
...Brraaakkkk...
"Turunkan saya tuannn!!" Teriak wanita cantik yang kini tengah di gendong bak karung beras oleh seorang pria tampan yang kian tengah mabuk dan tak sadar dengan apa yang di lakukannya.
"DIAM DAN PATUHLAH" Bentak pria tersebut kepada Moana.
Moana yang mendengar bentakan dari pria yang berada di depannya saat ini pun seketika tersentak kaget hingga membuatnya terdiam, Moana selama ini tidak pernah mendapatkan sebuah bentakan keras dari siapa'pun. Dan baru kali ini ka mendapatkan'nya dan itu diberikan pertama kali oleh tuan 'Keandra Narendra Galaxy' pria tampan yang kejam didepannya saat ini.
"Hikssss..."
"Sadarlah tuannnn... hikssss" Tangis Moana dengan ketakutan melihat Keandra yang tidak sadar akan perbuatannya.
"Bantu aku hilangkan obat sialan dari tubuhku, berapapun yang kau inginkan akan aku berikan" Bisik Keandra di telinga Moana dengan lembut.
...Plaaakkkk...
"....."
"Tarik kembali kata-kata anda tuan!"
"Saya bukan wanita malam yang bisa seenaknya anda beli dengan uang! Hikssss... Saya bukan wanita ****** yang bisa anda tawarkan dengan sebuah harga" Marah Moana dengan tanpa sadar tangannya itu menampar wajah tampan Keandra.
"Munafik!"
"Bantu akuuuu"
"Tidak tuan! Hikssss... Saya mohon jangan lakukan ini hikssss..." Berontak Moana tapi sayangnya tenaganya tak sekuat tenaga milik Keandra.
Keandra yang sudah digelapkan oleh sebuah obat kuat pun tidak memperdulikan isak tangisan Moana sama sekali, bahkan sentuhan yang diberikan padanya untuk Moana'pun di tepis kuat-kuat oleh Moana tetapi tetap saja Keandra lebih kuat lagi menginginkan Moana pada malam yang dipenuhi suara tangisan tersebut.
...SREKKKK...
Baju cantik yang menutupi tubuh indah Moana'pun kini terkpos jelas di mata Keandra setelah Keandra merobek paksa baju milik Moana, ketika melihat pemandangan yang ada di depannya itu. Keandra langsung saja mengeluarkan hasrat untuk memiliki Moana pada saat itu juga.
"Tidaaakkkkk!!"
"ARGHHHHHH"
...*****...
...Keesokan harinya......
"Emmmm"
"****! Kepalaku sangat berat" Gumam seorang pria tampan yang baru saja bangun dari tidurnya, yang mana pria tersebut terbangun setelah melakukan sebuah hal yang mungkin telah menghancurkan hidup seorang wanita.
Keandra Narendra Galaxy, ketika dirinya baru saja membuka kedua matanya. Dirinya pun langsung saja melihat kearah sekeliling kamar hotelnya itu, dan dengan pandangan yang tengah mencari sesuatu, siapa lagi yang ia cari jika bukan Moana, wanita yang telah ia rusak hidupnya semalam hanya karena dirinya yang terkena obat kuat.
"Dimana wanita itu?" Ucap datar Keandra dengan melihat kearah sekitar.
"Bastard! Kali ini aku terkena jebakan dari si brengsek Nathaniel hingga menghancurkan hidup seseorang" Geram Keandra dengan kembali mengingat-ingat kejadian hal semalam.
...Flashback...
__ADS_1
...Galaxy Hotel's...
"Kau ingin minum Keandra?" Tanya Adam salah satu sahabat Keandra.
"Tidak"
"Bagaimana mungkin kau menawarkan minuman alkohol kepada sahabat kuno kita ini Adam? Kau tau bukan, jika ia ini tidak pernah menyentuh alkohol semenjak kepergiannya--" Celetuk Nathaniel tapi terpotong oleh Keandra lebih dahulu.
"Diam!"
"Sekali lagi kau membahas tentang 'dia' maka aku tidak akan segan-segan mencekik dirimu saat ini juga" Ancam Keandra dengan menatap tajam wajah Nathaniel sahabatnya itu.
"Mengapa? Lagi pula aku benar bukan? Semenjak kepergiannya 'dia' kau tidak pernah kembali menyentuh wanita dan juga alkohol, bukan begitu Adam?" Tanya Nathaniel dengan santainya.
...Buuugghhh...
"Damn it! Keandra" Rintih Nathaniel yang merasa kesakitan karena mendapatkan sebuah pukulan keras di wajahnya oleh Keandra.
"Aku tidak ikut" Jawab Adam dengan mencari aman untuk dirinya sendiri.
"Adam berikan botol itu padaku, mulai malam ini dan seterusnya aku akan kembali seperti dulu! Seperti yang kalian inginkan" Pinta Keandra dingin kepada Adam untuk memberikan dirinya sebuah botol alkohol yang berdosis tinggi.
"Kau yakin Keandra?" Tanya Adam dengan nada sedikit tidak percaya untuk memberikan satu botol alkohol yang kini tengah berada di depannya itu.
"Hmmmm"
"Ck"
"Sudahlah Adam, berikan saja botol alkohol itu padanya. Lagi pula ia lebih bagus seperti dulu dari pada seperti biasanya" Ujar Nathaniel kepada Adam.
"Woh woh, santai bro!"
"Bacot!" Kesal Keandra dengan merpas satu botol alkohol dari tangan Nathaniel, setelah satu botol alkohol yang diberikan oleh Adam tadi sudah habis.
"Keandra tungg--"
...Paakkkk...
Karena merasa kesal dengan tingkah sembrono Keandra saat ini, tanpa sadar tangan Nathaniel memukul kepala Keandra. Karena biasanya Nathaniel tidak akan berani memukul Keandra.
"Oh ****! Keandra bodoh" Maki Nathaniel secara tiba-tiba.
"****! Berani kau memukul'ku" Geram Keandra yang secara perlahan mulai tidak sadarkan diri.
"Kenapa?" Tanya Adam sambil mengangkat satu alisnya kepada Nathaniel.
"Lihatlah karena matanya yang buta ini, ia salah mengambil botol alkohol! Botol kedua yang ia ambil adalah milikku" Balas Nathaniel dengan kesal.
"Memangnya apa yang salah? apa bedanya botol ini dengan botol milikmu? Bukankah sama saja" Kata Adam dengan menatap malas wajah sahabatnya itu.
...Paaakkkk...
Lagi-lagi Nathaniel memukul kepala sahabatnya, hanya saja kali ini ia memukul kepala Adam dan bukan Keandra. Karena tingkah kebodohan keduanya saat ini tengah menerjang otak keduanya, jadi Nathaniel memukulnya.
__ADS_1
"Kau bahkan ikut bodoh dalam semalam Adam! Kau tau bukan setiap botol alkohol yang aku bawa berisi apa? HAA?!" Geram Nathaniel kepada Adam hingga membuat Nataniel memukul keras kepala Adam saking kesalnya ia terhadap Adam sang sahabatnya itu.
"Ck, sialan kau" Maki Adam sambil mengelus kepalanya pelan.
"Cepat bawa ia ke kamar hotel miliknya sebelum obat kuat itu merangsang tubuhnya" Titah Adam meminta bantuan kepada Nathaniel untuk membawa pergi Keandra saat ini juga.
"Aku akan mencari seorang wanita untuknya" Ujar Nathaniel dengan berniat untuk pergi mencari seorang wanita yang mana nantinya akan menemani Keandra bermalam sekaligus menjadikan obat penawar untuk tubuh Keandra saat ini.
"Bodoh! Bawa Keandra terlebih dahulu, setelah itu baru kita mencari wanita untuk menemaninya. Dasar payah" Marah Adam.
"Oh baiklah"
"Berisik" Kesal Keandra yang mulai tidak sadarkan diri hingga ketika dirinya berdiri pun ia hampir saja terjatuh, untungnya Adam lebih cepat pergerakannya untuk menangkap tubuh Keandra lebih dahulu sebelum terjatuh.
Bukan Keandra tidak bisa membedakan mana alkohol berobat mana alkohol biasa, hanya saja hatinya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Makanya ia sembrono atau sembarangan mengambil botol alkohol yang terdapat di salah satu tangan Nathaniel.
Oh yaa, mereka saat ini tengah berada di ruang club vvip yang berada di dalam Galaxy Hotel's. Makanya tidak heran Adam tadi mengatakan bahwa harus membawa Kendara lebih dahulu ke kamar hotelnya.
"Karena kebodohanmu aku harus repot-repot menggotong tubuhmu ini, Keandra sialan!" Maki Nataniel.
"Jika bukan karena dirimu memancing Keandra untuk kembali minum seperti dulu, mungkin kita tidak akan seperti ini" Balas Adam dengan menatap geram wajah Nataniel.
"BERISIK APA KALIAN TIDAK BISA DIAM" Bentak Keandra kepada keduanya secara tidak sadar akibat pengaruh alkohol berobat keras tersebut hingga membuat keduanya seketika bungkam.
...*****...
"Apakah disini?" Tanya seorang wanita cantik kepada sang sahabat yang mana dirinya baru saja selesai bekerja dan langsung mengantarkan sang sahabat nya itu pulang ke hotel tempat tinggalnya.
"Benar disini, Moana terimakasih sudah mengantarkan diriku sampai ke depan pintu kamar hotel ku. Seharusnya kau tidak perlu seperti ini" Jawab Kayla Isvara satu-satunya sahabat dari Moana Xaviera.
"Jangan sungkan denganku Kayla, aku senang dapat membantu dirimu kembali dengan selamat" Balas Moana dengan tersenyum manis.
"Ck, mengapa vibest nya seperti kau adalah tukang ojek yang baru saja mengantarkan costumer yaitu aku ke tempat tujuan dengan selamat" Ledek Kayla pada sahabatnya itu.
"Ya kau bisa menganggap seperti itu, hahah" Tawa Moana dengan manisnya.
"Sudahlah"
"Ya baik, kalau begitu aku pulang. Kau berhati-hatilah di sini" Ujar Moana pada Kayla.
"Heyyy, harusnya aku yang mengatakan itu padamu. Berhati-hatilah dijalan jangan sampai kau kenapa-kenapa, kau mengerti?" Kata Kayla pada Moana.
"Ya ya baiklah"
"Aku pamit, sampai jumpa Kayla" Pamit Moana kepada Kayla.
"Berhati-hatilah"
Baru saja Kayla masuk kedalam kamar hotelnya dan Moana yang baru saja melangkahkan kakinya sedikit tidak jauh dari kamar Kayla, tiba-tiba saja lengan Moana ditarik seseorang secara kasar. Yang mana orang tersebut adalah Keandra.
Bukankah Keandra bersama dengan Adam dan Nathaniel? Jawabnya mereka berdua memang sudah mengantarkan Keandra pergi ke kamar hotelnya tapi selepas mereka berdua pergi, Keandra pun ikut keluar dan tak sengaja Keandra bertepatan melihat Moana pada saat itu juga.
Ketika Moana ingin berteriak, Keandra lebih dulu membungkam mulut Moana dengan bibirnya itu. Dan memberikan sebuah bisikan yang menakutkan di telinga Moana hingga membuat Moana menjadi patuh didalam ketakutan yang melanda dirinya itu saat ini.
__ADS_1
"Jangan berteriak atau kau akan tau akibatnya sayang" Bisik Keandra pada Moana, Moana pun yang mendengar bisikan tersebut menjadi patuh seketika. Karena ia tidak ingin nanti dirinya terluka jika dirinya memberontak pada saat itu juga jadi ia memilih untuk tidak memberontak dan patuh.
...Flashback off...