My Dear Anna

My Dear Anna
Part 6


__ADS_3

Gadis cantik yang tengah memangku berbagai macam bahan makanan menatap heran, Kakak angkatnya, meskipun 2 minggu mereka tak bertemu, namun Jonathan tak mengenalimya. "Apa Kakak tak mengenaliku". Anna tersenyum, ia pun tak heran kenapa Jonathan pun tak mengenalinya.


Perubahnya sangan signifikan, usahanya selama 2 minggu ini, ternyata berhasil, skin care yang ia dapat sangat cocok terbukti wajah putih cerah, kecantikan yang dulu ia sandang kini ia dapatkan kembali.


"Kau Anna". Ujar Jonathan dengan mata yang membulat sempurna, dan di angguki oleh Anna.


"Apa dia benar Anna , gadis kumal yang aku bawa 2 minggu lalu. kenapa dia jadi cantik seperti ini". Gumam Jonathan. sedikitpun tak mengalihkan perhatian nya pada Anna yang kini mulai memasak.


Matanya terus melihat pergerakan Anna yang cekatan mengolah bahan makanan, hingga seulas senyum terukir di wajah tampan nya.


Tak ingin terus terlihat bodoh, karna mengagumi kecantikam Anna, ia beranjak menuju kamarnya, hingga ketukan pun terdengar dari luar. "Kak ayo kita makan". Panggil Anna.


Tak ada percakapan di antara keduanya, hanya dentingan sendok dan juga garpu yang terdengar di ruang makan, hingga benda berbahan logam itu sudah terkelengkup.


"Kak..".Panggil Anna.


Merasa di panggil Jonathan mengalihkan perhatianya, hingga tatapan nya saling beradu dengan wanita cantik yang kini di depan nya. "Iya".


"Persedian makanan kita sudah habis----"..


Belum sempat Anna menyelesaikan ucapan nya, sudah di pahami oleh Jonathan. "Bersiaplah, kita belanja hari ini" .


Di dalam mobil.


Anna yang baru pertama kali keluar dari Mansion terlihat begitu senang, ia terus tersenyum menikmati perjalanan nya, hingga kendaraan roda 4 itu, sudah terparkir dengan sempurna di area basement super market.


"Ambilah apapun yang kau perlukan" Ucap Jonathan saat hamparan produk dan berbagai jenis makanan, sudah terpang pang jelas di depan mata.


"Apa pun Kak". Tanya Anna memastikan. Dan di angguki oleh Jonathan.


Dengan penuh semangat Anna menyusuri supermarket yang cukup luas, memasukan semua barang dan juga bahan makanan ke dalam Troly hingga 1 jam ia habiskan disana.

__ADS_1


Tak ada bosan nya Jonathan menemani Anna, jika dulu ia merasa jijik namun kali ini berbeda, ia sadar semua wanita akan terlihat cantik jika di rawat dengan benar, dan itu terbukti saat melihat Wajah Anna yang terus memenuhi kornea matanya.


"Maaf.. !" Sesal Anna. Karna sudah lama tidak berbelanja, jiwa wanita nya kembali meronta hingga 1 troly berukuran besar itu, sudah penuh oleh Anna.


"Maaf untuk apa Anna". Tanya Jo.


Anna melirik troly belanjanya dengan mengulum senyum.


"Apa kau pikir aku akan langsung bangkrut, karna membayar semua ini".Ujar Jo sambil mengusap kepala Anna dengan lembut. "Jika sudah selesai, kita bawa ini ke kasir".


4 kantung besar kini sudah memenuhi mobil, kendaraan pun sudah meninggalkan area super market.


"Apa yang kau lamun kan Anna". Tanya Jo, melihat Anna yang tampak melamun sepanjang perjalanan.


Anna menggeleng, pandangan nya kembali ke arah depan saat mobil sudah berada si area


Mansion yang luasnya lebih dari rumah nya dulu.


Dengan wajah terkejut Anna menatap Jonathan yang kini juga menatap kearahnya. "Apa kakak mau membantuku".Anna berucap dengan gemetar, meskipun ia sangat membenci Ibu tirinya, namun hati kecil nya tak membenarkan balas dendam itu.


Di rasa ada jalan, kenapa tak ia ambil, ia pun sangat ingin melihat Ibu tirinya merasakan apa yang ia rasakan selama ini.


" Hemmmm." Pria tampan itu terlihat berpikir, seraya melepas sabuk pengaman nya. "Mungkin jika itu Tuan Aslan, baru bisa membantumu..!".


" Tuan Aslan". Gumamnya. "Kak tunggu". Teriak Anna saat melihat Jo sudah meninggalkan dirinya, sambil menenteng sisa belanjaan di bagasi ia berlari kecil mengejar Jonathan yang telah masuk.


" Maksud Kakak, Tuan Aslan bisa membantuku balas dendam".Ujar Anna. kaki nya terus mengayun mengikuti langkah Jonathan. yang kini tengah membereskan belanjaan.


"Ya..!. hanya Tuan Aslan yang aku kenal yang mungkin bisa membantumu". Jawabnya.


Anna terus mengekori Jonathan kemanapun pria tampan itu melangkah hingga keduanya kini duduk di sofa. "Bagaimana Tuan Aslan bisa membantuku Kak". Ucap Anna. ia tak mengenal siapa Tuan Aslan, apalagi ia hanya penghuni baru di Mansion itu.

__ADS_1


" Tentu saja setelah kau mendapatkan hatinya".


"Hahhh. 'Hatinya'.. bagaimana caranya". Tanya Anna, gadis itu serba salah, dan tampak bingung, bagaimana seorang Gadis yang tak pernah pacaran bisa menjadi 'Wanita penggoda'.


Mungkin balas dendam memang cara yang salah, tapi saat kembali mengingat bagaimana sikap Ayu, dan Ayahnya pun meninggal karna wanita itu, hingga akhirnya tekad balas dendam pun muncul.


"Menggoda nya." Ujar Jonathan , dan berhasil membuat Anna terperanjat kaget. "Tapi itu tidak mudah, Tuan ku itu sangat susah di dekati apa lagi dengan namanya 'Wanita'. kau mesti berusaha dengan extra.


Gleg.


Anna terlihat diam mematung bahkan menelan selivanya saja sangat susah, menjadi wanita penggoda tentu saja itu bukan keahlian nya, meskipun banyak lelaki yang banyak tergoda karna kecantikan nya, dan itu salah satu alasan kenapa ia menutup wajahnya dengan lumpur saat di buang oleh Ibu tirinya.


"Kenapa kau takut." Tanya Jo. "Belum mulai bertempur saja nyalimu sudah ciut".Pria itu berucap bernada meledek. "Lupakan saja balas dendam mu itu, kalau begitu".Jo beranjak dari tempat duduk nya.


"Lebih baik kau nikmati saja kehidupan mu sekarang". Pria berjalan hendak menuju kamar nya.


" Tunggu Kak..!" Anna mencekal pergelangan tangan Jonathan. "Baiklah, jika dengan menjadi wanita penggoda bisa menarik hati Tuan Aslan. Akan aku lakukan". finalnya


"Tapi..".Ucapan Anna menggantung, mengingat ia tak ahli menjadi wanita penggoda. "Bisa ajari aku menjadi wanita yang bisa menarik hati Tuan Aslan ?".Pintanya, dengan wajah merah malu.


" Tentu saja, jika tekadmu sudah bulat maka akan selalu ada jalan, dan aku akan berusaha membantumu". Ucap Jonathan, ia kembali mengusap lembut puncak kepala Anna.


Anna yang terlalu senang mendengar jawaban Jonathan, gadis itu berhambur memeluk tubuh tegap Jonathan. "Makasih Kak, sudah mau repot membantuku".


Hening.


Jo yang masih terkesiap dengan pelukan Anna, terlihat mematung, ia tak membalas atau menolak, dengan sendirinya pun Anna mengurai pelukan nya. "Aku akan memasak makanan spesial buat Kakak". Gadis berucap dengan wajah yang berseri seri, dan berlalu menuju dapur.


" Hentikan detak jantung aneh mu Nath tak mungkin kan kau jatuh hati pada gadis itu kan..!?". Pria itu bermonolog sendiri.


"Dan harus kau ingat bagaimana kamu memohon pada Malik". Ingatnya pada dirinya sendiri. Ia pun menggeleng resah.

__ADS_1


...~ Jangan lupa tinggal kan jejak ya, like dan juga coment~>...


__ADS_2