My Dear Anna

My Dear Anna
Part 36


__ADS_3

'Aku sangat sibuk dan tak ada waktu'. Kata - kata itu terus terngiang di kepala Anna, tentu bukan jawaban seperti itu yang ingin ia dengar.


Dan yang ia inginkan seharusnya Pria itu menerima saja perlakuan yang tengah dilakukan olehnya bukannya mencari alasan seperti tadi, biasanya ia tak akan menyerah atas penolakan yang selalu prianya lakukan.


Tapi....!, entahlah perubahan hormon langsung berubah drastis, hasrat bercintanya langsung menghilang, semangatnya yang tadi menggebu kini sudah lenyap.


Dengan lunglai ia turun dari tubuh Suaminya memunguti pakaian yang tadi ia tanggalkan di atas lantai, berniat memakai itu semua di dalam kamar mandi mungkin ia pun akan meluapkan apa yang ia rasakan saat ini.


Sedih dan kecewa, Anna pun tak paham kenapa ia bisa cepat mudah tersinggung dengan penolakan Ashlan dan yang jelas ia ingin menangis detik itu juga.


Dengan langkah gontai ia berjalan menuju kamar mandi setelah semua pakaian yang teronggok tadi ia ambil, belum dua langkah ia berjalan bagian tangannya terasa ada yang menarik dan kini malah terjerembab di atas ranjang.


"Alannn...". Mata nya membulat dengan sempurna, di dalam dada rasanya ingin meledak karena kini terus berpacu dengan cepat.

__ADS_1


"Ala___". belum sempat ia memanggil nama suaminya mulutnya sudah dibuka oleh bibir Pria itu.


Sumpah demi apa...!. Wanita itu senangnya bukan kepalang inilah yang sangat ia inginkan dari suaminya dan tentu dengan agresif ia membalas setiap *******an yang terus menghujam bibirnya yang begitu menuntut.


Dan dari sinilah percintaan panas itu terjadi, kali ini pria itu melakukannya dengan kesadaran penuh tanpa dipengaruhi minuman beralkohol yang seperti yang sudah-sudah.


Tapi ada saja yang mengganggu mereka, dari bunyi ponsel berdering sampai adanya suara bel, pertanda datangnya seorang tamu dan semua itu terdengar jelas di telinga.


"Sepertinya itu penting..!?". Akhirnya Anna buka mulut, ternyata Wanita itu merasa risih juga dengan suara deringan ponsel yang tiga kali berbunyi itu.


"Bukan nya Kau sendiri yang menyuruh ku menghubungimu..!". Suara di sebrang sana pun tak kalah ketus.


Tak hanya tak terima sudah di bentak, namun seorang Pria yang menjadi lawan bicara Ashlan di telpon merasa kesal juga. "Cepat buka pintu nya Aku di luar..!".

__ADS_1


Oh God. Ashlan menjambak rambut nya kesal, ia sampai lupa dengan itu semua. "Tunda selama 2 jam". Perintahnya.


"Apa Kau bercanda...!, Jika memang mau di tunda kenapa tak bilang dari awal". Pria itu menggerutu dengan kesal, kenapa sahabatnya ini selalu seenak nya.


"Lalu apa yang harus Aku katakan pada mereka, setelah mengatur janji temu, Kau ingin menundanya 2 jam". Lanjut Adam lagi.


"Katakan saja Aku sedang sibuk dan ada urusan...!". Tahu kejadian nya akan seperti ini,Tentu Ashlan tak akan meminta sesuatu hal seperti tadi ya ia katakan pada Adam.


"Memang nya apa yang membuat mu sibuk sampai menunda janji temu selama dua jam". Untuk sesaat Adam menjadi Pria yang cerewet dan banya tanya.


"Aku sedang bercinta dengan Istriku, Apa perlu Aku deskripsi kan Ha". Ashlan sudah kesal, sahabatnya ini terlalu banyak tanya, hingga Dia pun berbicara Prontal.


Anna melongo tak percaya, apa Dia.tak salah dengar, kenapa Ashlan bisa seprontal itu, begitu pun Pria yang kini masih berdiri di depan pintu, Ia masih melongo seraya menatap layar ponsel.

__ADS_1


Secara sepihak panggilan sudah di putus oleh Ashlan, meletakan ponselnya ke tempat semula, tak lupa melepas semua pakaian yang masih melekat


"Kita lanjutkan yang tadi..!!!".


__ADS_2