My Dear Anna

My Dear Anna
Part 24


__ADS_3

Matahari pun kini telah menyapa para penduduk Bumi, yang sudah mulai berjibaku dengan rutinitas harian nya, seiring waktu berjalan, dengan perlahan sang Surya merangkak naik.


Namun berbeda dengan dua insan ini, mereka masih tampak nyenyak di atas ranjang, berselimut tebal yang menutupi hingga dada, tak memperdulikan jika hari sudah terang.


Salah satu dari mereka mulai mengerejap kan kedua matanya, seolah bingung ia terus mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan.


Ashlan, Pria itu lah yang saat ini di landa kebingungan, ingatan terakhirnya adalah saat di club 'menikmati minuman beralkohol nya'. "Apa ini kamar pengantin ku". Dahi nya terus berkerut, seolah sedang berpikir.


Dan 'ya' Pria itu memang tengah berpikir atau mengingat. "Bagaimana Aku bisa ada disini..!". Pandangan nya pun kini berpokus pada sosok cantik yang tidur di sampingnya. "Anna...!?".


Pria itu tampak kesal melihat Istrinya, apa lagi melihat Wanitanya tak memakai pakaian. "Apa setelah menikah Kau masih melakukan semua ini di belakang ku ....?". Entah apa yang Pria itu pikirkan hingga dengan melihat tubuh Istrinya polos apalagi melihat banyak nya jejak merah di leher Anna, langsung menuduhnya yang tidak - tidak.


" Oh sh*it...." Umpatnya, saat melihat tubuhnya juga ternyata polos. "Apa...! semalam Aku menyetubu*hinya. ". Ashlan menggeleng ia tak bisa menyangkal apa lagi menuduh Anna, karna memang Pria itu tak mengingat apa yang terjadi semalam dirinya dan juga Anna.


"Ahhhrgh.. sudah lah...". Ashlan tak peduli, apa yang sudah terjadi semalam, kaki nya menapaki lantai, hingga mengayun menuju kamar mandi, sejenak menoleh pada sosok cantik yang masih terlelap dalam tidurnya.


...******...


30 menit Pria itu berada di kamar mandi, dan di saat langkahnya sudah menapaki lantai kamar, pandangan nya kembali tertuju pada Wanitanya. " C'k... Dia masih tidur..".


Tak ada niatan untuk membangun kan sang Istri, ia yang sudah siap dengan setelan santai nya, berniat mencari obat pengar dan juga makanan, mulai beranjak dari tempat ia berdiri.


"Kau mau pergi lagi...!?". Terdengar suara Wanita yang tak asing di telinga Aslan.


" Hemz..". Pria itu tak menoleh pada Istrinya, kakinya terus mengayun kearah pintu keluar.

__ADS_1


"Setelah meniduriku.. Kau ingin pergi lagi...!?". Suara nya naik satu oktaf, saat tau dia abaikan oleh Ashlan, bahkan manik Wanita cantik itu masih menatap punggung Suaminya, yang kini mulai memutar arah.


"Kau adalah Istri ku, Apa kau lupa..!". Kaki Pria itu mulai mengayun mendekati Istrinya, yang masih nampak polos. "Jangan bilang kau hilang ingatan jika kemarin kita sudah resmi menikah...!?". Wajah nya masih terlihat dingin bahkan tak ada senyuman bahagia layak nya pengantin baru.


"Apa jangan - jangn kau berharap Nathan lah menggatikan Aku semalam..". lanjut nya dan Lagi - lagi Ashlan membawa nama sahabatnya, kedalam perdebatan .


Anna terdiam, ia tak menduga Suaminya bisa berubah jadi sedingin ini, bahkan Anna tak melihat adanya Cinta di mata Pria itu, ya di perlihatkan Pria itu hanyalah rasa benci. "Apa kau seperti ini karna Games itu..!?". Tanya Anna, kaki nya mulai menapaki lantai, ia berniat lebih dekat dengan Suaminya.


"Kau pikir..! Aku seperti ini karna games sialan itu...". Ashlan mulai emosi, bagaimana Anna bisa menganggap semua ini hanya karna games kissing itu.


" Lalu apa...!?. Jelaskan biar Aku paham". Anna meraih ujung baju yang di kenakan Ashlan, ia meminta pencerahan dari Suaminya. "Kenapa kau bisa berubah seperti ini..?".


Wanita itu mulai berkaca kaca, masih berbalut selimut yang menutupi tubuh polosnya, Ia masih berdiri, manik nya pun menatap wajah Pria yang mulai ia cintai.


"Sejak kapan kalian berhubungan...?" Bukan nya menjawab Pria itu malah mengajukan pertanyaan, Ashlan mulai menintrogasi Istrinya, tak ada yang berubah dari mimik wajahnya, masih terlihat datar dan terkesan menitimidasi.


"Kau pikir Aku bodoh...!. Lalu bagaimana dengan kejadian di Villa saat kalian berdua di danau" Ashlan tak percaya soal Anna tak memiliki hubungan lagi setelah itu, bahkan Ashlan tak mengungkit soal Games saat di Villa, apa lagi itu hanya untuk kesenangan saja.


"Danau...!". Anna mulai berpikir, kejadian saat di tepi danau pun masih menjadi misteri, karna ia belum sempat menanyakan pada Jonathan. "Boleh Aku bicara tengtang waktu di Villa..!?". Tawarnya.


" Oh tentu saja silahkan...".


Melihat ekpresi Ashlan seakan tak peduli Anna hanya bisa pasrah, dengan perlahan ia mulai bercerita, namun nyatanya ia bercerita dari awal bukan sekedar kejadian di Danau semata, hanya saja Wanita itu tak menceritakan tujuan nya mendekati Ashlan hanya untuk balas dendam, karna ia pun sudah merelakan dan menerima kan nasib nya.


"Jadi kau tak mengingat kejadian setelah dari Danau...!? ". Dari sekian kalimat yang di ucapkan Anna, hanya pernyataan itu lah yang cukup penting di pertanyakan ulang seorang Ashlan. "Kau yakin tak ingat, atau kau berniat menutupi semua itu". Ashlan berdecih. memang jika hati sudah kecewa apa lagi merasakan sakit, tentu bukan lah perkara mudah untuk bisa percaya.

__ADS_1


"Demi Tuhan Alan... Aku memang tak ingat".


"Jangan kau bawa nama Tuhan kedalam kebohongan mu ini..." Matanya menyalang menatap sang Istri.


"Kita belum selesai bicara Alan...!?" Tangan Anna mencekal Prianya yang hendak pergi.


"Lebih baik kau bersiap dan bersihkan tubuh mu itu". Meskipun tanda merah di leher Anna hasih perbuatan nya, namun ia masih merasa jijik, apa lagi mengingat bahwa ia memergoki wanitanya bermalam dengan Pria lain.


"Alan kau mau kemana...". Setelah menghempaskan tangan nya, Pria itu langsung melengos pergi tampa mengatakan apa pun.


....******...


Kurung waktu satu jam, Pria itu kembali ke kamar yang sudah di hias sedemikian rupa, dan hal pertama yang sampai saat ini ia sesali, adalah menikahi Anna.


Apalagi melihat ranjang pengatin nya , justru malah terus mengingat moment sakral yang terjadi di hari kemarin.


Pria itu mendengus berat, setelah meletakan paper bags, berisi makanan di ranjang di atas nakas, ia duduk di atas sofa seraya memainkan ponsel, tujuan nya, selain menghilangkan rasa kesal ia pun menunggu Anna yang masih berada di dalam kamar mandi.


"C'k... Dia mandi apa tidur... " Pria itu terus menggerutu 1 jam lagi ia menunggu, namun wanitanya tak kunjung keluar, merasa penasaran dan juga khawatir kaki nya mengayun menuju ruangan di mana Istrinya berada.


Pria itu tampak syok setelah masuk di ruangan yang sama dengan Istrinya yang kebetulan tak kunci dan apa yang Pria itu lihat berhasil membuat ia spot jantung.


"ANNAAAA.!!!!!".


...***********...

__ADS_1


...~ Jangan lupa setelah baca tekan tombol like ya~...


__ADS_2