
Saat malam Ashlan tentu sudah berada di tempat tujuan, saat ini tengah melakukan sebuah pertemuan dengan beberapa pihak terkait, bukan hanya membahas dengan banyaknya korban yang akibat insiden itu
Tapi juga membahas tentang sebuah organisasi yang di pimpin oleh seorang Pria terkemuka di Kota S, Dia adalah Leonard Pria berkedudukan tinggi yang cukup di segani, dan Adam malah menyakiti Putri satu - satunya dari keluarga itu.
"Kita akan datangi Tuan Leonard dan harus meminta ganti rugi". Jika jumlah Dana yang sedikit mungkin Ashlan tak akan turun tangan ke lapangan, tapi ini bukan lah perkara yang kecil.
"Data yang Kau miliki tentu sangat akurat bukan". Tanya nya pada Rey, dia adalah informan kepercayaan Adam, bisa di bilang Rey adalah kaki tangan dari keluarga Adamar Nicholson.
"Semua ini bisa jadi barang bukti, dan bisa memberatkan Tuan Leonard di pengadilan".
"Tunggu sebentar". Ashlan menjeda perbicangan nya karna sejak tadi ponsel nya terus saja bergertar. "Dean". ia membaca nama dari pihak pemanggil.
"Apa kau sudah bersama Istriku". Ucap nya setelah panggilan itu terhubung, tak cuma Rey yang memperhatikan Adam pun lebih seksama lagi, apa lagi Sahabatnya tengah membahas wanitanya yang sudah menjadi Istri orang.
"Apa Nyoya Anna tidak bersama dengan Anda Tuan". Sedikit nada ke khawatiran yang Ashlan tangkap dari ucapan Dean.
"Apa maksudmu". Ashlan di buat bingung dengan ucapan Dean, ia mendadak cemas tak karuan, bahkan melonggarkan dasi dari kerahnya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi Alan". Adam pun ikut merasakan cemas apalagi ini menyangkut dengan Wanita yang amat ia cintai.
Aslan langsung memberikan kode pada Adam, Ia ingin lebih mendengar laporan yang Dean berikan.
"Nyonya tidak ada di dalam kamar Tuan, semua barang - barang Nyonya pun sama, hanya ponsel nya saja yang tak ia bawa". Jelas Dean.
"Maksudmu Istriku menghilang". Intonasi nya langsung meninggi.
"Apa ...!.Evelyn menghilang". Adam berseru tak sadar salah menyebut nama.
"Ok Aku minta maaf". Langsung saja minta maaf dari pada memperkeruh keadaan.
Ashlan langsung saja menjauh dari meja, tempat ia berkumpul tadi, tentu ingin mendengar jelas tentang kabar Istrinya yang di kabarkan menghilang dan balkon lah menjadi tujuan nya.
"Apa kau sudah melihat semua rekaman CCTV hotel". Ia melanjutkan lagi obrolan nya, tentu dengan rasa cemas yang terus melanda pikiran nya.
"Sudah Tuan, semua CCTV yang ada di hotel ada yang meretas satu dari mereka tak ada yang merekam kemana Nyoya pergi".
__ADS_1
Semakin cemas saja Ashlan setelah mendengar penuturan dari Dean. "Istriku tak mungkin pergi begitu saja, Aku yakin Dia telah di culik".
"Apa ....!. Evelyn di culik". lagi - lagi Adam menyela obrolan itu dan langsung dapat tanggapan kasar dari Ashlan.
"Sudah cukup kau menyentuh Istriku semalam, jika ku dengar Kau menyebutnya dengan sebutan Evelyn lagi, Kau bukan lagi sahabat ku". Ancaman langsung di tunjukan Ashlan dengan raut wajah yang mengerikan, dia sangat emosional untuk malam ini.
"Ok Dia Istrimu, tapi Dia dulu Wanita ku Alan". Tak kalah tinggi intonasi Adam pada Ashlan, ia pun sampai tersulut emosi.
"Hentikan kalian berdua". Rey langsung menengahi keduanya yang terlihat adu pandang bertanda perang. "Sebaiknya kita cepat mencari Non Anna, dan malam ini kita kembali".
Untung ada Rey yang menghalangi keduanya, jika tidak sebentar lagi akan adanya baku hantam antara 2 pria tampan itu.
"Pertemuan kali ini, kita akhiri sampai disini, jika ada perkembangan bisa segera hubungi kami, khusus Saya". Ucap Rey pada beberapa tokoh yang menghadiri pertemuan.
"Ya... Saya sudah paham, semoga Istri dari Tuan Ashlan segera di temukan". Rey pun berjabat tangan dan tak lama ia pun menyusul Tuan nya berserta Ashlan yang sudah lebih dulu meniggalkan ruangan.
"Semoga mereka tak mengundang keributan"
__ADS_1