My Dear Anna

My Dear Anna
Part 69


__ADS_3

Butuh waktu selama 5 hari untuk mendapatkan ijin dari orang tua Istrinya, terutama dari Mommy Nilla, Wanita paruh baya itu masih sangat merindukan Putrinya Anna.


Namun mau tak mau akhirnya ia mengijinkan juga meskipun begitu banyak drama yang harus di lalui pasangan Suami Istri itu.


"Sudah lah Mom, lagian jika kau sangat merindukan Anna, kita bisa menyusulnya ke Negara T.." Bujuk Leo pada Istrinya nya Nilla.


Wanita itu terus saja menggerutu saat ia tahu akan segera berpisah dari Anak nya, ia pun tahu Putrinya nya itu sudah berumah tangga, dan memang sudah sepatutnya nya juga Anna ikut dengan Suami.


Namun hati tak pernah rela untuk itu, terpisah 10 tahun bukan lah waktu yang sebentar, begitu banyak yang harus ia korbankan demi hidup Putrinya.


"Tapi Dad, Mommy masih tak rela berpisah lagi dari Anna..."


"Iya Dady tahu, tapi kali ini bukan untuk pisah untuk selamanya Mom, jika kamu mau kita bisa tinggal di Negara T untuk sementara waktu.."


Nilla yang mendengar itu, senang bukan kepalang selain bisa bersama dengan Anna, ia pun bisa bertamasya di sana.


"Tapi Mom, Putrimu Evelyn saat ini sangat membutuhkan kita..!".


Tak perlu di jelaskan lebih detail pun, Nilla paham apa yang di maksud dari Suaminya itu

__ADS_1


"Kapan Pria itu akan menikah..". Nilla sampai memanggil Adam dengan sebutan Pria itu.


"Besok..."


Nilla memiliki 2 orang Putri yang terlahir kembar, namun Putri tertua nya Evelyn saat ini sedang membutuhkan dukungan dari keluarga, Wanita itu tengah patah hati.


Ok untuk urusan itu ia akan menyamping kan dulu Anna, Sekarang kondisi Evelyn lebih penting, meskipun Putrinya itu selalu terlihat tegar, namun Nilla adalah Ibunya tahu jika Evelyn menyimpan sakit di dalam hatinya.


Hingga kaki nya pun terayun ke luar kamar, mencari ke berada -an Evelyn, namun sosok yang di cari tak kunjung ketemu.


"Mom cari siapa....?". Anna yang bertanya. Tak sengaja ia bertemu dang sang Ibu di salah satu Anak tangga.


"Kakak mu Ann..." Jawabannya nya mengandung kecemasan.


"Mommy takut Dia kabur lagi, seperti waktu itu, apa lagi sekarang Adamar akan menikah..". Ternyata kejadian dulu masih membekas di hati Nilla, ke khawatiran nya semakin bertambah pada Putri tertua-nya itu.


"Dia bersama Robert..." Suara bariton dari arah belakang ikut meng-intrupsi obrolan keduanya. "Tak perlu khawatir Mom, untuk saat ini Robert akan menjaga nya untuk kita.."


Ada hembusan lega yang keluar dari mulut Wanita itu. "Syukurlah kalau Evelyn bersama Robert...".

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat sore Ashlan dan juga Anna sudah siap untuk keberangkatan mereka, 2 buah koper kini di seret oleh Pria itu.


Bibir Nilla terus saja mengerucut saa melihat itu. Putri nya benar-benar pergi. "Mom.." Anna mendekati Mommy Nilla. "Jangan bersedih seperti itu.." Wanita itu langsung memeluk tubuh Nilla dengan erat.


"Sering - sering ajak Istrimu kemari Alan.." Pandangan Nilla tertuju pada menantu nya itu.


"Tentu bukan masalah Mom, akan sering ku ajak Istriku untuk sering kemari dengan membawa cucu untukmu..".


"Uhuk, Uhuk.." Anna langsung batuk seketika, dan Nilla hanya bisa tersenyum saat melihat itu seraya mengusap lembut punggung Putrinya itu. dan mengurai pelukan nya.


"Sepertinya Mommy harus merelakan mu kali ini.." . sebuah kecupan di kening Anna. "Jaga diri kamu baik - baik ya.." Wanita itu kembali memeluk Putrinya.


Rasa nya sangat haru, Nilla dan juga Anna sama- sama menangis di dalam pelukan. "Mommy tak perlu khawatir, Mansion ku sangat aman dan bisa 24 jam menjaga Anna, kejadian tempo hari tak akan pernah terulang lagi.." Ucap Ashlan.


" Ya Mommy tahu, Menantuku bukan orang sembarangan, pasti bisa menjaga Putri ku dengan baik, tapi ingat jangan sekali-kali kamu menyakiti hati Anna karna jika saat itu terjadi, akan ku bawa pulang Anna detik itu juga.." Ancam nya.


Ashlan terkekeh, Istri dari Leonard memang pandai mengancam. "Dengar tidak...". lanjut Nilla lagi.

__ADS_1


"Iya Mom, janji Aku tak akan pernah menyakiti hati Istriku.." Ucap nya dengan serius, cukup sudah ia merasa menyesal telah mendiami Anna, dan sekarang ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya meskipun sang Istri kehilangan semua ingatan.


Justru itu lebih baik, Ashlan bertekad mengganti ingatan itu dengan hal yang membahagiakan untuk Wanitanya.


__ADS_2