
Belum 1 jam Wanita bernama Jessica itu merasa senang, pasalnya dengan tangan sendiri ia menghabisi satu - satu nya orang yang menghalangi dirinya.
Tentu saja itu adalah Prianya, Meskipun sudah berstatus Tunangan, tak membuat dirinya bisa memiliki.
Evelyn dia lah Wanita yang di cintai Tunangan nya, sungguh penghalang yang sangat menyebalkan dan sulit untuk di musnahkan.
Bisa di lihat Wanita itu datang, bahkan bersama Robert, Pria tercintanya. "Bagaimana dia bisa terlihat sehat padahal tadi sudah sekarat. ". Masih teringat jelas kejadian yang belum lama terjadi, bahkan Dia sendiri turut memastikan kematian itu.
Tapi sekarang ini lebih jelas lagi, dengan lihainya wanita itu menghindar setiap gerakan dari para anak buah nya. "Pakai senjata kalian, Bodo**h". Jessica meneriaki dari arah belakang, menyaksikan secara live pertarungan itu.
Tapi Sayang mereka kalah cepat dengan Evelyn, sesaat di keluarkan nya senjata sudah di terjang secara bergantian, dan senjata itu pun berakhir di bawah tanah.
"Sia**l..".Tak berhenti nya Jessica mengumpat, jika semua sudah kalah yang tersisa adalah dirinya. Jessica akui kemampuan Wanita itu cukup di acungi jempol, padahal dirinya sudah mempersiapkan diri untuk pertarungan ini.
"Aku harus kabur". Gumam nya. Di saat musuh masih sibuk mengalahkan sisa dari anak buah nya.Ini adalah kesempatan baginya untuk lari.
",Eeits.. Mau kemana Kau". Baru saja berbalik arah, Jessica sudah di hadang. "kenapa Dia bisa secepat ini berpindah tempat".
"Mau kemana Kau Jess, pertarungan kita belum selesai". Tampak sang pemenang sudah berdiri begitu dekat dengan dirinya.
Kepala nya menoleh ke sisi lain . ",Shi*t.. dasar tak berguna...". Semua sudah selesai, sesuatu yang di harapkan untuk bisa lari ternyata begitu cepat kehilangan kesempatan, anak buahnya telah di kalahkan, kini yang tersisa tinggal dirinya.
__ADS_1
"Mari kita selesaikan ini untuk selamanya". Evelyn sudah bersiap untuk kembali melancarkan serangan.
"Tunggu...!". Telapak tangan Jessica memberikan kode, otomatis Wanita di depan nya langsung berhenti. "Kita selesai kan ini baik - baik". Bujuk nya pada Evelyn.
"Baik - baik katamu". Evelyn ber-decih, setelah sering membuat masalah dengan nya di ingin damai begitu saja. Itu tidak bisa!.
"Pikiran kan, Jika Kau membunuhku, Apa kedua orang tua ku akan diam saja?, mereka pasti menuntut balas".
"Lalu...!?". Evelyn terkesan meremehkan ucapan dari Jessica, pikir nya Dia kan takut dengan ancaman seperti itu, justru ini adalah kesempatan bagus.
"Ev... Kau... tak mungkin berani...!" Jessica berjalan mundur seraya memperlihatkan kedua telapak tangan ke atas, Sebuah todongan kini berada di depan mata.
Untuk sesaat Jessica sampai lupa siapa Evelyn, tapi tak mungkin kan Wanita ini akan membunuh nya. "Ev .. apa kau tahu Aku seperti ini karna Siapa...!".
"Aku tak peduli percintaan mu dengan Robert, Itu urusan mu.." Evelyn menggedikan bahu tak peduli. "Sudah berapa lama kau mengusik ketenangan ku, dan Aku pastikan ini adalah yang terakhir".
Tubuh sudah bergetar hebat, Jessica sudah ketakutan sendiri, tak ada orang untuk di minta tolong, Pandangan nya terus saja menelisik, mencari cara untuk kabur'.
"Kau tak bisa lari Jess". Evelyn kembali menyeringai, ia berjalan pelan seperti membuat lingkaran dengan langkah nya, namun tetap mata nya sudah mengunci target, Peluru pun sudah siap di luncurkan.
"Jangan bunuh Aku Ev...". Ini adalah cara terakhir, sedikit mengemis untuk menyelamatkan nyawa nya. "Aku akan pergi dan tak akan mengganggu mu atau pun Robert".
__ADS_1
Evelyn tak peduli, yang ia inginkan adalah melenyapkan Jessica detik ini juga, Jemari sudah ada siap untuk menarik pelatuk. " Ev... Aku mohon..." Tak berhenti nya Jessica mengiba.
"Evelynnnnnn". Jari mendadak di tarik kembali dari pelatuk, Suara teriakan yang memanggil nama nya berhasil membuat nyawa Jessica per-sekian detik selamat.
"Ev ..Aku mohon padamu, Jangan bunuh Aku..". Terpaksa melakukan hal hina dengan cara berlutut.
"Mau kau menangis, Mengiba apa lagi bersimpuh di kaki ku, itu tak ada gunanya, Kau harus mati". Evelyn kembali bersiap untuk melubangi kepala Jessica, namun sayang lagi - lagi teriakan itu kembali di serukan.
"Robert Sia*lan...". Wanita itu mengumpat dengan kesal karena sudah mengganggu konsentrasi nya,, seraya kepala menoleh ke arah Suara.
"Kemana Jala*Ng ini". Saat kepala di putar kembali, Evelyn tak bisa melihat Jessica berada di depan nya.
...Bughhh...
Sebuah tendangan keras menghantam tubuh nya, hingga terjorok ke bawah tanah. Dengan cepat ia berdiri dan langsung mengedarkan pandangan nya, Targetnya berhasil lari.
"Si*alan Kau Jess, dasar pengecut..." Teriak Evelyn dengan suara yang sangat lantang, ia kembali mengambil senjata dan sudah mengunci target.
...Dorrr...
Pelatuk sudah di tekan, sebuah timah panas sudah berhasil keluar dan kini tengah melesat mengenai target. "Mati kau Jessica.."
__ADS_1