
"Kayla apakah mereka benar-benar telah tidur?" Bisik Elzeyna dengan sepelan mungkin agar baby twins tidak terganggu tidur siangnya itu.
Ternyata dugaan Kayla yang merasa bahwa baby twins akan tenang dan anteng bersamanya nyatanya tidak, setelah sampai di apartemen miliknya baby twins langsung menangis sekeras mungkin dan tidak mau berhenti menangis. Kayla dan Elzeyna mengira bahwa baby twins menangis karena mereka lapar nyatanya bukan lalu mengira bahwa mereka perlu diganti popok ternyata juga tidak, dan ternyata mereka mengantuk saja dan belum betah terhadap lingkungan baru yang ada.
Elzeyna dan Kayla pun sekeras mungkin mendiamkan baby twins dan mencari cara agar keduanya bisa tertidur serta berhenti menangis terlebih dahulu. Dan setelah 1 jam lamanya akhirnya baby twins kelelahan hingga membuat mereka tertidur dengan sendirinya.
"Susah" Lirih pelan Kayla.
"Kita keluar" Ajak Elzeyna dengan nada pelan sepelan mungkin, karena jika ia berbicara keras maka baby twins akan menangis kembali diwaktu yang bersamaan seperti beberapa menit yang lalu.
"Hmmm" Dehem Kayla dengan mengangguk kecil lu kemudian mulai keluar dari kamarnya diikuti oleh Elzeyna.
Setelah keluar dari kamar Kayla kini mereka berdua pun akhirnya bisa bernafas lega dan duduk dengan santai di sofa yang ada, dengan menghembuskan nafas begitu berat sudah diketahui bahwa mereka telah berusaha keras melakukan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan.
"Melelahkan" Gumam Elzeyna pelan.
"Pinggangku sakit karena terus berdiri, bahkan kakiku juga terasa mati karena terus berdiri untuk menggendong tubuh Mora. Tanganku juga sakit efek terlalu lama menggendongnya" Keluh Elzeyna.
"Kau pikir hanya kau saja? Aku juga, tapi selepas dari itu aku bahagia karena akhirnya bisa melihat wajah damai mereka yang tertidur sangat lelap selepas menangis yang tak ada hentinya" Celetuk Kayla.
"Kau benar"
"El. Kau cepatlah menikah juga agar aku mendapatkan kembali ponakan kecil, aku juga ingin menidurkan anakmu seperti anak Moana. Aku membayangkan bahwa kemungkinan aku akan diperebutkan oleh anak-anak kecil dari anak mu dan juga baby twins, rasanya sangat lucu jika di bayangkan" Kata Kayla dengan berkhayal sambil tersenyum manis hingga membuat khayalan nya itu buyar akibat dirinya mendapatkan sebuah lemparan bantal dari Elzeyna.
"Khayalan mu itu terlalu manis tapi sayangnya itu tidak akan terjadi, karena aku menginginkan kau dulu yang menikah selepas itu baru aku. Karena kemungkinan kau duluan yang akan menyusul Moana, mengingat kau sudah memiliki kekasih saat ini" Kesal Elzeyna.
"Kau tau? Aku menerima nya karena tanpa sebab mulutku mengatakan "Iya" padahal aku tidak menginginkan nya" Jujur Kayla.
"Jika pikiranmu mengatakan tidak, maka kemungkinan hatimu yang berkata. Sejujurnya aku melihat Adam memang benar adanya menyukaimu dan aku melihat kau juga sudah sedikit menyukai nya. Hanya ketutupan gengsi dan rasa bencimu saja yang keluar dari mulutmu itu" Ucap Elzeyna.
__ADS_1
"Diamlah kau tidak tau apa-apa" Ketus Kayla.
"Cihh. Kau tau, kau seharusnya tidak terlalu membencinya karena rasa benci yang berlebihan bisa membuatmu jatuh" Decih Elzeyna pada Kayla.
"Jatuh apa?"
"Jatuh cinta"
"Itu tidak akan terjadi" Elak Kayla dengan cepat.
"Hehhhh, kita lihat saja apakah rasa bencimu itu bisa terganti dengan rasa cinta atau tidak. Karena sesungguhnya rasa benci yang berlebihan akan memunculkan sebuah rasa cinta yang besar dan sebaliknya. Rasa cinta yang berlebih akan membuatmu memunculkan sebuah rasa benci yang begitu dalam, berhati-hatilah dengan rasa bencimu" Ingat Elzeyna.
"Oh ya? Memangnya kau tau dari mana mengenai hal tersebut" Tanya Kayla dengan menatap remeh wajah Elzeyna.
"Belajar dari masa lalu, masa lalu yang membuatku tau hal tersebut" Jawab Elzeyna malas.
"Kau pernah menjalin hubungan? Kau tidak pernah bercerita padaku dan juga Moana" Terkejut Kayla.
"Siapa pria yang pernah bersamamu?"
"Kau pasti tidak akan percaya, tapi dunia ini sempit. Orang yang aku maksud sejujurnya dekat dengan kita bahkan kau tidak menyadari hal tersebut" Terang Elzeyna dengan tersenyum sinis.
"Siapa?"
"Dia..."
...*****...
Seharusnya ketika Adam selesai melakukan meeting bersama perusahaan Akaskara Grup yang tak lain adalah perusahaan milik Nathaniel ia akan pergi menuju suatu tempat proyek yang harus ia pantau. Nyatanya ia harus menghancurkan jadwal nya itu karena cuaca tiba-tiba saja tidak mendukung.
__ADS_1
Hujan yang begitu besar pun membuat aktivitas Adam tertunda begitu lama, bahkan hujan datang sedari waktu siang dan sampai menjelang malam ia belum juga reda. Umpatan kesel pun terus saja di lontarkan dari mulut Adam itu dan Rivanto yang berada di sebelahnya hanya bisa menghela nafas secara dalam saja karena melihat tuan nya itu tidak henti-hentinya mengumpat dengan beribu kata-kata mutiara yang manis.
"Sial!"
"Kapan ini akan berakhir?! Aku harus pergi mengapa sepertinya tidak bisa, sial. Sial" Kesal Adam dengan menendang sofa yang ada didepannya saat ini.
"Tuan memang nya anda ingin pergi kemana? Di perkirakan cuaca hujan yang begitu deras ini saya yakin mungkin hujan ini akan berhenti di tengah malam. Melihat memang bulan ini telah memasuki bulan-bulan musim hujan" Jelas Rivanto.
"Aku ingin pergi ke rumah kekasihku! Aku harus melihat kedua ponakan ku, aku khawatir kekasihku akan kelelahan" Gerutu Adam.
"Kekasih? Anda sudah memiliki kekasih tuan??" Terkejut Rivanto yang tidak tau apapun.
"Ya"
"Keponakan yang anda maks--"
"Putra dan putri keturunan galaxy, jangan banyak tanya lagi atau mulutmu akan aku robek" Kesal Adam.
Apa ini? Lagi-lagi kenyataan yang Adam lontarkan mampu membuat Rivanto terkejut setengah mati setelah beberapa saat yang lalu ia dibuat terkejut juga dan kembali dibuat terkejut akan fakta yang ada.
"Aku harus pergi!!" Gumam Adam dengan kesal.
"Tuan bagaimana jika anda pergi menggunakan payung terlebih dahulu untuk mengambil mobil milik anda setelah itu anda bisa pergi tapi anda harus berhati-hati karena jalanan tentunya akan sangat licin" Ide Rivanto.
"Ck! Mengapa kau baru mengatakannya setelah beberapa jam aku ingin pergi. Sialan kau" Geram Adam dengan langsung saja pergi keluar menuju lantai dasar.
"Anda bahkan tidak memberitahu saya bahwa anda akan pergi, sedari tadi anda hanya mengumpat saja" Gumam Rivanto.
Dengan berjalan dibawah hujan yang begitu deras dan tangan yang memegang sebuah payung, Adam pun langsung saja mengambil mobil miliknya yang berada di parkiran dan kemudian mulai pergi meninggalkan area perusahaan. Dengan sangat waspada dan hati-hati ia pergi menuju apartemen milik Kayla untuk menemui Kayla dan juga baby twins yang sedari tadi ingin ia temui.
__ADS_1
"Sialan mengapa ia baru mengatakannya setelah beberapa jam telah berlalu. Bodoh" Maki Adam yang masih tidak terima karena Rivanto baru mengatakan ide yang bagus pada dirinya.
Padahal sebenarnya salahnya juga tidak memberitahu Rivanto sejak awal bahwa ia ingin pergi ke rumah kekasihnya, hanya ada umpatan dan makian saja yang ia katakan tidak ada yang lain. Tapi tetap saja yang disalahkan sepenuhnya justru malah Rivanto dan bukan dirinya sendiri, ia tidak introspeksi diri.