My Dear Anna

My Dear Anna
Part 35


__ADS_3

‘’Coba kau pikir Suami mana yang tak marah, jika Istrinya disentuh Pria lain’’.  Dalam seketika etika meja makan hilang saat amarah melanda Ashlan, makanan yang ada di mulut pun sedikit berhamburan, karna nada bicara sudah naik beberapa oktaf.


Adam terdiam dan ini juga memang salah nya. ’’Semalam aku mabuk berat Alan, kau pun tahu apa alasan nya,jika istrimu tak mirip dengan Evelyn mungkin Aku tidak akan  pernah menyentuh nya’’. Sebisa mungkin Pria itu memberi alasan, meskipun itu tak bisa di benarkan.


Memang Suami mana yang tidak marah jika Istrinya di sentuh oleh Pria lain, meskipun oleh sahabat nya sendiri, Adam pun sangat memahami itu, jika dirinya ada di posisi yang sama dengan Ashlan, ia pun pasti akan melakukan hal yang sama.


’’Ya aku tahu kau mabuk berat, jadi lupakan saja’’.


Adam yang mendengar jawaban Ashlan, kaget bukan main pasalnya jika sahabatnya mengatakan itu, berarti ia sudah di maafkan. ‘’Kau sudah memaafkan ku..?’’. Pria tampan itu bertanya untuk memastikan.


‘’Ya… anggap saja seperti itu, tapi tak ada lain kali, jika hal seperti ini terjadi lagi..!. Kau akan berakhir di kamar mayat’’. Ya ampun kejam sekali mulut Pria ini, sampai tega jadi kriminal demi Istrinya.


Adam yang mendengarnya bukan nya takut dengan kata ancaman itu,  malah tersenyum senang, dengan segara ia beranjak dari kursi dan menghampiri Ashlan yang terlihat sudah


selesai dengan makanan nya. ’’Ku jamin itu  tak akan pernah terjadi lagi Alan’’. Adam langsung merangkul begitu saja, entah Dia senang karna di maafkan atau ada alasan lain.


Tapi tetap saja rasa penasaran itu masih ada, bahkan sangat penasaran dengan sosok Istri dari sahabat nya ini, karna semalam ia mabuk berat hingga tak jelas mengingat wajah Wanita itu, apa Dia Evelyin Wanita nya atau hanya sekedar mirip saja.


 ‘’Aku ingin secara langsung meminta maaf pada istrimu Alan…! ." Secara tidak langsung ia meminta ijin pada Alan untuk bertemu dengan Wanita bernama Anna, yang memiliki kemiripan yang luar biasa dengan wanitanya.


Apa Ashlan menyetujuinya ataukah tidak jawaban nya tentu saja. "Aku tak akan mengijin kan Kau bertemu dengan Istriku, lagi pula orang ku akan membawa nya ke Negara T sore nanti.


Adam melongo tak percaya, segitu cinta nya Ashlan terhadap sang Istri, sampai tak mengijinkan dirinya untuk bertemu, walaupun dengan berdalih ingin meminta maaf saja.


Aaahk sudah lah lagian sudah di maafkan juga. Lebih baik dirinya menyerah saja dari pada hubungan nya dengan Ashlan semakin memburuk.


...*******...

__ADS_1


Dengan bosan Wanita cantik itu, hanya menunggu di atas sofa seraya menonton serial televisi, yang menurutnya tidak ada yang menarik, sudah berapa kali ia mengganti saluran tapi tak bisa menghilangkan rasa jenuh nya.


"Hufff..." mendengus kesal seraya berajak dari sofa, kakinya terayun menuju balkon hotel yang tak jauh dari tempat ia berdiri.


"Setidaknya ajak Aku jalan - jalan dulu disini". bermonolog sendiri, pandangan nya pun tertuju pada hamparan gedung di Negara K itu.


Baru kemarin Ia sampai, tapi seharian ini hanya terkurung di dalam kamar, dan Suaminya terus bertemu dengan rekan bisnis tampa mengajak nya.


"Kau bisa jatuh jika terus melamun disitu". Pria yang sejak tadi Anna lamun kan kini terdengar suaranya, dan itu tepat di belakang nya.


" Alann...." Sungguh sangat cantik saat ia tersenyum saat melihat Suaminya, kaki nya terayun menghampiri Ashlan yang kini tengah berdiri di ambang pintu yang menghubungkan kamar dan juga balkon.


Dan apa yang di lakukan Wanita itu, tentu saja langsung memeluk sang penguasa hati dengan erat meskipun tak adanya balasan.


"Apa kau tak ingin mengajak ku sebentar jalan - jalan saat di sini, sebelum pulang ke Negara T." Anna mengiba, tentu alasan bukan hanya itu, ia ingin lebih lama bersama Suami nya ini.


Mendapat pelukan mendadak, jantung nya kembali tak normal saat berdetak, dan ia bisa memastikan ini karna Wanitanya.


"Aku akan menyuruh Dean untuk membawa mu jalan - jalan terlebih dahulu, sebelum pulang". Bukan nya menawarkan diri malah menyuruh orang lain, dasar Pria yang tidak peka.


" Aku ingin bersamamu Alan, Atau ajak Aku ke kota S, saja". Wajah nya mendongkak menatap sendu Ashlan, yang terlihat tampa ekpresi.


"Tidak.." Ashlan langsung memotong cepat, Ia pun langsung melepas pelukan dari Istrinya detik itu juga. Jantung sudah bereaksi berlebih saat di dekat Anna, jadi sebisa mungkin ia menghidari kontak pisik dengan Istrinya ini.


"Alan.... tunggu...!". Tangan nya menarik bagian kemeja dari Suaminya yang hendak pergi.


"Sebaiknya Kau bersiap, orang ku akan datang sore nanti". Dengan nada perintah, ia menatap wajah cantik Istrinya.

__ADS_1


"Aku sudah membereskan semua barangku, ". Jelas Anna.


Dan Alan bingung bagaimana menghindari Anna, yang terus menempel seperti ini, Oh God apa yang di lakukan Wanita nya saat ini. "Kau mau apa...".


Mata Pria itu terus terjaga tampa berkedip, apa yang di lakukan Anna, sangat mungkin mengoyahkan pertahanan nya saat ini.


Yang dilakukan Anna saat ini yaitu, melucuti apa yang ia kenakan, Wanita itu kini menjelma menjadi Wanita penggoda dan tentu tak masalah kan, karna yang ia goda adalah Suaminya sendiri.


"Anna.. apa kau tak lelah". Ups dari ucapan nya, Ashlan tak sadar, secara tak langsung ia mengakui bahwa sadar, belum lama ini, 'mereka melakukan itu'.


Demi cinta Anna rela meskipun rasa lelah masih belum hilang dari tubuhnya, Dengan kasar Ia mendorong Ashlan dan bertepatan jatuh di atas ranjang.


Tubuh molek Anna kini sudah menghiasi kornea mata Ashlan, karna Wanita itu, sudah polos tampa busana apapun, dan Pria itu tak bisa menyangkal, bahwa miliknya ingin kembali bersarang di dalam kepemilikan Anna.


Dan apa yang Ashlan lakukan, Dia tak mendorong atau menghidar, yang ada saat ini tengah menikmati permainan sang Istri. Satu persatu kancing kemejanya mulai terbuka, dan kini roti sobek itu mulai terekpose.


"Anna hentikan...". Meskipun yang di bawah sudah mendesak tapi ego Pria itu sangatlah tinggi.


"Aku akan sangat merindukan mu, jika tak melakukan ini, Aku hanya memiliki waktu 4 jam sampai orang mu datang dan kembali ke negara T". Anna yang kini terduduk tepat di atas pusaka Prianya, sejenak berhenti dari apa yang tengah ia lakukan.


"Adam sedang menugguku di bawah, Dan aku sangat sibuk, tak ada waktu..!". Alasan saja Pria ini, padahal saat ini dirinya tengah menahan hasrat yang sudah memuncak, dan ingin segera di salurkan.


"Aku tahu kau sangat sibuk, tak bisakan kau melakukan 'itu' tampa harus mabuk, setidaknya kau tak akan bilang 'Tak ingat'." Lagi - lagi Ana di tolah dan hasrat bercintanya mulai hilang, dan apa harus ia menyerah atas cintanya, atau harus bersabar lagi..!?


Dengan segera ia turun dari pangkuan Suaminya, karna Wanita itu sudah tak bersemangat untuk membangunkan hasrat bercinta Suaminya, Memungut satu persatu pakaian yang ada di atas lantai, belum berapa langkah ia beranjak pergi, lengan nya sudah di tarik, dan kini malah terjerembab di atas ranjang. "Alannn..."


...**********...

__ADS_1


__ADS_2