
Di saat hati ingin memojokkan Ayah dari Wanita nya, tiba-tiba lengan ada yang menarik sampai tatapan tajam Pria tua itu semakin jauh dari pandangan.
Mata seakan tak percaya apa yang sekarang ia lihat, Pria tampan masih terkesiap hingga tubuh pun merasakan sebuah hempasan. "Jika Kau kemari hanya ingin mencari masalah dengan Daddy ku, Lebih baik pergi".
Sedikit meninggi Wanita itu berucap, setelah menghempaskan tubuh Prianya dengan kasar.
Adam masih mematung di tempatnya, Ia tak marah atau sakit hati dengan perkataan Evelyn, justru ini adalah kesempatan baginya untuk bisa mengajak Wanitanya berbicara dari hati ke hati.
"Kita harus bicara..." Sekarang giliran Adam yang menarik lengan Evelyn, dan mau tak mau Wanita cantik itu pun mengikuti langkah Prianya.
"Lepas Dam..!". Masih memberontak meskipun tangan dan kaki sudah terseret hingga area parkiran.
Pintu mobil di buka dengan cepat dengan sedikit Paksaan Evelyn di seret masuk oleh Adam.."Kau Gila..." Wanita itu mengumpat dengan tatapan tajam, ia masih memberontak meminta lepas.
"Iya Aku gila karnamu Ev..". Adam pun masuk kedalam mobil, tangan nya pun masih memegang erat lengan Evelyn.
Rey masih setia.mengikuti Tuanya nya begitu jelas mata melihat interaksi Tuan dan juga Wanita nya. dirinya pun sudah tahu apa yang di inginkan oleh Adamar, hingga ia pun ikut masuk ke dalam mobil dimana sepasang sejoli yang sedang salah paham itu terlihat melakukan pergulatan.
"Kali ini kita akan kemana Tuan..". ini bukan kali pertama untuk nya, jadi ia langsung menanyakan penawaran pada Pria yang tengah menindih Evelyn di belakang.
"Villa di kota B.." Jawab dengan cepat Tampa pikir panjang. Ia ingin segera membawa Wanita nya ke tempat yang lebih tenang tanpa adanya gangguan dari siapapun hanya dia dan juga Evelyn.
Rey langsung melajukan kendaraan menuju tujuan yang di inginkan Tuan nya, Dengan sabar ia mengemudi seolah tak terjadi apa-apa di kursi penumpang, padahal. Nyata nya begitu menggoda jiwa Jomblo Pria itu.
__ADS_1
"Lepas Dam..." tak berhenti nya Evelyn memberontak, kaki dan tangan terus berusaha bergerak, meskipun tubuh di bawah kukungan Adam.
"Diamlah...!. Atau kulakukan disini..". Pria itu tak hanya sekedar mengancam, kalau perlu ia akan mulai melucuti pakaian Wanitanya.
Namun apa yang di lakukan Adam sungguh tak Evelyn duga. "Kau benar-benar gila..". Umpat nya dengan kesal.
Namun Wanita itu tak menyerah ia terus memberontak meminta lepas, dan Adam pun tak mau kalah, sudah sejak tadi ia mencumbuui Evelyn, meskipun di balas dengan pukulan yang terus menerus dari Wanitanya.
"Adam Hentikan....". entah sudah berapa kali ia mengatakan kata itu hingga timbul bunyi 'srakk'. sampai membuat mata nya makin melototi Adam.
"Aku tak hanya mengancam mu Ev.. Akan kulakukan disini jika kamu tak mau diam.." Pria itu menarik paksa kaus yang di pakai Wanitanya, sampai sobek.
"Apa yang kau inginkan Dam... Hubungan kita sudah berakhir..." Akhirnya nya Evelyn diam juga setelah bagian atas pakaian nya sudah tak berbentuk lagi, bahkan di berapa titik tertinggal tanda merah.
...Deg...
Wanita itu membeku di tempat nya, Apa dia tak salah dengar, di saat Wanita itu diam tubuh nya kembali di seret paksa oleh Adam, bahkan kali ini sudah di pangku layaknya karung.
Adam membawa Wanitanya masuk ke dalam Villa, tak peduli tatapan penjaga Villa atau pemberontak Evelyn yang dirasa jauh lebih dahsyat ketimbang tadi.
...Brugh...
Setelah menghempaskan Wanita nya di atas ranjang ia langsung menghimpit Evelyn. "Apa kau ingin menikmati nya dengan cara kasar". Melihat Evelyn terus saja memberontak, Adam samakin kesal saja.
__ADS_1
"Sudah ku bilang hentikan Brengseek..." Dengan marah Wanita itu langsung melayang kan tendangan begitu kuat. dan bisa terlihat Adam mengaduh dan tepatnya di bawah di ranjang.
Pria itu kan berdiri dan melihat Wanitanya menangis. 'Apa aku kelewatan'. Adam langsung mendekati Wanita nya dengan pelan. "Aku minta maaf..".
"Jika kau berani menyentuhku, Aku tak akan segan lagi Dam ..". Bagaikan ada dinding penghalang. Adam langsung mematung di tempat nya. Ada rasa kecewa melihat tatapan Evelyn padanya. "Hubungan kita sudah selesai Dam, setelah Kau berkhianat..."
"Ev.. Aku di jebak Kau harus percaya..."
"Aku tak peduli kau di jebak atau tidak dan yang jelas Aku melihat nya dengan mata kepala ku sendiri, Dan Ini...!.". Evelyn melemparkan ponsel nya pada Adam. "Kau lihat sendiri...".
Tanpa pikir panjang Pria itu langsung mengambil Ponsel Evelyn dan melihat isi pesan yang di kirim oleh Zania.
"Selamat kau sudah menjadi seorang Ayah Dam dan juga selamat atas pertunangan mu..." Ada sesak di dada saat mengucapkan itu, ternyata Pria yang amat di cintai nya telah menghamili Wanita lain.
"Evelyn....". Suara teriakan dari arah luar bersamaan dengan suara dobrakan pintu..
...Brakk....
Di ambang pintu sudah ada Robert, ia menatap Adam dengan mata menyalang dan langsung melayang kan bogem mentah pada Pria itu. "Hentikan Kau bisa membuat nya mati...". Melihat Robert secara brutal menghajar Adam, Wanita itu masih saja tak tega padahal hati sudah sangat tersakiti.
"Ev.. Kau baik-baik saja...". Robert langsung melepas Coat nya dan memakai kan nya di tubuh Evelyn, kemudian ia memangku Wanita yang ia cintai ala bridal style pergi meninggalkan Adam yang masih terpaku di tempatnya.
"Tak mungkin Zania hamil....".
__ADS_1