
Pria itu sepertinya menepati waktunya, setelah ingkar janji tadi, bahkan sedikit berteriak pada sahabatnya, yang rela memenuhi keinginan dirinya tepat 2 jam lalu.
Tapi.. entah lah apa yang membuat Pria itu berubah pikiran, bahkan melawan ego sendiri, hingga percintaan panas itu pun kembali terjadi layaknya pengantin baru, dan itu ia lakukan secara sadar.
Seulas senyum pun terus menghiasi wajah Anna, tentu ia masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, rasanya bagai mimpi.
'Apa cinta nya kini sudah terbalaskan', kini di benaknya banyak yang mempertanyakan itu. Dari kejadian tadi ia pun sudah menyimpulkan, hubungan nya dengan Ashlan kini sudah mengalami kemajuan.
"Apa yang membuat mu terus tersenyum seperti itu". Akhirnya Ashlan berkomentar pada Istrinya, .meskipun Pria itu pun merasakan hal serupa, namun ia pandai menutupi.
"Tentu saja sesuatu yang baru kita lakukan tadi...!". Polosnya Wanita itu, langsung menjawab apa yang ia pikirkan tanpa peduli apa tanggapan Suaminya nanti.
"Aku hanya memenuhi keinginan mu, kulihat kau sangat frustrasi tadi".Ucapan nya kembali dingin seperti biasa, padahal Pria itu tak mau ngaku saja jika sudah tergoda. "Lebih baik cepat kemasi barangmu...!".
Yang di buat bingung adalah Anna, tentu ia tak tau harus berkata apa lagi, karna yang di ucapkan Suami nya adalah kenyataan, dirinya yang meminta belas kasih Pria itu. Ahhhrgh... Sudah lah dari pada pusing sendiri lebih baik berkemas saja.
__ADS_1
"Apa kau tak ingin mengajakku ke kota S.…?". Itulah tujuan Suaminya saat ini, tentu ia berharap bisa ikut, namun gelengan kepala lah yang di perlihatkan Ashlan.
"Lain kali saja ku ajak Kau kesana, untuk hari ini, aku harus mengurus hal yang penting". Memang iya Ashlan mengurus hal yang sangatlah penting, tapi di balik itu ia tak ingin Wanita nya bertemu dengan Adam, setelah insiden semalam.
Percakapan mereka sedikit tertunda Kana bunyi kini kembali terdengar. "Aku berangkat sekarang". Pria itu langsung saja pamit, berbalik arah seraya menarik koper.
Baru saja ia membukakan pintu, suara Anna terdengar memanggil. "Alan tunggu".
Anna berjalan mendekati Suaminya yang tengah berdiri di ambang pintu, Wanita itu langsung saja melompat ke arah Ashlan, beruntung Pria itu dengan sigap menerima hal yang tak terduga.
"Aku pasti akan merindukan mu Alan" Manja nya Wanita ini.
Keduanya seakan sudah putus urat malu, aksi mereka tentu di saksikan oleh Adam, Ya.. Pria itulah yang tadi membunyikan bel, dan begitu jelas Adam melihat interaksi keduanya yang begitu intim.
"Aku akan segera menyusul mu ke Negara T, saat urusan ku disini sudah selesai". Ashlan menggunakan peran nya dengan baik, apa lagi Adam melihat semuanya, meskipun terhalangi oleh punggung nya.
__ADS_1
"Janji". Memasang mimik wajah semanja mungkin, dengan berani ia menyatukan bibirnya dengan Ashlan dan tentu Ashlan membalasnya.
Dan semua adegan romantis itu, di tonton secara live oleh Adam, keduanya tak peduli bahkan Alicia pun pernah menonton adegan itu lebih parah.
"Semudah itu kau pindah ke lain hati Evelyn". Hati nya meringis saat melihat itu, dengan jelas ia bisa melihat wajah Istri dari sahabatnya, ia tahu betul siapa wanita yang kini tengah beradegan mesra tepat di depan matanya.
"Ehemmz... maaf Aku sudah mengganggu kalian...". Adam akhirnya membuka suara setelah mencoba berdamai dengan dirinya, mungkin Wanita di depannya ini, tidak di Takdirkan untuknya.
"Maaf...". Rasa nya sangat malu, Anna sampai menunduk tak berani melihat wajah Adam.
"Tunggu lah di dalam.. Dean akan segera menjemputmu". ucap Ashlan tak lupa ia mengecup kening Istrinya, kini ia sudah yakin dengan perasaan nya.
Anna mengangguk paham seraya terus mengulas senyum. "Selalu beri aku kabar". Pintanya sebelum menutup pintu, Ashlan hanya menggaguk sebagai jawaban nya. "I love you Alan.. Hati - hati".
" Love you too"..
__ADS_1