One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Menginginkannya (Nathaniel)


__ADS_3

Sebuah rekaman berputar dengan jelas sejelas mungkin, pandangan yang tadi terlihat menahan gejolak amarah bahkan kini berubah menjadi pandangan lirih karena melihat sebuah vidio rekaman yang terlihat seseorang tengah melakukan sebuah rencana yang matang, bukan hanya rencana bahkan sudah terencana sangat mulus.


Vidio berdurasi panjang sekitar 5 menit itupun berhenti di akhir yang cukup mengejutkan bagi kedua mata Elzeyna sendiri, setelah melihat itu tidak ada alasan untuk dirinya kembali menahan air matanya untuk tidak keluar. Dalam isakan tangisnya yang begitu dalam pun membuat Elzeyna merasa bersalah dalam sekejap pada seseorang. Seseorang yang pernah ia anggap begitu penting di dalam kehidupannya ini.


Benci, marah, kesal, kecewa, sakit, semua menjadi satu setelah tau fakta bahwa Nathaniel telah di jebak oleh sahabat nya sendiri. Yang mana telah tiada 2 tahun yang lalu akibat kecelakaan maut yang ia terima, dadanya sesak. Seseorang yang ia percayai ternyata mengkhianati nya hanya karena iri tidak bisa memilikinya, cowo? iya. Sahabatnya cowo, namanya Rendra Wijaya yang telah tiada 2 tahun lalu akibat kecelakaan mobil yang menyebabkan nyawanya terenggut.


"Hahh... Hikssss... Semua, semuanya palsu! Ak--aku apa... A-apa yang aku lakukan" Tangisnya Elzeyna.


"Apa aku masih pria brengsek yang kau sebut itu Zey? Apakah bukti nyata itu berhasil membuat mu sadar?!" Tanya Nathaniel dengan lirih.


"Hikssss"


"Ma--maaf"


"Aku tidak membutuhkan kata maaf mu Zey, kau tau kata maaf mu itu tidak bisa mengembalikan semuanya bukan?! Kau yang selalu mengatakan itu padaku. Aku kecewa padamu Zey, mengapa saat itu kau lebih memilih untuk percaya dengan bukti-bukti yang tidak menunjukkan keasliannya. Kau dengan tega nya pergi dari hidupku! Membiarkan aku hidup tanpamu, tanpa kehadiranmu, tanpa cintamu, tanpa kasih sayang mu yang sangat aku butuhkan di dunia ini. Kau mengecewakan aku, kau membuatku membencimu atas perlakuan dan sifat mu tapi disisi lain perasaanku ini tidak ingin pergi darimu. Perasaan ini dengan sial nya terus menerus berada di dalam hatiku, cinta, kasih sayang keduanya masih melekat pada hatiku untukmu" Tutur Nathaniel dengan tangis nya yang tak dapat ia cegah untuk tidak keluar.


"Hikssss"


"Kau harus tau Zey seberapa sakit hatiku ketika melihatmu pergi begitu saja setelah melemparkan sebuah bukti yang tidak jelas asal usulnya, seberapa sakit hatiku ketika tau bahwa kau menghindari ku selama beberapa tahun terakhir, sesakit apa hatiku ketika kau lebih mempercayai sebuah lelucon belaka. Dan seberapa sakitnya hatiku atas penolakan mu untuk memperlihatkan penjelasan yang benar, benar adanya dan benar faktanya"


"Zey ketahuilah aku sungguh-sungguh membencimu, aku membenci jiwa mu, aku membenci ragamu, aku membenci sosok dirimu, aku membenci tawa mu, tangis mu, cintamu, kasih sayangmu dan aku membenci semua yang ada pada dirimu. Mengapa aku harus mengenalmu? Mengapa kau harus menghadirkan dirimu untukku jika kedatangan mu hanya untuk pergi kembali. Mengapa kau menitipkan cintamu padaku! kenapa Zey?! Katakan!"


"Aku tidak tau mengapa aku harus mengenalmu, mengapa aku harus mencintai mu, mengapa aku harus menyayangimu, mengapa aku harus menitipkan perasaanku padamu! Aku tidak tau itu semua. Mengapa aku harus mengenalmu jika kehadiran ku hanya membawa luka untukmu, mengapa aku harus singgah di hatimu bila aku hanya menyakitimu, mengapa aku harus menciptakan dunia yang hanya berisi untukmu dan aku. Aku... Aku tidak tau apa arti dari itu semua, mengapa, kenapa, bagaiman, semuanya itu... Pertanyaan itu, aku tidak tau bagaimana harus menjawabnya. Karena aku sendiri hanya bisa menciptakan pertanyaan tersebut tanpa menciptakan adanya jawaban untuk banyaknya pertanyaan tersebut" Balas Elzeyna.


"Bolehkah aku marah padamu Zey? Bolehkah aku membenci mu Zey?! Bolehkah aku kecewa padamu Zey? Dan bolehkah aku menyakitimu Zey, sebagaimana kau menyakiti serta melukai hatiku?! Bolehkah Zey" Tanya Nathaniel.


"Jika dengan cara semua itu bisa membuat luka hatimu sembuh maka aku siap untuk menerimanya sebagaimana balasan untuk semua rasa sakit mu atas diriku, sebagaimana itu semua menjadi kunci balasan atas semua hal yang aku lakukan. Puaskan lah dirimu untuk menyakitiku, sebisa mungkin aku akan menerimanya" Kata Elzeyna dengan menghapus air matanya secara kasar.

__ADS_1


"Kau percaya bahwa aku akan benar-benar menyakitimu?"


"Tidak"


"Haha, tidak Zey. Aku akan sungguh-sungguh menyakitimu! Tapi dengan cara yang berbeda" Tawa Nathaniel yang berhasil membuat Elzeyna kebingungan.


"Maksudmu?"


"Aku akan bersungguh-sungguh menyakitimu, menyakiti mu dengan caraku sendiri! Aku akan menyakitimu dengan adanya cintaku padamu. Aku akan menyakitimu dan melukai hatimu! dengan cara adanya kehadiranku, kehadiran cintaku, aku akan kembali bersamamu. Aku akan menjadi pria egois yang akan kau kenal, selamanya. Dan aku menginginkan itu semua" Terang Nathaniel.


"Aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan" Kata Elzeyna dengan mengerutkan keningnya sambil menatap dalam manik mata Nathaniel.


"Aku menginginkanmu kembali"


Lelucon, bukankah seharusnya ketika seseorang kecewa dan sakit hati ia akan membalasnya? Tapi Nathaniel berbeda, ia ingin kembali. Kembali mengulang kisah nya bersama wanita yang selama ini ia nanti kehadiran nya untuk kembali, Elzeyna Namira Danantya putri dari keluarga Danantya itu.


"Kenapa? Kau menolak ku"


"Tidak ada alasan untuk aku jelaskan, aku hanya tidak ingin kita kembali saja. Aku sudah menyukai kesendirian ku, aku sudah tidak membutuhkan sosok mu ataupun yang lainnya" Jelas Elzeyna dengan lagi-lagi kembali membuang pandangan nya.


"Tatap mataku dan katakan bahwa kau sudah tidak menginginkan ku" Pinta Nathaniel paksa.


"....."


Elzeyna tidak menjawab, ia tetap membuang pandangannya ke arah lain. Tanpa menghiraukan sosok Nathaniel yang ada di dekatnya saat ini, hal ini pun mampu membuat Nathaniel menjadi kesal dan marah karena ia tidak di tanggapi oleh Elzeyna.


"Kau tidak mau? sudah terjawab berarti bahwa kau berbohong dengan mengatakan bahwa kau sudah tidak menginginkan aku" Jelas Nathaniel dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


"Aku sudah tidak membutuhkan mu. Puas! Aku Elzeyna Namira Danantya putri dari keluarga Danantya menjawab permintaan dari seorang pria bernama Nathaniel Alien Akaskara bahwa aku Elzeyna benar-benar tidak membutuhkan sosok dari seorang yang bernama Nathaniel tersebut" Ucap Elzeyna dengan memandang lekat manik mata Nathaniel.


Kedua manik mata mereka saling menatap satu sama lain untuk beberapa saat, Nathaniel yang menatap lekat untuk mencari kebohongan sedangkan Elzeyna untuk meyakinkan bahwa ia benar adanya berkata sedemikian itu dan tidak ada kebohongan. Walaupun nyatanya memang iya.


"Kau berbohong Zey"


"Aku rasa semua ini sudah jelas dan tidak perlu lagi adanya penjelasan, kau tidak salah dan aku sudah mengetahuinya. Kau kecewa padaku dan aku menerimanya, jadi semua hal yang berurusan dengan masa lalu kita berdua telah usai. Dan karena semua hal ini telah usai aku akan pergi, aku akan kembali. Dan kau! Aku mohon buka pintunya, biarkan aku kembali" Pungkas Elzeyna dengan berdiri dari duduknya dan mulai berniat untuk pergi.


"Tidak akan bisa, aku menginginkan mu Zey. Aku tidak berbohong, aku benar-benar menginginkan mu untuk kembali padaku. Jika dengan cara baik-baik kau tidak mau maka hanya ada cara kotor yang bisa aku lakukan" Ucap Nathaniel dengan menarik tangan Elzeyna hingga membuat Elzeyna terjatuh diatasnya.


"A--apa"


"Lepaskan aku, aku ingin kembali! Cepat lepaskan aku Aniel! Kau telah berjanji untuk tidak menyakitiku. Maka kau harus menepati itu Aniel, jangan jadi pria bajingan!!" Marah Elzeyna dengan memberontak dari dekapan Nathaniel yang memeluknya dengan erat.


"Setttt" dalam sekali tarikan Elzeyna berpindah posisi menjadi dibawah kungkungan Nathaniel dan Nathaniel menjadi diatasnya. Dengan suara melirih Nathaniel berkata "Aku hanya berjanji untuk tidak menyakiti mu, bukan untuk menyentuhmu agar menjadi milikku" Bisikan lirih tersebut tepat di telinga Elzeyna.


"ANIEL AKU BILANG LEPASKAN AKU! KAU TIDAK BOLEH MELAKUKAN INI PADAKU!!" Teriak Elzeyna dengan marah sambil terus memberontak meminta untuk di lepaskan.


"Aku menginginkanmu Zeyna"


"Aku menginginkanmu" Lirih Nathaniel untuk kesekian kalinya.


"Argh!"


"Ani-- ahh"


"Aku mencintaimu Zeyna, aku menginginkan mu, aku menginginkan semua yang ada pada dirimu" Gumam kecil Elzeyna.

__ADS_1


__ADS_2