My Dear Anna

My Dear Anna
Part 29


__ADS_3

Apakah malam ini, Wanita itu kembali menangis,..?. jawaban nya! tentu saja tidak, cukup tadi ia menangis, bahkan orang lain pikir, Anna menangisi Villa yang tega di jual oleh Ibu tirinya.


Kenyataan nya memang seperti itu, hanya saja ia pun menambahkan kesedihan dari rumah tangganya, sikap Suaminya masih tetap dingin, bahkan hingga detik ini, ia hanya bisa melihat wajah Suaminya di atas sofa seraya memainkan laptop, tak ada niatan untuk kembali mengeluarkan jurus andalan nya, yaitu menjelma menjadi Wanita penggoda.


'Ya', setelah menikah, Anna selalu menggoda Suaminya, bahkan Pria itu sudah sah menjadi miliknya, begitupun sebaliknya, tapi karna kesalah pahaman, Ashlan tak pernah menyentuh nya, sekalipun milik Pria itu sudah menegang karna tangan jahil Istrinya.


Suaminya hanya terlihat baik, di saat ada orang lain saja, namun saat sedang berdua 'Ya' seperti sekarang ini, keduanya bahkan tidur terpisah.


Anna mengalah, dari pada menggoda terus berakhir seperti sebelum - sebelum nya, lebih baik ia tidur, tentu saja setelah bosan memainkan ponselnya.


*


*


"Bangun...". Di saat mata masih terpejam, ada guncangan yang memaksa Wanita itu untuk bangun dari mimpinya. "Anna bangun, dan cepat bersiaplah". Ternyata Suaminya lah yang membangun kan.


"Apa Aku terlambat bangun lagi..!". Ucap Anna, Wanita itu mulai mengerejapkan matanya, dan bisa melihat Suaminya langsung masuk ke arah Walk in closet, setelah mengetahui sang Istri sudah bangun.


"Baru jam 5.. ". Di lihatnya Jam Digital yang ada di atas nakas yang menunjukan angka 5 dan masih bisa di lihat dari jendela jika langit pun masih gelap. Namun tetap saja, kakinya mengayun ke arah yang sama dengan Suaminya berada, meskipun mata masih terasa berat untuk di buka.


"Kemarilah kita mandi bersama saja". Bagai tersengat aliran listrik saat tiba - tiba tangan Suaminya langsung menarik, ia pun tersentak kaget, bingung dan juga aneh, ada angin apa Pria itu mengajaknya mandi bersama.


Apa Suaminya sudah memaaafkan nya..!?, Entahlah, hanya Tuhan dan Pria itu lah yang tahu, ia hanya mengikuti apa yang yang di serukan oleh Ashlan.


"Jangan menggoda ku kali ini". Belum apa - apa Pria itu sudah memberi peringatan karna saat ini keduanya sudah menanggalakan segala apa yang di kenakan, jika Istrinya kembali menggoda bisa gawat, saat ini ia sedang terburu - buru, tak mungkin pula ia kembali bermain solo, karna sampai saat ini pun, Ashlan masih menahan untuk tidak menyentuh Istrinya.


Anna hanya bisa menghela napasnya, siapa juga yang akan menggoda, jika bisa ia ingin kembali tidur, tapi tetap saja badan mulai merasakan hawa panas dan juga dingin, saat Suami nya memulai ritual mandinya.


Anna tersenyum geli, saat melihat ke arah khusus bagian Prianya, ada yang tegak, namun bukan lah tiang listrik namun benda itu bisa menyengat dan memberikan sensasi nikmat.


"Kemana matamu melihat..!?". Ashlan yang sadar di perhatikan oleh Anna langsung mengajukan protes. Seraya mengaplikasikan sabun, Pria itu tersenyum malu, tampa di goda sang Istri pun miliknya malah menegang sendiri.

__ADS_1


"Tentu saja milikmu, padahal Aku tidak menggodo lho". Wanita itu menjawab dengan jujur saraya menahan tawanya, tentu saja dengan pembelaan nya, ia sama sekali tak melakukan apapun dan rasanya ia ingin kembali menggoda Suaminya itu.


"Ini karna kedinginan saja". Ashlan menjawab sekena nya saja, dan Apa Anna bisa percaya dengan ucapan Suaminya?. tentu saja tidak.


Anna sama sekali tak mendengarkan apa yang di peringatkan oleh Suaminya tadi, justru Wanita yang sudah terbalut dengan buih sabun dengan harum wangi yang menyeruak ke seluruh ruangan, langsung menempelkan tubuh nya pada Ashlan.


Posisi yang sangat inti*m ini, tentu saja tak di sia - sia kan oleh Anna, kapan lagi Ashlan akan mengajak mandi bersama lagi, dan ini adalah kesempatan untuknya, kedua tangan pun sudah melingkar di ceruk leher Pria itu.


"Sudah ku bilang jangan menggoda ku". Ucap Ashlan, dengan tangan yang di buat menggantung di bawah, ia masih menahan untuk tidak membalas pelukan dari Isrtrinya.


" Syuutttt". Anna menatap lekat manik indah Suaminya, masih dengan posisi yang sama, kakinya pun ia buat berjinjit.


...Cup...


Dengan sangat berani Anna mengecup Suaminya sekilas, bahkan ia bisa sangat merasakan bahwa miliknya sudah menempel dengan senjata Pria itu. "Aku mencintaimu".


Ashlan di buat diam mematung, beberapa kali ia sangat kesulitan hanya untuk menelan selivanya saja, Godaan sang Istri kali ini benar - benar sangat membuat ia tersiksa.


"Alan Sayang". Anna memberikan sebuah pijatan lembut pada area pangkal paha Pria itu, Wanita ini tak menyerah meskipun Ashlan masih diam, ia tak berhenti melanjutkan aksinya.


" Cukup Anna". Ashlan menjauhkan tubuh Anna darinya, tangan nya terulur mengambil gagang shower, dan menyemburkan air dingin pada miliknya.


"Apa kau tak mencintaiku...!?". Anna merasa sangat kecewa saat ini, dengan segera Wanita itu mulai membersihkan dirinya dari buih sabun.


"Apa kau tak mendengar ucapan ku tadi, jangn menggoda ku..". Ucap Ashlan, dalam hatinya ia ingin mengatakan cinta juga, tapi Pria itu masih belum yakin akan perasaan nya. "Aku sedang terburu - buru, jadi tidak ada waktu untuk melakukan itu sekarang".


Wanita itu tak menjawab, dan lebih mempercepat ritual mandinya, dengan menahan perasaan yang sangat dongkol. "Dasar egois".


...*******...


"Bisa kasih tahu Apa yang sedang terjadi". Anna membuka suara saat sesi mandi bersama sudah selesai, dan keduanya saat ini tengah mengenakan pakaian nya masing - masing.

__ADS_1


Meskipun ia masih kesal tapi tetap saja Wanita itu, sangat penasaran dengan apa yang terjadi, kalau tidak apa - apa, tak mungkin juga kan, Pria itu sampai mengajak nya mandi bersama.


Apa lagi melihat Suami yang nampak buru - buru, Wanita itu semakin di buat penasaran saja. "Ada kecelakaan kerja di pabrik, dan memakan banyak korban". Jelas Ashlan sambil mengancingkan kemeja nya. "Aku sudah menjadwalkan penerbangan paling pagi, jadi kita harus bergegas".


Anna pun akhirnya mengangguk paham, jika di kasih tahu sejak tadi, mungkin tak akan ada drama yang membuat nya kesal, tampa berdandan, ia langsung mengemasi semua pakaian nya ke dalam koper, begitu pula dengan Ashlan.


*


*


"Jika Mama dan Papa sudah bangun tolong kasih tahu, jika Aku dan Anna, pamit sekarang". Ucap Ashlan pada seorang asisten rumah tangga, kaki nya terus mengayun ke arah mobil, yang sudah menyala, dan seorang supir yang sudah siap mengatar sang Majikan.


" Baik Tuan muda". Jawab sang Asisten


Kendaraan mewah beroda 4 itu, langsung melaju setelah para penumpang sudah duduk di kursi belakang, dan supir pun sudah tau kemana arah tujuan nya.


Lagi - lagi Anna menguap, tentu saja ia masih mengantuk meskipun sudah mandi. "Tidurlah, nanti setelah sampai Aku akan membangunkan mu". Ucap Ashlan, ternyata Pria itu masih memiliki hati.!. Menyuruh Istrinya untuk memejamkan mata kembali.


Setelah kejadin saat di kamar mandi tadi, hati Ashlan di buat tak karuan, ia merasa bersalah pada Istrinya.


"Baiklah...". Anna menerima perkataan Ashlan dengan senang hati, karna memang yang ia butuhkan nya saat ini adalah tidur.


Wanita itu menyandarkan kepala nya kebelakang, mata nya pun kembali ia pejamkan, hingga tak berapa lama, Anna sudah terlelap tidur, seraya menikmati perjalanan nya menuju bandara.


Tampa Wanita itu sadari, seseorang yang sejak tadi duduk di samping nya, ternyata sedang memperhatikan.


Pria itu tak mengatakan sepatah katapun, hanya memandang dengan raut wajah yang sulit terbaca, hanya saja tangan nya mulai aktif menyamping kan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Istrinya itu.


...**********...


...~Jangan lupa like dan coment nya ya~...

__ADS_1


__ADS_2