My Dear Anna

My Dear Anna
Part 40


__ADS_3

Mata mulai mengerejap, namun di bagian kepala masih terasa sangat pusing, padangan nya langsung men'telaah keadaan sekitar. "Dimana Aku". Pandangan nya langsung mengunci pada sosok Wanita yang sangat ia kenal.


"Ibu kau kah itu". Berapa kali ia mengucek matanya, tapi tetap sama, sosok yang amat ia rindukan kini tepat berada di depan nya.


"Evy Kau sudah sadar sayang". Wanita itu langsung berdiri, meraup tubuh Anna kedalam dekapannya. "Sudah hampir 2 bulan Kau tak pulang Sayang".


"Evy..." Ada yang aneh dari cara Wanita itu memanggil tentu itu bukan lah namanya. "Ibu apa kau tak mengenaliku".


"Apa yang Kau katakan Sayang, setelah 2 bulan langsung mengubah panggilan". Wanita itu masih belum sadar ada yang berbeda dari Putrinya.


"Apa Ibu memiliki Putri lain selain Aku...!?".


...Deg...


Wanita paruh baya itu langsung melepas pelukan setelah mendengar ucapan Anna ia kembali melihat secara seksama wajah dari Putrinya. "Anna kau kah itu". Sekarang giliran Wanita paruh baya itu lah yang merasa kaget.


"Coba lihat, Siapa yang sudah pulang". Sela seorang Pria yang baru saja ikut bergabung. "Maaf kan Daddy Sayang harus membawamu dengan cara seperti ini". ucap nya seraya mengelus puncak kepala Putri nya.

__ADS_1


Tak ada tanggapan dari Putrinya, ia cenderung diam dan terlihat bingung. "Are you okay honey".


"Iya Aku Anna Ibu dan siapa itu Evy". Setelah mengklarifikasi jati dirinya, Anna langsung mengajukan sebuah pertanyaan, dia ingat jelas ada orang lain juga yang memanggil dirinya dengan nama Evy atau itu adalah Evelyn.


"Ya Tuhan...". Wanita Paruh baya itu langsung membekap mulutnya dengan kedua tangan, ia tampak syok dan tak pernah menduga jika ini memang nyata.


"Apa yang terjadi Nilla...". Leo langsung menopang tubuh Istrinya yang terlihat sangat Syok dan tak berapa lama Istrinya mulai menangis. "Dia Anna. ! Le...".


"Maksudmu Dia saudara kembar dari Evelyn". Terjawab sudah teka teki yang sekarang di pikiran Anna, kini dia tau bahwa ia memiliki saudara kembar.


Anna langsung menangis di dalam dekapan Ibunya, tentu ia pun masih tak percaya dengan apa yang terjadi, di balik insiden penculikan itu ternyata ia bisa bertemu dengan Ibunya.


"Kemana saja Ibu selama ini". Baju Ibunya kini sudah di banjiri dengan air yang terus saja mengalir dari sudut matanya.


Leo melihat interaksi keduanya, ia ikut senang dengan hadirnya Anna. "Kalian memiliki wajah yang serupa namun ke Pribadian kalian sangat jauh berbeda". Sudah jelas itu bukalah anak didiknya, ia pun pergi meninggalkan kedua Wanita itu di dalam kamar.


Tujuan Leo adalah Dero dan juga Ronald, ia tak mungkin menyalahkan keduanya karna memang siapa pun yang melihat keduanya tak bisa membedakan. Jadi Pria itu tak akan memberikan hukuman.

__ADS_1


"Dari mana kau menemukan nya". Tanya nya saat Dero dan juga Roland sudah berada di ruang kerja nya.


"Kami menemukan Nona di sebuah hotel".


"Hotel..." Ia mengulang apa yang di ucap oleh Dero. "Apa ada orang lain yang bersama nya, tak mungkin ia sendiri di sana kan".


"Saat Saya memantau Nona, dia bersama dengan seseorang Pria, tapi Pria itu bukan Tuan Adam apa lagi Tuan Robert, melainkan Pria lain". Jelas Roland karna Dia lah yang selama ini memata - matai Anna dan juga Ashlan.


"Tapi Sayang dia bukan lah Evelyn". Leonard menghela nafasnya, sembari menatap kedua anak buah nya yang masih berdiri tegap dihadapan nya.


"Itu tak mungkin Tuan, di lihat dari manapun. dia adalah Nona Evelyn". Dero dan Roland menggeleng secara bersamaan.


"Aku tak menyalahkan kalian, karna salah membawa orang, meskipun dia bukan Evelyn tapi dia juga Putriku".


"Apa Nona Evelyn Ada 2". Roland bersuara sangat keras, mungkin karna dia masih meras kaget dengan ucapan Tuan besarnya.


"Evelyn memiliki saudara kembar".

__ADS_1


__ADS_2