
Selera makan wanita cantik itu mendadak hilang, dan semua orang yang ada di situ termasuk Suaminya, melihat dengan tatapan bingung, terutama Mam Dilla, Wanita yang memberikan selembar Foto sebagai gambaran hadiah yang akan di berikan.
"Kenapa Sayang". Tanya Ashlan, wajah Istrinya nampak sedih, bahkan foto itu masih ia pegang dengan bergetar.
"Maksud Mama bangunan yang ada di foto ini, adalah hadiah untuk kami". Anna berucap ke arah Mam Dilla, ia tak tahu kenapa Villa keluarganya bisa berada di tangan Mam Dilla, bahkan itu di jadikan hadiah.
Mam Dilla mengangguk. "Villa itu masih tampak kokoh dan juga bagus, dan sekarang masih tahap renovasi, apa ada yang salah Sayang". Mam Dilla menghampiri menantunya, ia tak tahu kenapa Anna bisa seperti ini.
"Mam dapat Villa itu dari mana, apa Mama membelinya".
"Ada seorang Agen Properti yang menawarkan ini, dan kebetulan Mama menyukai nya." jelas Mam Dilla. "Sekarang katakan apa hubungan kamu dengan Villa pemberian Mama ini".
Anna mulai terisak, kenapa Villa kesayangan nya bisa ada di tangan Agen, berarti Ibu Ayu telah menjualnya, dan Wanita itu lah yang menjadi tersangka nya saat ini.
"Ini adalah Villa keluarga ku Mam, dan pasti Ibu tiriku lah yang telah menjual nya". Ucap Anna, tangan nya pun terkepal kuat di bawah sana, kenapa Wanita itu begitu tega padanya.
"Ya ampun Sayang, Mama benar - benar tidak tahu jika Villa itu milikmu, asal kamu tahu Mama membelinya dengan harga yang mahal". Mam Dilla cukup terkejut, Villa yang ia beli dari Negara I, ternyata milik menantu nya.
"Tapi kamu tak perlu sedih lagi ya " Mam Dilla mengusap cairan bening di pipi Anna. "Villa ini sekarang sudah kembali ke tangan mu, Sayang" Ya secara tidak langsung Villa keluarga Anna sudah kembali meskipun melalui banyak tangan.
"Trimakasih Mam...". Anna langsung memeluk tubuh mertuanya, ia tumpahkan rasa kesedihan di balik pelukan itu, tak hanya Villa nya yang ia tangisi namun kehidupan rumah tangga nya juga.
Mam Dilla hanya bisa memberikan bahunya sebagai sandaran, ia pun tidak tahu cara nya menghibur Anna, sebagai gantinya, ia menepuk punggung menantunya, membiarkan Wanita itu mengeluarkan segala kesedihan yang ia rasakan.
"Maaf kan Aku Mam, karna ulah ku, baju Mama jadi basah". Anna menyudahi tangisan nya, ia mengusap sisa cairan yang ada di wajahnya.
"Tak apa Sayang, justru Mama senang bahu Mama menjadi sandaran kamu untuk bersedih, tapi janji ini terakhir kalinya, Mama melihatmu menangis seperti ini". Mam Dilla ikut menyeka sisa tangisan Anna, tak lupa ia menyematkan kecupan pada menantu cantik nya itu.
__ADS_1
Anna tak mengucapkan sepatah katapun, sebagai gantinya ia mengangguk sembari mengulas senyum. "Sebaiknya kamu habis kan makan mu".
...******...
Setelah Drama tadi akhirnya acara makan malam pun usai juga, dan kini semua orang talah berkumpul di ruang keluarga dengan di temani hidangan penutup, begitu lah suasana keluarga itu saat semuanya berkumpul.
"Ma - Pa, Aku sama Anna, besok mau ijin kembali ke Negara T". Ashlan berucap dengan meminta ijin pada orang tuanya, selain ia harus mengurus perusahaan, tak nyaman juga harus bersandiwara.
"Kalian mau pergi besok...". Mam Dilla yang tengah menonton tayangan serial di Tv langsung menoleh ke arah Putranya. "Tinggal lah disini 1 minggu lagi". Pinta Wanita itu, rasa nya ia begitu enggan berpisah dengan Anak dan menantunya.
"Tidak bisa Mam, Perusahaan butuh pemimpin, dan Aku tak tega membebankan semua tanggung jawab ku pada Jonathan lebih lama". Ashlan langsung menolak cepat.
Mam Dilla hanya menghela nafasnya dengan kasar, Suami dan Anaknya memang selalu mementingkan perusahaan, dan lagi - lagi ia harus mengalah. "Tapi kalian belum berbulan madu".
"Itu bisa lain kali Mam, lagian itu urusan gampang".
"Jika gampang, kenapa tak sekarang - sekarang saja". Wanita itu langsung menyela cepat, sangat ingin rasa nya bisa menggendong seorang bayi lagi, jika proses nya lebih sering.
Memang sulit, memiliki wajah tampan seperti Putranya, tak luput dari godaan Wanita, yang mendekati, bahkan ada pula yang nekat.
"Dengar kan Mal, jadi tak ada alasan lagi kamu". Mam Dilla tersenyum. Ia langsung merangkul lengan Suaminya, sebagai ucapan terimakasih karna membantunya.
"Tapi...." Tentu saja Ashlan tak terima, apalagi harus meluangkan waktu untuk berbulan madu.
"Tak ada tapi - tapian Malik. Kalian harus berbulan madu dulu dan beri kami cucu".Tegas Mam Dilla.
"Tapi Aku memang tak bisa sekarang - sekarang Mam, ada pertemuan penting dengan Tuan Adam, dan rencananya 3 hari lagi Aku ada pertemuan bisnis dengan nya di negara K.." Ashlan mengajukan penolakan dengan wajah yang serius, dan Pria itu jujur dengan perkataan nya saat ini.
__ADS_1
"Berapa hari". Tanya Mam Dilla.
"1 Minggu kurang lebih, karna kami pun akan memantau proyek langsung ke lapangan". Jelas Ashlan, bahkan Pria itu sampai memperlihatkan isi chatan nya dengan Tuan Adamar, agar kedua orang tua nya percaya.
"Baik lah, kau menang". Mam Dilla mengalah saja, toh memang ada pertemuan bisnis yang di lakukan Putranya. "Kalau begitu ajak lah Anna juga, sekalian berbulan madu". Wanita itu menambahkan.
Ashlan mulai gusar, dan kali ini, ia tak mungkin menolak permintaan Mamanya, sama saja dengan berbulan madu, Pria itu sangat kesal dengan Wanita yang telah mekahirkan nya itu, tapi apalah daya, jika terus membantah bisa di kutuk menjadi batu. ia teringat Cerita yang penomenal saat di Negara I itu, bahkan sudah sering di buat kan Film.
"Iya Mam, tentu saja Aku akan membawa Istriku ini". Ashlan merangkul bahu Isrtrinya. "Kau mau ikut kan Sayang!?".Pria itu menatap manik sang Wanita, dan saat itu lah, jantung nya kembali tak normal, berdetak cepat, apa lagi melihat wajah cantik Istrinya.
"Aku akan ikut kemana pun Suamiku akan pergi". Anna tak terkesan malu malu berucap seperti itu di depan kedua mertuanya, apalagi Wanita itu langsung saja membenamkan kepala nya di dada bidang Suaminya.
"Apa ini adalah suara detak jantung nya". Ucap Anna di dalam hati, bahkan hampir sama yang ia rasakan saat ini.
" Senang nya menjadi pengantin baru". Tak hanya Tuan Abraham dan Mam Dilla, namun, gadis cantik bernama Ashley merasa iri melihat interaksi keduanya, ia tak tahu itu real atau hanya Acting, hanya saja terlihat sangat natural.
"Pah apa kau tak ingin merangkul Istri mu juga". Rasanya Mam Dilla juga ingin di perlakulan seperti itu.
"Hentikan kalian berdua". Ashley merelai kedua pasangan itu, termasuk kedua orang tuanya. "Hargailah Aku yang jomblo disini".
"Sebaiknya kita ke kamar Sayang". Ashlan mengajak Isrtrinya, untuk meninggal kan tempat itu.
"Pergi sana syuhhhh yang jauh.." Ashley langsung mengusir pasangan pengantin baru itu.
Pria itu hanya terkekeh melihat tingkah adiknya, seraya menggengam tangan sang Istri, langkah nya terayun menapaki tangga, dan genggaman nya itu, langsung ia lepas saat berada di kamar nya.
"Tidurlah di ranjang. Aku akan tidur di sofa".
__ADS_1
...********...
...~Jangan lupa like dan juga coment ya~...