My Dear Anna

My Dear Anna
Part 64


__ADS_3

Jam waktu terus berputar, hari demi hari kian berganti hingga tepat 3 hari dari kejadian naas yang menimpa Anna, Wanita itu masih tak kunjung mendapatkan kesadaran.


Tampa lelah Pria tampan yang berstatus sebagai Suaminya, tampak setia menjaga dan merawatnya terus terduduk di samping ranjang dengan tangan yang terus menggenggam Wanita nya.


Hingga terasa jemari itu mulai sedikit bergerak, Pria itu langsung berdiri dan bisa melihat, kelompok mata itu mulai mengerejap.


"Anna..." Pria itu memanggil nama Wanita nya dengan mata berbinar, jemari pun langsung menekan tombol yang ada di dinding, hingga tak berapa lama Dokter bersama perawat pun sudah berada dalam satu ruangan.


"Dok Istri saya sudah sadar Dok..." Ucap Ashlan. begitu bahagia nya saat dia berucap, setelah beberapa hari terakhir ini terus di hantui rasa bersalah.


Dan sekarang ia bisa melihat Mata istri nya sudah terbuka meskipun sedikit sayu, "Bagaimana keadaan Istri Saya Dok".Tanya Ashlan tak sabaran, padahal Dokter itu baru mengeluarkan alat untuk memeriksa.


"Kondisi vital Istri Anda untuk saat ini berkembang cukup baik, jika kedepan nya terus seperti ini, kemungkinan dalam 2 Minggu bisa berobat jalan." Dokter itu menjelaskan seraya mengecek kondisi dari pasien nya.


Ada ucap syukur dari Pria itu, setelah sebelumnya di kabarkan perlu waktu selama 3 bulan ternyata itu bisa lebih cepat.


"Kami akan terus memantau kondisi Istri Anda Tuan, mudah-mudahan tak ada gejala lain yang di alami Istri Anda..". Mengingat kondisi pisik Anna yang mengkhawatirkan.

__ADS_1


"Semoga cepat sembuh Nyonya.." Di akhiri dengan sebuah senyuman ke arah pasien, Dokter itu pun pamit undur diri, setelah serangkaian pemeriksaan yang dirasa ada perubahan baik.


Dan dalam waktu yang bersamaan, sekumpulan orang yang baru selesai mengisi perut nya, pun masuk. "Ma.. Anna sudah sadar...".Ashlan langsung memberi tahu Wanita yang telah melahir kan nya itu.


Semua orang yang mendengar ikut merasa senang dan berucap syukur, Mam Dilla Langsung mendekat ke arah ranjang dan benar saja kini Anna sudah membuka matanya.


"Dimana Aku..." . Ucap Anna dengan lirih. Tak hanya merasakan sakit yang luar biasa pada tubuh nya, Wanita itupun menatap bingung ke arah orang yang tadi terus menyebut nama Anna dengan wajah sumringah


"Kamu di rumah sakit sayang...". Mam Dilla yang menjawab. "Mama senang sayang akhirnya kamu sadar juga, kamu tahu bagaimana cemas nya Mama di saat kamu menghilang..". Wanita paruh baya itu terus mengusap lembut pergelangan tangan Anna.


Rasa khawatir yang terus ia rasakan, setelah kehilangan sang menantu, kini sedikit reda, melihat Anna sudah sadar, Ya Wanita itu telah sadar, namun dia seperti orang linglung, yang seperti nya kehilangan jati diri.


"Sayang ini Mama ...". Wanita itu menepuk- nepuk bagia dadaa seolah memberi tahu dirinya siapa."Apa Kamu tak Ingat, sayang, Bagaimana apa kamu dia siapa..!?.." Wanita menunjuk Putera tertua nya Ashlan dan sebuah gelengan pelan yang bisa mereka lihat.


"Ann kamu tak ingat Aku..." Ashlan lebih kaget lagi, Dia memang Melia wajah sang Istri yang memang terlihat tak mengenalinya


2 Minggu ia tak bertemu dengan Istri nya dan saat di pertemukan ia malah melihat kondisi sang Istri yang mengenaskan, apakah ini adalah hukuman baginya karna menyia-nyiakan Istri selam ini.

__ADS_1


Pria itu kembali memanggil Dokter, rasa cemas dan khawatir seolah masih bersarang di dalam dirinya, Bahkan saat sadar pun, Istrinya tak mengingat ia siapa. "Dokter Dia tak mengingat siapa kami Dok"... Pria itu merasa lemas saat berucap itu.


Dokter yang datang masih memeriksa ulang Kondisi pasien, hingga di bawa keruang khusus untuk di cek lebih lebih lanjut.


Anna sudah di baringkan di atas ranjang, tubuh nya lantas masuk ke sebuah alat khusus, monitor bisa melihat kondisi fisik Anna, begitu jelas dengan di tandai warna merah di setiap tubuh.


Tak hanya bagian perut yang mengalami cedera namun sensor alat itu mendeteksi ada kelainan pada kepala Anna, mungkin ini adalah alasan kenapa Wanita itu tak bisa mengingat.


"Bagaimana keadaan Istri Saya Dok...". Kini Ashlan tengah duduk di salah satu ruangan Dokter, di depan nya ada seorang Dokter yang di selat 1 buah meja.


Dokter itu melihat hasil pemeriksaan pasien atas nama Annatasya Irawan, ia menjelaskan secara rinci keadaan dari pasien nya. "Istri anda mengalami Amnesia Disosiatif atau Amnesia Psikogenik.." jelas Dokter.


"Amnesia...!?". Ashlan tergugu di tempat, saat mendengar sang Istri mengalami Amnesia atau kehilangan ingatan, tak hanya menyesal telah mendiami Anna namun kini di saat hati sudah menetapkan pilihan, Wanitanya malah tak mengingat dirinya.


"Tapi Anda tak perlu khawatir Tuan, Amnesia jenis ini memiliki ciri hilangnya memori episodik yang dapat berlangsung selama berjam-jam atau berhari-hari atau bahkan bertahun-tahun.."


"Seperti nama nya Amnesia Psikogenik Amnesia jenis ini banyak disebabkan oleh alasan psikologis seperti trauma atau depresi. Dalam kasus ini, kemampuan untuk mengingat akan kembali normal...". lanjutnya

__ADS_1


Pria ini berucap syukur karna tidak bersifat Permanen jadi suatu saat nanti Istrinya pasti akan mendapatkan ingatan nya kembali dan tentu nya akan mengingat bagian dalam dirinya.


"Meskipun ingatan mu hilang namun akan kugantikan dengan ingatan yang pasti akan membuat mu bahagia Ann"


__ADS_2