagaimana pun Putrinya harus kembali dengan Aslan, jika ia tahu Pria yang di pacari Lisa waktu itu, adalah anak sultan waktu, tentu ia tak akan menolak lamaranya.


" Lisa apa kamu dengar ucapan Ibu..!?"

__ADS_1


Lisa yang di tanya hanya mengangguk, jujur masih ada nama Aslan yang selalu bertahta di hatinya, tapi gara - gara siapa juga hubungan nya dengan Aslan harus berakhir, kalau bukan karna Ibunya sendiri yang memaksanya.


Hanya waktu yang bisa menjawab kegudundahan hati, jika memang di takdir kan bersama toh Dirinya dan Mantan kekasihnya itu bisa bersama lagi.Lisa yang di tanya hanya mengangguk, jujur masih ada nama Aslan yang selalu bertahta di hatinya, tapi gara - gara siapa juga hubungan nya dengan Aslan harus berakhir, kalau bukan karna Ibunya sendiri yang memaksanya.


_


_


_


Saar mentari perlahan lenyap, menyisakan lembayung berwarna jingga, suara daun pun mengikuti irama angin yang juga menerpa surai panjang seorang gadis cantik yang tengah menikmati senjanya kala itu di tepi balkon.


Genap 3 bulan ia tinggal di sebuah Pavilliun yang ada di sebuah Mansion, dengan seorang Pria tampan yang di panggil Kakak olehnya.


Selama itu, ia menjalani pelatihan yang di ajarkan khusus oleh Jonathan saat Pria itu memiliki waktu senggang.


"Ya ampun Anna". Ucap seorang Pria yang sudah siap dengan setelan nya. "Aku menunggumu sejak tadi, dan kau malah asyik melamun di sini".


Gadis cantik itu menoleh ke arah Jonathan yang berdiri di ambang pintu. "Maaf Kak Aku lupa". Anna terkekeh. Kaki jenjang nya mengayun mendekati Pria itu.


"Aku tak yakin". Pria itu berucap kaku, apa lagi di hadapkan dengan wanita cantik yang sangat menggoda. "Apa kau berniat menggoda ku Anna". Jonathan merengkuh pinggul Anna, semakin mengikis jarak keduanya


"Kenapa...". Anna tersenyum memandangi Wajah tampan Jonathan. "Apa aku sudah siap menjadi wanita penggoda". Tanya nya kemudian, bahkan gadis itu berani memajukan bibirnya lebih dekat.


Dan alhasil Jonathan pun terpancing, belum sempat ia menempelkan bibirnya, suara gelak tawa menghentikannya. "Kak apa kau serius ingin menciumku". Ujar Anna, di iringi gelak tawa. "Jangan bilang kau tergoda".


"Tentu saja tidak". Sangkal Jonathan, Ia begitu malu karna memang ia tergoda, mungkin ia telah jatuh hati pada Anna. "Kita berangkat sekarang". Jo manarik tangan Anna untuk mengikutinya.


Namun tak membuat debaran jantung nya berpacu normal kembali, apa lagi Anna terus saja menggodanya.


Bahkan saat keduanya sudah berada di dalam mobil Anna masih saja mengungkit kejadian tadi. "Anna sudah lah, apa kau telah berubah pikiran untuk menggoda Tuan Aslan". ucap Jonathan.


"Tentu saja tidak". Anna menggeleng. tujuan nya membalas dendam pada Ibu tirinya masih belum lenyap.

__ADS_1


Setelah melepas sabuk pengaman nya, Anna turun dari mobil dam masuk salah satu salon kecantikan.


Jonathan yang masih mematung di dalam mobil, melihat semua pergerakan Anna. "Sadar Nath kau tak boleh menyukainya". Lagi lagi Jonathan bermonolog sendiri.


Tapi hatinya tak bisa di bohongi, entah sejak kapan ia menyukai gadis yang bernama Anna itu, bahkan karna dirinya sendirilah yang mendorong Anna untuk mendekati Tuan Aslan, Majikan plus sahabat nya itu.


Dan disilah mereka berada. 2 tangan ahli kini merombak penampilan Anna sudah 1 jam Anna diam mematung seraya menatap tampilannya di depan cermin, melihat beberapa tangan ahli yang membantu ia tampil cantik malam ini.


"Bagaiamana Tuan". Tanya Wanita yang berpropesi sebagai MUA itu, memperlihatkan hasil karya nya.


Tak ada jawaban dari Jonathan, ia masih di mematung melihat tampilan Anna, sumpah demi apapun Gadis di depan nya sangat lah cantik ada rasa sesal di hati saat dulu ia menolak hukuman Tuan nya, agar menikahi Anna.


Jika Waktu bisa di putar kembali, ia pasti menerimanya, apalagi sudah tumbuh benih cinta di hatinya.


" Kak Nath..". Kaki Anna mengayun, bahkan paha mulusnya kini terekspos karna belahan gaun itu, sampai paha atas.


Gleg...


Dan lagi Anna mengalungkan lengan nya. "Apa aku cantik". Tanya Anna. Dan Jo yang masih menelisik wajah Anna tampak mengangguk. "Ini sebagai ucapan terimakasih ku". Anna mengecup Pipi Jo. Gadis itu tersenyum meninggalkan Jonathan yang masih diam mematung sambil memegang pipinya.


Trimakasih...!.


Ya,kata itu tulus dari hati, setelah apa yang Jonathan lakukan selama ini, dan jika ia memiliki keberanian lebih ia ingin sekali mencium Pria itu di bibirnya saja.


Namun itu tak mungkin, Hati nya akan goyah, dan itu menyimpang dari keinginan nya membalas dendam. Ya... Jujur saja Anna menyukai Jonathan bukan sebagai Kakak tapi seorang laki - laki.


" Kak Nath ayoo". Ajak Anna.


Sadar dengan sikapnya tadi, Jo tersenyum dan menyusul Anna menuju mobil. Dengan segala kegundahan yang kini melanda di hatinya.


Jatuh Cinta...


1 kata yang kini ia sandang, hatinya telah jatuh telak pada gadis cantik yang 3 bulan lalu sempat akan ia buang menuju jurang.

__ADS_1


...~Jangan lupa tinggal kan jejak ya, like dan juga Coment~>...


__ADS_2