
"Daddy walau aku sudah pandai tapi aku masih perlu ilmu, bukan begitu mommy" Kata Mano pada sang daddy sekaligus meminta pendapat pada sang mommy yang membalasnya dengan singkat karena sibuk dengan laptop yang ia mainkan.
"Iya sayang"
Moana melirik sekilas pada putra dan suaminya, lalu kemudian ia fokus kembali dengan apa yang ia kerjakan. Dan hal itu sungguh membuat Mano dan Keandra penasaran sebenarnya apa yang tengah Moana lakukan dan kerjakan sampai-sampai kelihatannya sangat sibuk dan tidak mudah di ganggu.
Ketika Mano dan Keandra saling pandang, kemudian tiba-tiba Moana memanggil nama putranya yaitu Mano untuk mendekat kearahnya dan dengan cepat Mano pun menurut. Kemudian melirik sedang apa yang Moana lakukan, alisnya mengerut ketika melihat layar laptop sang mommy dengan wajah polosnya ia menatap wajah sang mommy meminta penjelasan.
"Apa sayang? Mommy hanya ingin memperlihatkan ini padamu, kau menyukai sebuah perites kan? Maka mommy mencoba membuat keamanan untuk kau lakukan, kau harus masuk dengan melewati berbagai virus saat kau berhasil maka kau akan aman. Tapi jika kau gagal sepertinya sedikit berbahaya, jika kau mau mencoba membobolnya maka mommy akan memberikan laptop khusus untuk mu. Jika tidak, maka tidak apa karena sistem keamanan ini akan mommy gunakan untuk sistem tambahan keamanan perusahaan Galaxy's group" Cecer Moana dengan memperjelas.
Moana itu aslinya pintar, tapi soal urusan percintaan ia itu bodoh dan tak tau apapun. Ia terlalu polos untuk soal yang begituan, makanya kenapa saat ini Moana memberikan tantangan sulit untuk putranya karena ia ingin mengasah kemampuan putra nya yang selalu ingin tau mengenai hal-hal baru. Moana jelas mendukung tapi Keandra? padahal ia tau putranya itu berbeda dengan putra lainnya tapi ia justru lebih memilih untuk tidak terlalu berlebihan menggunakan kepintarannya. Aneh bagi Moana, dan Moana jelas tidak menyukai itu karena seharusnya Keandra itu always support putranya bukan dengan apa yang putranya sukai.
"Sayang jangan memberikan itu! Kau tau bukan jika sistem keamanan tidak bisa di bobol maka efek negatifnya terkadang bisa mendapatkan virus dan berakhir meledek?" Sahut Keandra tak terima.
Moana tak menghiraukan suaminya itu, ia justru diam dan memilih mendengar jawaban dari sang putra saat ini. Sebuah senyuman kecil pun mengembang pada wajah mungil berpipi chubby milik Mano itu, tentu saja Mano akan menerima tawaran sang mommy karena inilah yang ia suka dari sang mommy. Mendukung keingin tahuannya terhadap hal-hal baru dan selalu mensupport setiap kali jika ia gagal untuk tidak merasa putus asa atau pantang menyerah, tidak seperti sang daddy yang selalu posesif dan tidak mendukungnya karena baginya itu berbahaya.
"Tentu saja mommy, I like this challenge mommy!" Seru Mano dengan tersenyum manis.
"Mommy supports you dear" Balas Moana dengan gemas mencium pipi sang putra.
"Apakah boleh malam ini aku mencoba merites nya mommy? Aku akan melakukannya di ruang bawah tanah, di tempat khusus uji percobaan dan kau yang akan memantau ku" Pinta Mano yang tak sabar.
"Tentu saja, waktumu tersisa banyak sampai waktu jam tidur sayang. Kalau begitu mari kita pergi" Ujar Moana dengan mengangguk cepat.
"Sayang!"
"Aku akan disisinya, tidak apa. Jangan takut suamiku kau diamlah disini dan bermainlah dengan Mora sebentar. Aku akan memantau putra kita melakukan tes nya" Tutur Moana dengan tersenyum manis kemudian mulai beranjak bangun dan pergi sambil membawa laptop dan sambil menuntun sang putra.
"Daddy apa Mola boleh ikut mommy dan kakak?" Tanya Mora pada sang daddy.
__ADS_1
"Tidak sayang! tidak boleh, Akan berbahaya jika kau ikut nanti. Bagaimana jika daddy temani kau tidur sambil daddy bacakan cerita dongeng yang baru?" Tawar Keandra.
"Tapi Mola masih mau belmain daddy, waktu tidul Mola masih lama" Gerutu Mora dengan cemberut.
Keandra pun pusing bagaimana cara mengatur sang putri yang keras kepala melebihi Moana itu, ia ingin menyusul putra dan istrinya ke dalam ruang bawah tanah dimana terletak sebuah kamar uji coba untuk apapun yang akan di uji coba, di sisi lain memiliki ruang laboratorium pribadi dan disisi lainnya memiliki ruang sistem keamanan mansion galaxy yang terdapat di dalam ruang bawah tanah.
Bagaimana cara membujuk putrinya agar mau tidur cepat? Jika seperti ini ia tidak akan bisa melihat aktivitas keduanya dan tidak bisa berjaga melindungi keduanya nanti. Pikir nya pun mulai berjalan, ia harus mencoba untuk mencari ide agar bisa membuat sang putri tertidur.
"Mora sayang kau sepertinya harus tidur cepat, kau kan sedang besok ada kelas bangsawan sayang. Kau tidak boleh telat, karena kelas bangsawan itu mendadak diberi tahu jadi kemungkinan Mora besok akan sibuk pagi-pagi sekali untuk mengikuti kelas tersebut. Jadi sebaiknya Mora tidur lebih awal bukan? Agar nantinya Mora tidak mengantuk" Bohong Keandra pada sang putri dan itupun berhasil membuat Mora percaya saja padahal besok ia sudah akan berangkat untuk pergi ke negara B dengan mommy dan kakak nya tanpa sepengetahuan sang daddy tapi sepertinya Mora melupakan hal itu.
"Benalkah daddy? Tapi mommy tidak mengatakan itu, apakah mommy tidak sempat membeli tahu Mola? kalau begitu ayo daddy bantu Mola tidul, tidak mau telkena hukuman dali gulu Mola. Jadi Ayo daddy buat Mola cepat tidul" Desak Mora pada sang daddy.
"Anak pintar, biarkan mainan nya bibi yang membereskan. Kalau begitu mari kita pergi ke kamar mu, daddy akan membantumu tidur dan menceritakan dongeng baru untukmu" Terang Keandra yang diam-diam tersenyum bahagia karena dapet membohongi sang putri pada akhirnya.
"Maafkan daddy ya sayang karena harus berbohong padamu, tapi daddy harus melakukannya karena mommy mu yang keras kepala itu dan kakak mu kini tengah bermain-main dengan keselamatan"
******
Dalam ruang uji percobaan itu disana memiliki beberapa kebutuhan yang ingin di lakukan uji coba, berbagai hal disana ada dan khususnya sebuah komputer. Tadinya Mano dan Moana akan memakai sebuah laptop tapi ternyata disana sedang tidak ada jadi mereka akan memakai sebuah komputer saja.
Luas ruang uji percobaan itu benar-benar tidak dapat diukur seberapa luas nya dalam pandangan mata, jadi untuk mencoba hal-hal yang akan di uji saja itu sepertinya enak karena luas dan dapat melakukannya dimanapun. Terlebih lagi disana ada alat perlengkapan keamanan dan alat-alat lainnya yang dibutuhkan untuk berjaga-jaga.
Mano mencoba untuk melakukan uji percobaan dengan komputer tepat di tengah-tengah ruangan, komputer yang akan ia pakai sudah disiapkan oleh Moana dan sudah di bantu nyalah kan oleh Moana juga. Jadi Mano hanya perlu memulainya, Moana sudah bersiap disamping Mano sewaktu-waktu putranya gagal maka ia akan dengan gesit melindunginya. Satu botol tabung pemadam kebakaran pun ada disampingnya saat ini untuk berjaga-jaga.
"Beri aku waktu mommy!" Pinta Mano agar Moana membatasi waktunya karena itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi Mano bila ia diberi waktu.
"45 menit mommy beri waktu" Balas Moana.
"Bagus! Itu sangat cukup, terimakasih mommy"
__ADS_1
"Ya, sayang"
"Kita mulai mommy" Seru Mano yang kian memulai aksinya begitu cepat, dan Moana hanya membalas dengan anggukan kecil dan deheman saja.
Kedua orang tersebut pun sangat fokus menatap layar komputer disana. Moana takjub dengan kemampuan putra putranya yang sepertinya sudah berhasil menerobos masuk dalam waktu beberapa menit, hanya tinggal menunggu hasil akhirnya saja apakah putranya mampu membuka sistem keamanan ketat yang ia buat mendadak tadi? Atau justru tidak.
Tangan dengan jari jemari yang lentik itupun sangat lihai menggunakan keyboard komputer, suara tekanan pada keyboard komputer yang Mano lakukan pun menjadi kebisingan di dalam ruang uji percobaan saat ini. Karena tidak ada suara antara Mano dan Moana saat ini jadi kebisingan hanya diciptakan oleh suara tekanan keyboard saja.
30 menit telah berlalu dan Mano masih dalam proses percobaan nya, dan hanya sedikit tersisa waktu yang Moana berikan. Tidak masalah jika Mano melewati waktu yang telah di tetapkan juga, yang terpenting apakah Mano berhasil atau tidaknya. Dan dalam waktu 25 menit sebelumnya Keandra menyusul ke dalam ruang bawa tanah dan kini ia bahkan dengan cekatan ikut serta fokus menatap layar komputer.
Setelah berhasil membuat putrinya tertidur cepat memang Keandra langsung menyusul ke dalam ruang uji percobaan, dengan datang tanpa membuat suara dan serta ikut fokus pada layar komputer saat ini. Kehadiran sang daddy tidak terlalu di perdulikan oleh Mano karena kefokusan nya benar-benar hanya ada pada layar komputer saat ini.
"Tak" Bunyi itupun yang Moana tunggu-tunggu, dimana bunyi ketukan spasi atau enter yang ia inginkan. Dimana artinya putranya itu berhasil membobol keamanan yang ia buat mendadak itu, dalam waktu 35 menit diraihnya. Dan seketika Moana pun bangga sampai-sampai memeluk kerat tubuh sang putra.
"Bagaimana mommy?" Tanya Mano dengan tersenyum manis dimana ia baru dilepaskan oleh sang mommy dalam pelukannya.
"Good job sayang! Mommy bangga padamu. Kau berhasil menerobos sistem keamanan yang mommy buat sangat ketat ini" Puji Moana.
"Syukurlah" Gumam Keandra dengan bernafas lega.
"Daddy"
"Bagus son! Daddy bangga memilikimu. Tapi daddy harap kau kedepannya lebih berhati-hati lagi dan teruslah belajar semampu mu saja. Jangan paksakan bila kau tidak mampu" Tutur Keandra dengan mengacak-acak rambut sang putra.
"Tandanya apa kau mulai mendukung ku?" Tanya Mano.
"Iya tentu, daddy tidak akan menghalangi kemampuan yang kau miliki lagi. Daddy akan mendukungmu seperti mommy mu mulai sekarang, tapi tetap kau harus ingat untuk berhati-hati dan melindungi dirimu" Jelas Keandra dengan tersenyum kecil.
"Mommy kau berhasil membuat daddy mendukungku! Terimakasih mommy, aku mencintaimu"
__ADS_1
"Aku berhasil membuat suamiku mendukung putranya sendiri dalam hal kemampuan ini"