My Dear Anna

My Dear Anna
Part 55


__ADS_3

Dari tempat ia berdiri ia bisa melihat beberapa Pria asing tampak mengobrol, dengan para pekerja di Mansion Brox, salah satunya adalah orang yang sangat ia kenal.


Tampa peduli, Wanita itu berjalan ke arah mereka di ikuti Robert dari belakang, mungkin Wanita itu tak akan pernah mengira akan mendapat sambutan seperti itu.


Seseorang yang tak ia tahu Siapa kini malah memeluk nya dengan erat. Sangat jelas terdengar di telinga, Pria itu berucap kata 'Anna'.


...Bugh.....


"Siapa Kau..!. berani menyentuhku..". Ucap Evelyn dengan mata mendelik ke arah Pria yang ia tak kenal siapa, setelah melepas pelukan Pria itu dengan sebuah tendangan


Pria itu adalah Ashlan ia tampak meringis menahan ngilu pada intinya. "Ann..Apa kau masih marah padaku, sampai tak mengenali Suamimu".Pria itu berucap dengan menahan sakit, tentu ia tak menduga Anna bisa menyerang secepat itu.


Tangan Pria itu menggapai lengan Anna dan kembali merengkuh tubuh Wanita itu. "Aku lega bisa melihat mu baik-baik saja Ann..". Meskipun tengah menahan sakit, Ashlan tak peduli, ya ia inginkan adalah memeluk kembali Wanitanya, Mungkin Wanita nya memang marah padanya.


",Hei...". Evelyn tak terima ia langsung mendorong Pria asing itu dengan kuat. "Berani kau menyentuh ku lagi, ku bunuh Kau"..Ancam nya seraya memperagakan akan memukul Pria itu tentu saja dengan tatapan membunuh.


"Ada apa dengan kalian.." Evelyn berucap marah ke arah para pekerja nya, di dada masih terasa sesak saat bersi tatap dengan Adam, ia ingin sekali mengusir Pria itu pergi. "Kenapa kalian membiarkan mereka masuk kemari ...".


"Maaf Nona, mereka adalah tamu dari Tuan Leo.." Sahut salah satu dari mereka seraya menunduk.

__ADS_1


Evelyn mendengus kesal jika sudah berurusan dengan Daddy-nya, dia bisa apa. "Kalau begitu bawa mereka dari sini..!". Titah nya dengan sorot tajam.


"Ann ada apa dengan mu, Apa Kau tak mengenaliku". Ashlan terlihat bingung setelah beberapa detik tadi merasa senang saat melihat Istrinya nya, Tapi mendadak suasana hatinya kembali tak tenang. 'Ada apa dengan Wanita nya'?.


Pria itu sama sekali tak mengenali sikap Istri nya yang berubah dratis, tapi tunggu.! Aslan meneliti penampilan dari Wanita nya sangat terlihat jauh berbeda.


Namun tidak dengan Adam kali ini tak salah lagi. "Akhirnya Aku menemukan mu Sayang.."Ucap Pria itu, yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.


...Greb...


Evelyn langsung saja mencengangkan rahang tegas Pria yang selalu memanggil dirinya dengan Nama Anna. "Anna, Anna, sejak kapan Aku berubah nama Ha..".Wanita itu berucap sampai menekan intonasi nya. "Dengar..!! sekali lagi kau menyentuh ku, Akan ku patah kan tangan mu Ini". Ia langsung menghempaskan Ashlan dengan amat kasar.


"Berhenti lah memasang wajah bodooh seperti itu Robert.." Ucap Evelyn. Pria tampan itu hanya tersenyum kecut saat mendengar umpatan Wanitanya.


"Sekarang Aku tahu nama Wanita yang kita selamatkan tadi.." Terkesan Ambigu ucapan dari Robert, dan yang mengerti tentu saja hanya Evelyn, sedangkan Adam dan juga Ashlan masih terlihat bingung.


"Kita harus bicara Ev..." Adam meng-intrupsi obrolan kedua nya, ia langsung menarik lengan Wanita itu untuk mengikuti nya.


"Lepas..." Evelyn langsung mengibaskan genggaman Adam, namun tak semudah yang ia bayangkan."Tak ada yang perlu kita bicarakan lagi..".

__ADS_1


"Tapi Aku ada Ev, kamu harus dengar penjelasan ku kali ini, jangan pergi lagi..!, Ku mohon". Adam berucap lirih dengan tatapan yang mendamba, ia sangat merindukan Wanita nya dan sangat ingin memeluk Wanita itu kembali.


"Semua sudah cukup jelas bagiku Dam, tak ada yang perlu di jelaskan lagi...". Sudah berkali-kali ia menghempaskan genggaman dari Adam, namun tetap saja, ia tak tak bisa lepas, padahal bisa saja ia membanting Pria itu dengan mudah.


Namun hati merasa tak tega jika harus melakukan itu, apalagi Adam adalah cintanya meskipun Pria itu telah menorehkan luka dihatinya.


"Aku mohon Ev, beri Aku kesempatan..".


"Lepaskan Putriku ...!". Dari suaranya Adam bisa mengenal itu siapa, namun tak membuat Ia melepas kan Wanitanya, masih menggenggam dengan erat.


"Aku perlu bicara dengan Evelyn". Ucap Adam.


"Tapi Aku tidak mau bicara dengan mu". Evelyn masih saja memberontak, mencoba lepas dari cengkraman Adam.


"Patah kan jika kamu ingin lepas dariku..". Pria itu berucap dengan serius jika dengan patahnya lengan bisa membuat Wanitanya mau bicara dengan nya, ia rela.


"Jangan gila..."


"Aku memang sudah gila Ev, semua ini karna dirimu, Tak bisa kah kau memberi ku kesempatan". Dengan tatapan yang begitu memohon, ia berharap Evelyn bisa memberinya peluang untuk menjelaskan.

__ADS_1


Melihat Evelyn terus memberontak dan menolak ajakan dari Adam, Leonard tentu tak diam begitu saja, dengan cara kekerasan akhirnya Adam bisa melepaskan Putrinya. "Sudah ku bilang, sekali Kau menyakiti Putriku, nyawamu yang akan jadi taruhan nya".


__ADS_2