
Ruang tamu yang ditempati oleh Elzeyna dan Nathaniel kini telah ramai karena Moana, Keandra, Kayla serta Adam berada di dalamnya. Tidak lupa juga dokter keluarga Galaxy yang serta ikut ada di dalam kamar tersebut, sudah dipastikan bahwa kini Nathaniel tengah di periksa kondisinya oleh dokter pribadi keluarga Galaxy itu. Harris.
Dokter Harris dipanggil oleh Keandra setelah Keandra yakin bahwa Nathaniel pasti akan membutuhkannya, bagaimana pun juga Keandra tau jelas keadaan Nathaniel selepas mabuk dan ditambah oleh aksinya itu. Jadi tanpa Elzeyna meminta Keandra sudah meminta dokter pribadi keluarga Galaxy itu untuk datang ke mansion Galaxy.
"Bagaimana?" Tanya Keandra.
"Tuan Nathaniel hanya masuk angin tuan, karena terlalu lama berada di luar dengan kondisi basah. Jadi makanya ia demam, di tambah efek alkohol yang begitu banyak di konsumsi oleh tuan Nathaniel" Jelas dokter Harris.
"Hmmm"
"Ini daftar obat yang anda harus berikan ada tuan Nathaniel, tuan. Kemungkinan nanti malam tuan Nathaniel akan menggigil, hanya itu saja tuan. Tidak ada yang perlu di khawatir lagi" Tutur dokter Harris.
"Terimakasih dokter" Ucap Elzeyna dan Moana secara bersamaan.
"Sama-sama nyonya besar, nona. Kalau begitu saya pamit pulang" Balas dokter Harris dengan begitu ramah.
"Ya dokter, silahkan"
Selepas kepergiannya dokter Harris, Elzeyna pun langsung saja mendekatkan dirinya pada Nathaniel dan kemudian mengecek suhu tubuh Nathaniel yang mulai mereda panasnya. Mungkin karena efek obat yang sebelumnya di berikan oleh dokter Harris untuknya.
"El, kau tidak perlu khawatir dengan Nathaniel lagi sekarang, semua sudah di tangani dengan baik" Kata Moana lirih pada Elzeyna.
"Terimakasih, Moana"
"Kau istirahatlah juga, kau pasti lelah. Aku dan yang lainnya akan kembali ke kamar masing-masing" Tutur Moana.
"Hmmmm, terimakasih untuk kalian semua terutama kau Keandra" Ucap Elzeyna dengan tersenyum pada semua orang.
"Hmmm" Dehem Keandra dengan mengangguk pelan selepasnya ia pergi dari kamar Elzeyna dan Nathaniel bersama semua orang.
Masing-masing mereka mulai memasuki kamar mereka sendiri dan begitupun dengan Kayla, tapi saat hendak menarik gagang pintu tangannya di cekal oleh Adam hingga membuatnya seketika menatap wajah Adam.
"Ada apa?"
"Boleh temani aku?" Pinta Adam.
"Si tengah malam seperti ini" Bingung Kayla dengan menatap wajah Adam begitu dalam.
__ADS_1
"Iya, jika kau tidak bisa tidak apa. Aku akan kembali ke kamar ku sekarang" Balas Adam.
"Baiklah"
...*****...
..."Jangan menjadi cahaya untuk seseorang yang menyukai kegelapan, kau tidak akan tau seberapa tidak sukanya seseorang yang membenci sebuah cahaya"...
...Kayla Isvara...
...*****...
Taman Belakang Mansion Galaxy....
Ditengah malam yang dipenuhi bintang di langit dengan di terangi cahaya bulan dan ditemani angin malam yang begitu sejuk, dua pasangan instan kini tengah duduk di sebuah kursi yang ada di taman belakang mansion.
Saling diam tanpa suara, saling memalingkan pandang ke arah yang sama dengan tatapan yang dalam untuk malam yang gelap ini. Tidak ada yang berniat untuk membuka suara dari keduanya, tapi beberapa saat kemudian Kayla membuka suaranya "Kau kenapa?" Tanya Kayla yang berhasil mengalihkan pandangan Adam untuk sesaat.
"Kau menyukai gelap atau terang?" Tanya Adam tanpa menjawab pertanyaan dari Kayla sebelumnya.
"Gelap"
"Aku tidak menyukai terang, sebab ketika aku menyukai terang aku akan terjerumus juga ke dalam kegelapan. Lebih baik aku memilih kegelapan dari pada menyukai keterangan tapi ada akhirnya tetap kegelapan yang aku terima" Jelas Kayla.
"Bagaimana jadinya jika aku menjadi sebuah cahaya yang terang untukmu agar keluar dari kegelapan, karena cahaya tidak seburuk yang kau pikirkan. Cobalah untuk keluar dari kegelapan, kau akan tau seberapa indah sebuah cahaya" Tutur Adam.
"....."
"Kau tidak mau menjawabnya tidak apa, tapi aku pasti akan membuatmu menyukai sebuah cahaya" Balas Adam.
"Jangan menjadi cahaya untuk seseorang yang menyukai kegelapan, kau tidak akan tau seberapa tidak sukanya seseorang yang membenci sebuah cahaya" Kata Kayla.
"....."
"Tidak ada salahnya untuk kau pergi meninggalkan kegelapan, belajarlah menerima sebuah cahaya agar kau dapat merasakan bahwa sebuah cahaya tidak terlalu buruk untuk kau rasakan" Ucap Adam.
Hening! Lagi-lagi hening tanpa percakapan, karena Kayla lebih memilih untuk tidak menjawab kembali setiap pertanyaan yang akan di lontarkan oleh Adam. Sebaliknya, tidak ada lagi perkataan yang akan ia keluarkan sebelum mendapat jawaban yang tepat untuk setiap pertanyaan nya.
__ADS_1
...*****...
..."Belajarlah menerima sebuah cahaya dalam hidupmu, kau akan tau bahwa sebuah cahaya tidaklah begitu buruk seperti yang kau pikirkan"...
...Adam Malik Bagaskara...
...*****...
"Kayla"
"Ya"
"Apa kau terpaksa menerima kehadiran ku? Jika memang iya kau bisa aku akan pergi, aku tidak akan lagi memaksa kehendak mu. Sebisa mungkin aku akan menerima keputusan mu, aku sadar bahwa hubungan tidak boleh di paksakan. Aku memberikan mu pilihan" Kata Adam terus terang.
Mendengar ucapan Adam seketika membuat Kayla mulai mengarahkan pandangannya ke hadapan wajah Adam, ia tidak mengerti akan Adam saat ini. Mengapa dengan tiba-tiba Adam mau memberikan nya sebuah pilihan jika saat pertama kali ia memaksa kehendaknya. Apakah Adam yang saat ini berada di depan nya beneran Adam Malik Bagaskara yang ia kenal? Iya atau tidak.
"Apa kau sungguh Adam Malik Bagaskara yang sering bersama ku?" Polos Kayla dengan bertanya.
"Iya, aku Adam yang selalu bersamamu"
"Jika aku berkata bahwa aku menerima kau dengan terpaksa apa yang akan kau lakukan?" Lontar Kayla dengan bertanya.
"Aku akan pergi dari hidupmu, aku akan belajar untuk menerima kenyataan, aku akan memperbaiki diriku lagi. Dan, dan mencoba untuk melupakanmu dari hidupku selama nya" Balas Adam jujur.
"Boleh aku menjawab jujur untuk pilihanmu?"
"I-iya boleh, katakanlah dengan jujur" Gugup Adam yang secara tiba-tiba membuat seluruh tubuhnya mati kutu ketika menunggu jawaban yang akan diberikan oleh Kayla untuknya.
Jika memang iya bahwa Kayla menerima nya dengan terpaksa maka benar adanya untuk ia memilih mundur, memilih pergi dan memilih untuk melupakan Kayla dari hidup nya. Walaupun tidak mudah tapi ia pasti bisa menjalankan nya, karena melupakan seseorang yang sangat kita cintai itu tidaklah mudah seperti awal kita berkenalan. Cinta? Terkadang semua orang terjebak dengan perasaan itu, tapi semua bisa tidak terjebak juga. Jika logika masing-masing bisa melawan perasaan nya sendiri.
"Iya aku menerimamu dengan terpaksa. Moana dan Elzeyna juga mengetahuinya" Terang Kayla.
"K--kalau begitu maaf, karena membuatmu harus terpaksa menerima kehadiran ku. Aku akan pe-"
"Tapi aku sudah membuang rasa keterpaksaan ku padamu menjadi rasa ikhlas, aku ikhlas menerima mu menjadi bagian dalam hidupku. Tapi walau begitu aku masih belajar untuk membalas perasaanmu, sejujurnya belum ada cinta yang aku terima darimu untuk hatiku. Bukan tanpa alasan, tapi aku sedang belajar untuk membuka jalan hatiku padamu" Kayla.
"Kau memang benar seharusnya aku belajar menerima cahaya tapi pada dasarnya aku memang sulit untuk menerima kehadiran cahaya dalam hidupku. Biarkanlah aku tetap menyukai kegelapan dan akan terus berada di dalam kegelapan, selagi tidak ada tindakan yang merugikan kalian atau menyakiti kalian aku tidak akan pernah mau keluar dari kegelapan dalam hatiku" Pungkas Kayla.
__ADS_1
"Tapi sungguh, aku telah menerima mu dalam hidupku. Jangan tanyakan alasan nya, karena aku tidak mampu untuk menjawabnya" Ucap Kayla.