
Demi apa pun supir yang bernama Ardan itu, terlihat susah menelan selivanya, di suguhkan dengan pemandangan yang erotis, mau tak mau ia hanya bisa diam seraya melajukan mobil ke salah satu hotel milik keluarga Abraham, sesekali ia mencuri pandang dengan aksi Tuan mudanya yang tengah menjamah Wanitanya.
"Tuan muda ". Panggil Ardan, sedikitpun tak ada niatan untuk mengganggu Tuan muda nya itu, namun tempat tujuan telah sampai.
Aslan melepas tautan bibirnya, dan mendapati kendaraan roda 4 yang ia tumpangi sudah berhenti di lantai basement.
Aslan membenahi pakainya yang kusut begitupun dengan Anna. "Bonusmu akan Saya transfer besok". Setelah mengatakan itu, Aslan langsung beranjak menuruni mobil, menghiraukan kata trimakasih yang di ucapan Ardan supirnya.
Kaki nya mengayun ke arah lift seraya menggenggam tangan Anna, di tekannya tombol paling atas dimana lantai khusus pemilik berada.
Dan lagi Aslan memojokan tubuh Anna dan kembali melu*mat bibir gadis itu dengan menuntut.
Tink.
Pintu lift terbuka dengan tak sabaran Aslan langsung memangku Anna, berjalan menyusuri lorong hotel.
"Kakak ipar kenapa ". Tanya Asley adik Aslan. Melihat Kakaknya memangku Anna.
" Ley...". Ucap Aslan. keinginan nya yang menggebu gebu, membuat ia tak sadar berpapasan dengan adiknya. "Ngapain kamu disini".
Anna yang mendengar percakapan Kakak beradik itu, hanya tertunduk malu dan menyembunyikan kepalanya di dada Aslan.
"Sejak tadi aku memang disini Kak". Jawab Ashley.. "Itu Kakak ipar kenapa..?. Apa dia pingsan". Tanya Asley penuh selidik.
"Iya Dia pingsan". Aslan mengiyakan saja, supaya lebih cepat.
"Heii.. Aku tak percaya". Ashley semakin menelisik wajah Kakaknya. " Hayo ngaku".Tunjuk Ashley dengan senyum jahilnya.
"Kau mau apa..!??". Aslan menyerah, dari pada membual lebih baik menyogok Adiknya itu.
"Mobil baru". Ashley menaik turun kan kedua alisnya. "Bagaimana".
"Deal". Tampa berpikir panjang Aslan langsung menyetujui permitaan adiknya, Ashley yang kegirangan, sampai membantu Kakak nya membuka kan pintu.
"Jangan kasih tahu Mama". Ucap Aslan yang hendak menutup pintu.
"Beres". Ashley memberikan kode pada Kakak nya. "Nikmatilah malam kalian".
Aslan tersenyum puas, setelah menutup pintu ia pun membaringkan tubuh Anna di atas ranjang. "Kita lanjutkan yang tadi ya sayang".
Tampa menjawab ucapan Aslan, Gadis tampak mematung seraya melihat Aslan melucuti semua pakaian yang di kenakan Pria itu.
__ADS_1
Dan nampak lah tubuh polos memenuhi kornea matanya, dan ini kali pertama Anna melihat utuh, milik Aslan yang sudah berdiri tegak di bawah sana.
" Kali ini tak boleh gagal". Aslan mulai menerkam Anna, menguasai gadis itu di dalam kukungan nya.
"Kau milik ku". Aslan kembali melu*mat bibir Anna, tangan dengan lihai menanggal kan semua helaian pakaian pada Wanitanya.
"Alan.. ahhhk". Anna menggeliat geli,.sesuatu yang berada di pangkal pahanya di buat nikmat oleh Aslan.
Dengan perlahan namun sudah pasti nikmat itu lah yang di rasakan keduanya saat mengejar ke puncak Nirwana.
"Anna ... Ahhkkkk". Suara des*ahan terus mengggema di ruangan dan semakin cepat saja Pria itu menambah tempo, pinggulnya terus bergerak bebas maju mundur. Suara desah*an dan ranjang yang terus berdecit pun menemani malam panjang mereka tampa hadir nya gangguan.
_
_
_
Pagi pun menyapa keduanya, mereka begitu enggan untuk membuka mata, lebih baik menutup selimut dan melanjutkan tidur, setelah lelah dengan aktivitasnya semalam.
Namun deringan ponsel lah, yang memaksa keduanya untuk bangun, terlebih lagi ponsel Aslan yang terus berbunyi dengan nada khusus.
"Iya Mam.." Jawab Aslan dengan suara seraknya.
"Di hotel Mam".
" Anna sakit, kenapa tak memabawa nya ke Dokter". Ucap Dilla dengan cemas.
."Sakit...!?". Aslan mengulum senyum tak sia sia, dana nya keluar untuk menyogok adiknya itu. "Apa Ley cerita ke Mama".
"Iya adikmu cerita saat pulang". Jelas Dilla, yang percaya dengam akal bulus Putrinya yang sudah mendapat sogokan. "Bagaimana ke adaan Anna".
"Anna sudah di suntik semalam, jadi kondisinya sudah lebih baik Mam" Jawab Aslan sambil tersenyum. "Sekarang ia masih istirahat ".
" Baik lah, jangan kau apa - apa kan Anna". Ancam Mam Dilla. "Apa lagi menyuntiknya dengan milik mu itu".
" Iya Mam".
Setelah panggilan terputus suara tawa Aslan yang sejak tadi ia tahan, terdengar begitu nyaring,.memeka kan telinga Anna hingga gadis itu terbangun.
"Ada apa". Tanya Anna mendapati Aslan yang masih saja tertawa.
__ADS_1
"Mama menyuruhku untuk menyuntikmu lagi". Jawab Asalan yang terkesan ambigu.
" Aku tak sakit, kenapa harus di suntik".
" Maksudku suntikan yang ini" Aslan menunjuk jarum suntik yang bisa membuat begah kaum wanita selama 9 bulan itu.
"Ngawur kamu" Anna mengusap wajah Aslan dengan kelima jarinya, kakinya perlahan turun menuruni ranjang, dan berlalu menuju kamar mandi.Tampa di sadari Aslan ikut mengekor kemana Gadis itu pergi.
_
__
____
Hari demi hari terus berlalu, tak ada pergumulan panas yang terjadi terakhir kali saat di hotel karna Aslan pun di buat sibuk dengan rentetan pekerjaan yang tak bisa di tinggal.
Namun di sisi Anna terlihat tenang tampa ada nya gangguan dari Aslan, tapi di sisi lain nya ia pun tak bisa tenang bahkan tak nyenyak tidur, Anna kembali bertemu dengan Jonathan mantan kekasihnya, yang belum genap sehari ia kencani.
Terjekesan canggung dan juga kaku, saat keduanya bertegur sapa, apa lagi melihat wajah Jonathan yang terlihat kecewa.
Dan puncak nya malam ini, Aslan yang menyelenggarakan pesta lajang di salah satu Villa keluarga Abraham dan mengundang teman dekatnya saja, yang di hadiri Jonathan dan juga Alicia, tak tertinggal adik nya Aslan yaitu Asley.
"Mana calon Istrimu Lan". Tanya Gio salah satu teman Aslan, ia begitu penasaran dengan sosok Wanita yang ingin di nikahi teman nya itu.
"Itu dia". Tunjuk Aslan pada ketiga Wanita yang berjalan dengan beriringan.
" Alicia".. tabak Gio.
"Bukan !!". Aslan mengibas tangan nya. "tapi yang sebelahnya". Tunjuk Aslan, ia pun kembali meneguk minuman nya.
" Emmmh itu". Gio mengangguk paham.
Bachelor party atau pesta lajang, pesta yang di gelar terakhir untuk calon pengantin sebelum mereka menikah, itulah pesta yang di gelar nya malam ini.
"Semuanya sudah berkumpul". Ucap Gio menatap semua tamu undangan Aslan. "Bagaimana kita mulai saja Games kita". Asley pun menyorakan tanda setuju dan ikuti oleh yang lain.
"Games ini hanya buat seru - seruan saja ya, dan saat Games ini di mulai kita bersepuluh hanya teman.. ingat hanya teman ya guys dan satu lagi tak memandang gender itu siapa!?". Jelas Gio, seraya meletakan botol kosong.
"Ini cukup simple, tinggal putar botol ini dan kau akan mendapat lawan untuk berciuman". Imbuh Gio kembali. tujuan nya hanya satu, bisa merasakan salah satu bibir dari ketiga wanita di depan nya.
" Waw ciuman." Ashley cukup bersemangat untuk hal ini, apa lagi semua Pria yang hadir tak kalah tampan dari Kakak nya.
__ADS_1
"Kau dengar Kakak ipar, 'ciuman'" Ashley menyenggol bahu Anna yang masih terkesiap dengan aturan main dari Games itu.
...~Jangan lupa like dan juga Coment ya~>...