
Semua sudah tau jika Anna mengalami Amnesia tak hanya Ashlan yang memperkenal kan diri sebagai Suami nya, namun di ikuti seluruh keluarga Abraham dan keluarga Brox.
Selama 2 Minggu ini Anna terus saja mendapat kan perhatian dari Orang yang mengaku sebagai Suaminya. "Ini adalah suapan terakhir..". Begitu telaten nya Pria itu menyuapi sang Istri, hingga sebuah sapuan tisu yang begitu lembut mengakhiri setiap rutinitas yang sering di lakukan Ashlan.
"Emmm Al.. boleh kah aku melihat lagi album foto saat kita menikah..." Anna ingin kembali melihat momen itu meskipun dalam kepala masih belum mendapatkan gambaran.
"Tentu saja Sayang.." Buku tebal berukuran besar itu, kini menjadi salah satu penghuni ruangan dan kini tengah di buka perlembar oleh Anna.
"Apa disini tak ada foto waktu kita berkencan dulu..."Tanya Anna, selain foto pra nikah tak ada foto lain lagi, yang memperlihatkan kebersamaan nya dengan Pria itu.
"Usia perkenalan kita terdengar cukup singkat, dan__...". Ashlan tak melanjutkan ucapan nya.
"Apa hubungan kita tak terlalu baik...."
"Ya ... bisa di bilang seperti itu, namun percayalah lah hatiku sekarang milik mu Anna, dan akan selamanya seperti itu.." Pria itu mengecup kening Wanita nya.
Wanita itu tersenyum hangat bahkan rona pipi terlihat merah, sungguh dia terus terlena Dengan setiap perhatian dan kasih sayang yang di berikan Suaminya.
Hingga sebuah deheman menyadarkan keduanya. "Hay my sister..." Ucap Seorang Wanita cantik, ia tampil dengan pakaian biasanya bernuansa gelap.
"Kau Evelyn..." Tanya Anna, dan sebuah Anggukan pun bisa di lihat Wanita cantik itu. ",Dimana Momy Nilla.." Tanya nya lagi, karna wanita itu datang bersama Robert.
"Dia akan segera kemari, mungkin Sore..." Jelasnya. "Bagaimana keadaan mu sekarang..." Setelah menyimpan barang bawaan di atas meja, ia duduk mengusir Ashlan Disana.
Anna terkekeh melihat saudara kembaran yang begitu usil dengan Suami nya. "Hari ini Aku sudah merasa lebih baik, tidak terlalu sakit seperti sebelum nya". Jelas Anna.
__ADS_1
"Aku pasti akan membayar kan semua ini pada Jessica..." Ucap Evelyn dengan kilatan marah. " Dan ku pastikan akan membuatnya terbaring lebih darimu"
Anna menggeleng tak setuju.." Tidak Kak, Aku tak setuju jika Kakak melakukan hal itu.."
"Kenapa..., Wanita itu memang pantas mendapatkan kan nya, Ada ijin atau tidak pun sudah pasti akan ku hancur Jalaang itu."
Anna hanya bisa menghela nafasnya panjang. kembaran nya memang seperti itu, setelah mengenal selama 2 Minggu terakhir.
"Dia akan ke mansion ku, setelah sudah di ijinkan kan pulang, dokter keluarga kami akan merawatnya.." Evelyn beralih berbicara pada Ashlan.
"Dia Istriku tentu harus bersamaku, lebih baik kau urus semua musuh mu itu, kau tahu kan penyebab Anna di rawat seperti ini.." meskipun Wanita yang di depan nya ini sangat mirip dengan Istrinya, tetap saja kepribadian mereka berbanding sangat jauh.
Mungkin karna didikan keras dari Leonard Brox, yang terkenal dingin dan juga kejam itu, sampa terlahir Wanita cantik bersifat iblis.
"Kalian ini, tak bisa kah dalam sehari berhenti bertengkar...". Robert ikut meng-intrupsi ucapan keduanya, tak hanya hari ini saja mereka berdebat namun beberapa hari kebelakang pun mereka terus saja seperti ini.
"Kau dengar itu, sebaiknya kau pulang saja dari pada membuat Istriku penyakit nya tak sembuh-sembuh dengan adanya Wanita bar-bar seperti kamu..". Ucap Ashlan.
"Al sudah... dia kakakku dan kamu adalah Suamiku, kalian adalah keluarga ku, bisa kah kalian berdamai demi Aku..." Dengan Mengiba Anna menatap keduanya, berharap anggota keluarga nya itu bisa akur.
"Robert kita pergi...". Baru juga datang sudah pergi lagi, Si Wanita keras kepala yang tak mau mengalah.
"Husssh sana..." Ashlan sampai mengibas sebelah tangan untuk mengusir Wanita itu.
"Alll...." Anna menggeleng, tak menyukai sikap Ashlan itu. " Dia saudariku All. cobalah berdamai dengan nya.."
__ADS_1
"Dia itu menyebalkan Ann, Aku tak percaya kalau Dia itu saudari mu, kalian terlihat sama namun sifat berbeda jauh, Bisa- bisa nya Adam menyukai gadis Bar-bar seperti itu.".
"Hush... gak baik....".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selain kasih sayang dan pertengkaran antara Suami dan kakaknya Anna pun kian membaik dan ijin kan untuk pulang, sesuai kesepakatan bersama, selama proses penyembuhan Anna, Wanita itu akan tinggal Mansion Brox karna kediaman itu begitu dekat.
Terlebih lagi, Momy Nilla pun ingin bersama dan merawat Putri nya, dan dengan Terpaksa Ashlan pun ikut tinggal disana.
"Dilla apa kau tak ingin tinggal lebih lama disini.. ". Nilla masih membujuk besan nya itu untuk kembali menginap.
"Sudah 2 Minggu disini, kerjaan di kantor makin menumpuk..." Tuan Abraham lah yang menjawab pertanyaan Nilla.
"Aku titip Malik ya.. ". Dilla memeluk sang besan dengan erat.
"Ashlan adalah Putra kita, kamu tak perlu khawatir.." Jawab Nilla.
"Anna sayang Mama pamit ya.., cepat sembuh " Di akhiri sebuah kecupan di kening Mam Dilla melenggang Pergi.
" Pa Ayuk..". Ajak Dilla.
"Kita akan bertemu lagi Lee.." Sebuah rangkulan di sematkan Tuan Abraham pada Teman dulu nya Leo, dia pun tak menyangka jika Leo adalah Ayah dari Anna.
Dunia memang sempit.
__ADS_1