
Ingin mengumpat rasanya saat mendengar itu. "Siaal ... setelah tadi berani mencium ku, sekarang dia mulai terang-terang-an begini". Namun hanya bisa keluar di dalam hati saja Evelyn masih mengamati apa yang di ucapkan Robert pada Dad Leo.
Menurut nya laki-laki ini benar-benar sudah sangat lancang dan siaal nya Robert sudah mengantongi restu setelah Adam mengkhianatinya dan itu membuat nya semakin geram namun tak pernah tega untuk menyakiti Robert apalagi Pria itu sangat memprioritaskan dirinya di banding apapun.
Namun hati tak berniat untuk berpaling apalagi membalas rasa yang di miliki Pria itu, karna cinta dan kasih nya masih di kuasai oleh Adamar.
"Berusahalah untuk menaklukkan hatinya Rob, jika kau memang bersungguh-sungguh". Tutur Tuan Leo menyemangati, kalau perlu dengan cara ektrim.
"Dad...." Evelyn tak terima begitu saja.
"Jangan khawatir Aku tak akan pernah memaksa hatimu untuk menerima, setidaknya restu orang tua mu sudah ku kantongi.." Pria tampan itu tersenyum penuh arti. "Dan untuk Jessica... Secara resmi akan ku batalkan pertunangan kami.."
Sebuah tepukan di pundak pun Robert terima dari Calon mertua nya itu. Dan Evelyn hanya bisa memutar bola matanya malas.
"Kalian berhutang penjelasan padaku tentang Anna.." Dalam beberapa detik suasana kembali di buat mencekam. Wanita itu kembali ke topik utama setidaknya mengalihkan pembicaraan yang membuat ia tak nyaman.
"Daddy akan jelaskan...".Namun di saat Pria paruh baya itu akan menjelaskan, tamu yang tak di inginkan kan hadir ikut bergabung.
"Sedang apa kau disini...". Evelyn begitu sinis saat berucap, meskipun di dadaa rasanya begitu sesak saat melihat cintanya.
"Tenang saja Aku kemari bukan untuk mengganggumu...". Begitu dingin Pria itu saat berucap, entah Dia menyerah mengejar cintanya atau apa, dari raut wajahnya nya pun sulit untuk di terka.
__ADS_1
"Baguslah...". Wanita itu langsung melengos begitu saja. rasa nya sangat tak nyaman meskipun hati sudah menyiapkan segalanya, rasanya waktu 2 bulan untuk menata hati masih belum kurang, atau harus mencari pelampiasan.
"Ev tunggu Aku.." Siapa lagi yang sering membuntuti kalau bukan Robert.
Adam menunduk hormat pada Tuan Leo dan Nyonya Nilla. Setelah itu dia menghampiri Ashlan yang ternyata kebetulan keluar dari ruangan Anna di rawat. "Aku turut berduka Al..". sebuah rangkulan hangat pun di semat kan Adam sembari menepuk punggung Pria itu.
"Apa kau tahu siapa yang telah melakukan ini pada Istriku.." Di balik kesedihan nya, menyimpan rasa dendam di dadaa yang harus di balaskan, bahkan karna ini Dia harus kehilangan bakal anak sendiri.
"Dia Jessica.. Saudara sepupu dari Zania...".
"Zania....!?. Wanita yang di jodohkan dengan mu". Adam pun mengangguk sebagai jawaban nya.
"Seperti Dia menganggap Istrimu sebagai Evelyn, Apalagi Anna berada di Masion Brox saat itu, Jangankan Jessica aku pun mengira jika Anna adalah Wanita ku...".
"Kau Leonard...". begitu kental ia saat mengucapkan kata itu. "Andai saja Kau tak menculik Istriku pasti semua ini tak mungkin terjadi..." Pria itu melampiaskan kesedihan nya pada Pria baya itu, jangan lupa kan sorotan matanya. begitu tajam dan mengintimidasi.
"Begini kah sikap mu pada mertua mu...".Tak kalah tajam Leo menjawab, meskipun di hati pun merasa bersalah namun ia terlalu ego untuk meminta maaf.
"Mertua macam apa kau memisahkan Istri dari Suami nya".
"Sudah Dad...!."Mommy Nilla menyela. "Kami minta maaf Nak Ashlan, Mommy yang melarang Anna untuk menghubungi, disinilah Mommy yang bersalah...". Melihat perdebatan antara Suami dan anak menantu, Nilla pun menengahi keduanya.
__ADS_1
"Apa benar kalian kedua orang tua Anna...!? setahu orang tuanya berada dari Negara I Sekarang ...".Ucap Ashlan.
"Cerita nya cukup panjang dan rumit Nak, Mommy akan jelaskan nanti, lebih baik kita fokus dulu kepada Anna.."
Pria tampan itu hanya bisa menghela nafas nya dengan kasar. "Meskipun kau adalah Ayah mertuaku, namun Kau telah membuat Aku rugi banyak Tuan Leo, Semua bukti pun akan memperberat mu di pengadilan..".
"Bersiaplah..." Lanjutnya lagi. ia pun melengos meninggalkan Ayah mertua yang baru ia tahu tepat hari ini.
"Sebenarnya apa yang terjadi Dad..." Begitu cemas Nilla melihat interaksi keduanya, apa lagi menantunya itu terlihat sangat marah pada Suaminya.
"Masalah Bisnis Mom..." ,Jawab Dad Leo sekenanya, tak mungkin ia berkata jujur pada Istri nya.
"Suami Anda telah mengambil nyawa banyak orang Nyonya, dan kami memiliki bukti yang akurat untuk menyuntik Suami Anda di pengadilan..." ,Adam seperti nya sengaja mengatakan hal itu, membuat Daddy dari Wanitanya semakin benci padanya.
"Apa maksudmu Adam, tak mungkin Suamiku melakukan hal itu.." Nilla tak terima pernyataan dari Adam begitu saja dan Adam di tuntut untuk memberikan penjelasan padanya.
Leonard begitu enggan untuk menjawab dengan jujur ia terlihat diam memaku di tempat nya. "Jawab Dad....!?". Nilla terus saja memojokkan Suaminya untuk menjawab pertanyaan darinya.
"Aku hanya ingi membalaskan rasa sakit hati putri ku saja...". Jawab Leo.
"Dengan cara mengambil nyawa para pekerja ku....!?". Adam langsung menyela cepat, alasan seperti itu tetap saja tak di benarkan.
__ADS_1
"Cukup hentikan Adam..".