My Dear Anna

My Dear Anna
Part 63.


__ADS_3

Jessica terus menggerutu melihat tingkah sepupunya itu, begitu liarnya dengan seorang Pria bayaran bahkan bagian atas pakaian Wanita itu sudah berada di sekitar pinggang.


"Apa kau tak penasaran bagaimana rasa nya bercintaa.. Ahhhhk itu sangat nikmat.." Bagai racun di telinga Jessica saat mendengar ucapan Zania, tentu ia sangat penasaran bagaimana rasanya.


Dan Dia hanya ingin merasakan nya dengan Pria yang ia cinta bisa di katakan Wanita itu masih Virgin untuk saat ini.


"Apa Nona belum pernah melakukan nya..".. Andes menangkap pembicaraan Wanita yang membayarnya dengan mahal.


"Tentu saja Aku belum pernah melakukan itu, jangan berharap kau menjadi orang pertama.." Jessica menatap tajam ke arah Andes.


"Hahahah Nona, aku tak akan melakukan nya Tampa persetujuan Anda....". Meskipun di dalam hati sangat ingin merasakan milik Wanita yang masih terasa sangat sempit.


"Emhhhh... Aahhhhk..." Rasa nya Jessica ingin menyumpal mulut sepupunya agar tidak terus mengeluarkan suara desaahan yang membuat nya panas dingin.


"Jess Ahhhkkk,.. apa kau tak ingin merasakan nya juga...". Ucap Zania seraya merasakan sebuah hentakan yang membuat nya terus melayang.


"Kau Gila...".. Jessica berdiri dari pangkuan Andes. Kemudian ia berbalik melihat aksi itu. bola mata nya bisa melihat sepupunya tengah asyik bercinta di atas sofa. "Apa kau tak takut hamil Pria itu".


"Nona tak perlu khawatir, kami melakukan pekerjaan kami dengan memakai pengaman". Pasangan Zania yang menjawab ia sampai melepas pusaka dari sarang kenikmatan milik Zania dan memperlihatkan nya pada Jessica.


"Oh God..." Tak percaya dengan apa yang ia lihat, sampai- sampai mata nya membulat dengan sempurna. "Pantas kau begitu berisik, miliknya itu Ahhhrgh sudahlah, nikmati saja waktu kalian..". memutar balik tubuhnya dan beradu pandang dengan Andes.


"Apa kau bisa memuaskan ku tampa memasukan milik mu itu... " Ucap nya pada Andes.

__ADS_1


"Tentu saja Nona itu adalah hal yang sangat gampang, Anda ingin melakukan nya dimana..". Jawab Andes.


"Ikut dengan ku.." Jessica menuntun Andes ke suatu tempat masih di area itu, yang memang sudah tersedia sebuah kamar dengan pencahayaan yang cukup bagi keduanya untuk melihat.


Sudah berapa kali ia berkunjung ke tempat ini dan sudah sering juga ia melihat sepupunya melakukan itu. "Kau bisa memulainya.".


Andes mulai beraksi sesampai nya di dalam kamar ia mulai menarik Jessica kedalam pelukan nya. "Kau boleh melakukan apapun asal bisa membuat ku puas, dan tentu kau sangat paham kan..". Wanita itu mulai melingkarkan kedua tangannya di ceruk leher Andes.


"Tapi harus kau ingat jangan pernah memasukan milik mu itu, atau kau akan tahu akibat nya..". Ancam Jessica.


"Apa Nona akan membunuhku..".


"Tak hanya mengambil nyawamu, akan ku siksa dengan perlahan, hingga dirimu sendiri lah yang akan meminta kematian padaku..". Ucapnya dengan serius.


"Apa ini kali pertama untuk Anda Nona.." Begitu kaku nya Jessica saat mulai di cium oleh Andes.


"Jika kau tak mirip dengan Robert atau Zania yang memancing ku, Aku tak Sudi memberikan ciuman pertamaku padamu.." Terang Jessica dengan jujur.


Andes tersenyum baru kali ini ia mendapat klien seistimewa ini, sudah di bayar mahal mendapat jackpot pula. "Saya akan melakukan nya dengan perlahan Nona..".


Dengan sentuhan lembut ia kembali menyatukan bibirnya denga Jessica. "Buka mulut Anda Nona..". Dengan kaku ia membuka mulut nya den membiarkan Andes menjelajah di dalamnya.


"Panggil Aku Jessi..". ucap nya setelah pautan itu terlepas.

__ADS_1


"Baiklah Jess..". Andes kembali menyatukan bibirnya dengan Jessica, Pria itu benar- benar melakukan nya dengan perlahan, dan dengan nakal tangan nya mulai menjalar.


"Ahhhhk.." Suara itu lolos dari bibir Jessica, Andes memangku Wanita itu ke atas ranjang dan melakukan tugas, membuat klien nya terus mengeluarkan suara nikmat yang sudah biasa ia dengar.


"Jangan berhenti.." Jessica ingin terus merasakan sensasi nikmat yang baru ia rasakan ini.


"Dengan senang hati...". Andes mulai melucuti pakaian Jessica dan pemandangan yang ia lihat adalah gundukan kenyal yang begitu padat dan berisi.


Dengan segera ia melepas sesuatu yang menutupi benda kenyal itu, dan terus melanjutkan sesuatu yang ia tahu harus berbuat apa.


"Ahhhhk.." Lagi- lagi suara itu yang ia keluarkan. Andes begitu lihai saat bermain di kedua asetnya secara bergantian. "Sudah berapa kali kau menyusu seperti ini saat dewasa.."


Andes terkekeh mendengar pertanyaan itu


"Aku tak bisa menghitungnya Nona, tapi menurut ku Nona adalah klien yang teristimewa yang pernah aku temui".Ucap nya dengan jujur. setelah berhasil bermain di bagian atas Andes mulai turun ke area bawah.


Melepas sesuatu yang menghalangi milik Jessica. "Ingat jangan Kau berani memasukkan milik mu itu." Jessica kembali mengingatkan.


"Saya tak akan lupa Nona".


"Sudah ku bilang, panggil Aku Jessi".


"Tidak Nona, Anda klien Saya. dan sudah sepatutnya saya tidak lancang.." Jawab Andes. ia masih melanjutkan Aksinya melucuti pakaian Jessica dan kali ini Wanita itu terlihat polos.

__ADS_1


Jessica hanya mendengus kesal dan membiarkan saja, dia tak kecewa atau marah yang ada dia terus mengeraang kenikmatan dengan setiap sentuhan Andes.


__ADS_2