One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Ketakutan Moana


__ADS_3

"Maaf nona, kami di perintahkan oleh tuan untuk membawa wanita yang berada dibelakang anda untuk ikut dengan kami sekarang" Ucap salah satu anak buah Keandra yang mana datang untuk membawa Moana pergi menghadap Keandra.


"Tunggu kalian--"


"Benar nona, sesuai pemikiran anda! Kami adalah anak buah tuan Keandra. Pemilik dari perusahaan ini" Jelas anak buah Keandra tersebut.


"Tapi tunggu, mengapa tuan Keandra ingin kalian membawa sahabatku menghadapnya?" Tanya Kayla dengan kebingungan.


"Siapa Keandra? Kayla" Bisik Moana dengan bertanya.


"Dia adalah presdir kita, Keandra Narendra Galaxy pemilik dari perusahaan Galaxy Grup's ini" Jawab Kayla dengan berbisik pula.


"Bolehkah aku tau mengapa tuan presdir ingin bertemu denganku?" Tanya Moana kepada anak buah Keandra dengan sopan.


"Maaf nona, kami tidak tau mengapa tuan Keandra ingin kami memanggil anda. Sebaiknya anda ikut kami saja terlebih dahulu" Balas anak buah Keandra.


"Bolehkah sahabatku ikut denganku untuk menemaniku?" Tanya kembali Moana.


"Nona sebaiknya anda segera ikut kami atau jika tidak anda akan kami bawa secara paksa, untuk masalah sahabat anda. Kami tidak menerima perintah bahwa kami bisa membawa sahabat anda ikut pergi bersama dengan kami kedalam ruangan tuan presdir, jadi mohon kerja samanya nona" Terang anak buah Keandra secara tegas.


"Baiklah"


"Moana dengarkan aku, ruangan presdir tidak sembarangan orang dapat masuk. Kau adalah satu-satunya wanita yang bisa masuk kedalam ruang presdir! Ingatlah bahwa kau berada di kantor jadi jangan takut jika kau bertemu dengan pria brengsek itu, jika kau bertemu dengannya kau bisa berteriak dan meminta tolong saja. Maka semua karyawan disini akan pergi membantu dirimu! Kau mengerti?" Jelas Kayla pada Moana.


"Aku mengerti! Kayla, terimakasih" Balas Moana dengan membalas perkataan dari Kayla, lalu kemudian dirinyapun mulai memberikan berkas dokumen tadi yang ada ditangannya pada Kayla lalu setelah itu iapun ikut pergi bersama para anak buah Keandra yang berjumlah 2 orang.


'Tuhan! Lindungilah sahabatku, jika ia sampai terluka lagi maka aku tidak akan pernah berdoa kembali padamu' Batin Kayla.


'Mengapa firasatku tidak enak? Bagaimana rupa wajah tuan Keandra sebenarnya, mengapa ia tiba-tiba memanggil diriku ke ruangannya? Mungkinkah aku akan di pecat? Tapi apa kesalahanku hingga ia harus memecat diriku?' Batin Moana.


...*****...


...Ruangan Keandra...


"Tuan"


"Kalian berdua pergilah" Titah Keandra yang kian tengah duduk membelakangi Moana di kursi kebesarannya itu.


"Adam kau keluarlah" Pinta Keandra pada sahabatnya itu.


"Baiklah" Jawab Adam tanpa bertele-tele langsung saja pergi dari ruangan Keandra dan kian meninggalkan Keandra dan Moana secara berdua didalam.

__ADS_1


...Glekkkk...


'Tuhan bantulah aku!' Batin Moana.


"Moana Xaviera, umur 21 tahun tinggal di alamat *** mempunyai sahabat bernama Kayla Isvara, bekerja di perusahaan anak cabang Galaxy Grup's menjabat sebagai staf biasa" Ucap Keandra dengan membacakan bio data milik Moana tanpa membalikkan tubuhnya menghadap depan dan masih setia membelakangi Moana.


"Suara ini...? Sangat familiar" Gumam Moana pelan.


"Maaf"


"Tu-tuan, bolehkah sa-saya bertanya? Mengapa anda memanggil saya?" Tanya Moana dengan memberanikan diri kepada Keandra.


"Karena aku mempunyai urusan denganmu, Moana Xaviera" Jawab Keandra dengan memutar kursi kebesarannya ke depan tepat menghadap wajah cantik Moana.


...Deeeggghhhh...


Moana yang melihat wajah Keandra pun seketika terkejut setengah mati dan berhasil membuatnya seketika memundurkan tubuhnya kebelakang secara cepat. Jantungnya bahkan saat ini mendadak tidak berfungsi setelah melihat rupa wajah Keandra sebenernya, Keandra presdir perusahaan tempatnya bekerja ternyata adalah pria malam itu.


"Ka--kau..."


"Pr--pria malam itu--uuu..." Panik Moana dengan cepat memundurkan dirinya dan menjauh dari Keandra.


"Tu--tuan... Tuan mohon lepaskan saya... hikssss... Sa-saya... Sa--" Pinta Moana dengan ketakutan hingga tanpa sadar dirinya kembali menangis.


"Mengapa kau takut denganku?" Tanya Keandra kembali dengan perlahan bangkit dari duduknya dan perlahan mendekat kearah Moana.


Moana pun yang melihat Keandra mendekat kearahnya refleks menghindar dengan cepat, karena sangat ketakutan hingga membuatnya kemudian berniat ingin melarikan diri, tapi sayangnya pintu ruangan Keandra terkunci rapat oleh sistem yang Keandra pasang pada pintu ruangannya itu.


"Aku ingin keluar" Lirih Moana dengan berusaha keras membuka gagang pintu ruangan Keandra tapi tetap saja hasilnya sama, tidak terbuka dan masih tertutup dengan amat rapat.


"Moana"


"Tidak!"


"Tidak tuan! Hikssss... Tidak! Jangan mendekat, tolong lepaskan saya tuan hikssss..." Tangis Moana dengan histeris.


...Grepppp...


Keandra tidak memperdulikan tangisan dan teriakan penolakan yang Moana berikan padanya, Keandra justru dengan cepat malah menarik tubuh Moana kedalam pelukannya. Setelah melihat bahwa wanita yang berada di depannya saat ini tengah ketakutan akan dirinya.


"Aaaaaa!"

__ADS_1


"Tidak lepaskan saya tuan! Hikssss... hikssss... Lepaskan saya" Teriak Moana sekeras mungkin karena merasa terkejut akan perlakuan Keandra yang tiba-tiba saja memeluk tubuhnya begitu erat.


"Jangan takut! Aku tidak akan menyakitimu" Bisik Keandra pelan hingga membuat Moana yang tadinya memberontak seketika berhenti memberontak, tapi rasa takutnya masih tetap melanda.


"Jangan takut"


"Hikssss..."


"Jangan lakukan hal itu, hikssss"


"Tuan jangan sakiti saya, hikssss... hikssss... Jangan sakiti saya tuan" Lirih Moana pelan.


"Diamlah, saya tidak akan menyakiti dirimu. Jangan takut! Saya tidak akan menyakitimu" Ujar Keandra dengan lembut selembut mungkin agar Moana tidak ketakutan kembali padanya.


Jika Adam dan Nathaniel saat ini berada di hadapan Keandra dan mendengar perkataan lembut Keandra barusan, mungkin saja keduanya sudah tercengang dan merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari perkataan Keandra tadi.


Selama ini Keandra memang tidak pernah berkata lembut seperti tadi ke Moana dan hanya Moana yang bisa mendapatkan kelembutan dari Keandra barusan, setelah kedua orang tuanya tiada, Keandra menjadi kasar dan kejam! Tidak takut apapun dan tidak pernah berbicara lembut pada siapapun. Tapi barusan? Karena Moana! Ya hanya Moana yang bisa mendapatkan kelembutan dari Keandra barusan.


"Hikssss... Ba-bagaimana, Ji-jikaaa..."


"Shuuuttt! Tenanglah... Saya berjanji bahwa saya tidak akan menyakitimu" Ujar lembut Keandra dengan berbisik.


"Berhenti merasa takut dan tenangkan dirimu" Tutur Keandra pada Moana.


Moanapun yang mendengar hal tersebut menjadi diam dan berhenti menangis, hanya kian masih terdengar suara isak kan kecil dari dirinya. Tapi untuk menangis ia sudah berhenti bahkan kini tubuhnya mulai berhenti bergetar ketakutan setelah mendengar ucapan lembut yang keluar dari Keandra yang sangat meyakinkan dirinya.


"Sudah tenang? Kemari dan duduklah, jangan takut Moana" Tanya Keandra dengan menarik pelan tangan Moana menuju sofa yang berada didalam ruangannya tak jauh dari kursi kebesarannya.


"Ap-ap... Apa yang anda inginkan tuan?" Tanya Moana gugup dengan berusaha memberanikan diri untuk bertanya.


"Aku ingin membahas masalah kemari malam! Tenanglah" Kata Keandra dengan terus memang tangan Moana agar Moana tidak merasa takut ketika dirinya akan membahas masalah kemarin malam.


"Itu... Lupakan saja tuan, anggaplah bahwa itu hanya sebuah kecelakaan kecil" Jawab Moana.


"Bagimu kecil bagimu besar, aku tau bahwa semalam aku telah mengambil mahkotamu dan aku menyadari hal itu. Maka dari itu aku memutuskan untuk mengembalikan ke berhargaan dirimu padamu kembali" Jelas Keandra.


"Mengembalikan? Apa bisa?" Tanya Moana dengan kebingungan menatap manik mata Keandra, Moana memberanikan diri menatap manik mata Keandra yang tajam itu hanya karena ingin mencari sebuah kebohongan disana tapi hasilnya nihil.


"Jangan mencari kebohongan di mataku, karena aku tidak pernah berbohong di setiap ucapanku" Tegas Keandra dingin hingga mampu menyadarkan Moana.


"Bagaimana caranya?"

__ADS_1


__ADS_2