
"Kau sangat cantik jika tersenyum manis seperti tadi" Puji Reyfano pada Kayla, hingga membuat Kayla terdiam sesaat.
"Apa aku hanya cantik ketika aku tersenyum saja?" Tanya Kayla.
"Tidak, kau cantik saat tidak tersenyum saja. Bahkan ketika kau marah kau terlihat imut Kayla, aku akui itu tapi ketika kau tersenyum manis seperti tadi paras kecantikan mu bertambah dua kali lipat dari biasanya" Jujur Reyfano pada Kayla.
Mendengar perkataan Reyfano yang terlihat tidak berbohong itu mampu membuat kedua pipi Kayla merona, bukan karena pujian nya tapi karena kejujuran Reyfano yang terlihat dimatanya. Sejujurnya Reyfano adalah orang yang pertama kali memuji dengan mulut manisnya itu, memuji tepat dihadapannya tanpa ada embel-embel apapun.
"Terimakasih"
"Sama-sama"
Angin malam yang begitu terasa dingin pun mempu menerjang rambut Kayla hingga menghalangi pandangan Kayla, dan tanpa sadar wajah yang tadi tertutup rambut kini telah dikesampingkan dan dirapihkan kembali oleh tangan yang begitu besar. Tangan dimana itu adalah milik seorang pria, siapa lagi jika bukan Reyfano.
Respon yang Kayla berikan hanya diam, entah kenapa ia membiarkan Reyfano membantunya untuk menyingkirkan anak rambut miliknya yang menghalangi pandangan nya saat itu. Hingga beberapa menit kemudian mereka berdua saling membuang pandangan satu sama lain karena merasa malu, malu karena tiba-tiba Reyfano tanpa sadar membantu Kayla menyingkirkan anak rambutnya dan malu karena Kayla tidak menolak bantuan yang Reyfano berikan.
"Ekhem... k-karena urusan kita sudah selesai, kalau begitu aku akan kembali pulang. Sekali lagi terimakasih karena telah memberitahukan ku sekaligus mengembalikan barang milik ku" Kata Kayla dengan nada sedikit gugup.
"I-iya, sama-sama Kayla aku senang bisa membantumu" Balas Reyfano yang ternyata juga tak kalah gugup dari Kayla.
"Aku, duluan. Sampai jumpa" Pamit Kayla dengan cepat pergi dari hadapan Reyfano.
"Kayla tunggu!" Pinta Reyfano dengan sedikit berteriak untuk menghentikan Kayla dan alhasil Kayla berhenti dan berbalik kembali.
"Ada apa?" Bingung Kayla dengan bertanya-tanya mengapa ia dihentikan kembali.
"Bolehkah aku mengantarkan mu pulang?" Tawar Reyfano yang ternyata berniat untuk menawarkan Kayla pulang bersamanya.
"....." Kayla.
__ADS_1
"Bole--"
"Aku yang akan mengantarkan nya" Celetuk seseorang dengan langsung berdiri disamping Kayla dan sambil menarik tubuh Kayla kedalam dekapannya.
Ketika Kayla ingin menjawab "Boleh" atau setuju dengan tawaran yang Reyfano berikan untuknya, tiba-tiba saja ucapannya dipotong oleh seseorang dan bahkan dengan lancang nya menarik tubuh Kayla kedalam pelukannya. Adam cemburu karena melihat keakraban antara Reyfano dan Kayla, selama Kayla bersamanya tidak pernah sekalipun Kayla tersenyum bahkan sampai salah tingkah dibuatnya. Yang ada hanya pertengkaran saja, tapi jika dengan Reyfano mengapa berbeda.
"Adam" Gumam Kayla.
"Oh baiklah, saya harap anda mengantarkannya dengan selamat presdir bagaskara" Balas Reyfano dengan tersenyum simpul.
"Hmmm, kalau begitu kami berdua akan kembali duluan" Kata Adam dengan datar lalu kemudian pergi begitu saja bersama Kayla dengan meninggalkan Reyfano di taman tersebut.
Melihat kepergian Kayla dan Adam yang sudah sedikit jauh, Reyfano pun langsung saja ikut pergi dengan taut wajah yang tidak bisa diartikan. Entah mengapa tiba-tiba Adam harus hadir di momen yang menurut nya itu sedang bagus, tapi yaudah lain kali ia akan bisa mendapat giliran untuk mengantarkan Kayla pulang.
...*****...
Setelah kepergiannya tadi meninggal kan Reyfano di taman, Adam pun langsung saja menyuruh Kayla untuk masuk ke dalam mobilnya. Dan bahkan saat sudah masuk tidak ada pembicaraan diantara keduanya, hening dan tidak ada hal apapun yang harus dibahas. Karena hanya untuk membuka suaranya saja keduanya seperti berat hati.
"Disaat seperti ini rasanya api kecemburuan ku ingin meledak, tapi kau dengan mudahnya tertidur dan tidak memperdulikan suasana hatiku" Gumam Adam dengan terus saja bergantian menatap wajah Kayla dan arah jalan.
"Aku memaksamu untuk menjadi kekasihku karena sungguh aku tidak bisa mengatakan kata-kata romantis untuk bisa mendapatkan hatimu, hanya dengan pemaksaan yang aku bisa. Aku tidak perduli kau akan menyukainya atau tidak tapi yang jelas aku bisa mendapatkan mu"
"Hati bisa didapatkan dengan mudah, seiring berjalannya waktu kau akan menerima ku nanti. Tapi aku harap kau bisa menerimaku" Ucap Adam dengan pelan.
Tanpa Adam sadari, sejujurnya Kayla sudah terbangun dari tidurnya. Ketika Adam memakaikan jas kantornya pada tubuhnya, Kayla terusik dan terbangun hanya saja tidak membuka matanya. Dan semua gumam an dan ucapan yang Adam lontarkan dari mulutnya sangat terdengar jelas ditelinga Kayla, tapi Kayla masih tetap berpura-pura untuk tidur dan tidak mendengar apapun.
Sebut saja Kayla pandai berakting dalam hal berpura-pura, karena memang Adam juga tidak bisa memprediksi kebohongan Kayla yang masih terlihat tidur walau sebenarnya sudah terbangun.
'Seharusnya kau membenciku dan bukan malah mencintai ku. Adam' Batin Kayla.
__ADS_1
'Seharusnya aku membencimu dan bukan malah mencintaimu. Kayla' Batin Adam.
...*****...
...Keesokan harinya......
Seperti yang semalam semua orang bicarakan, kini Moana dan Keandra akan segera berangkat menuju negara C. Dan akan meninggalkan kedua putra dan putrinya di tangan para onty dan uncle nya itu.
Sebelum pesawat pribadi milik Keandra lepas landasan, Moana terlebih dahulu berpamitan pada semuanya dan kini hanya tersisa pada kedua anaknya. Berat rasanya harus meninggalkan kedua anaknya yang masih sangat kecil itu, tapi apa boleh buat? Ia harus menjalankan pengobatan untuk kesehatan nya itu. Mau tidak mau ia harus pergi.
"Setiap minggunya aku akan mengirimkan stok asi pada kalian, jika hanya dalam beberapa hari stok asi nya sudah habis maka kalian bisa menghubungi ku dan meminta pada suamiku untuk mengirimkannya lagi. Jangan biarkan mereka kelaparan, kalian mengerti?" Tutur Moana dengan mata berkaca-kaca menatap kedua anaknya yang berada di dalam gendongan Kayla dan Elzeyna.
"Kau tenanglah dan jangan memikirkan apapun, kami akan terus memberikan kabar mengenai twins. Jangan sedih, fokuslah pada kesehatan mu saja dan jangan pikirin apapun" Tegas Kayla pada Moana.
"Jangan khawatir Moana, kami akan menjaga twins dengan sangat baik. Kayla benar kau harus fokus pada penyembuhan dan pengobatan mu saja dan jangan terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak terlalu penting" Sahut Elzeyna.
"Aku harap masa pengobatan ku tidaklah lama, agar aku bisa kembali menjaga serta merawat mereka" Lirih Moana.
"Jangan sedih, masih ada aku yang ada di sisimu. Mereka akan terus mengabari tentang Mora dan Mano aku akan pastikan itu, dan jika pun terjadi sesuatu pada anak kita. Aku pastikan mereka semua akan mendapatkan sesuatu dariku, terutama mereka berdua" Tunjuk Keandra pada Adam dan Nathaniel dengan nada mengintimidasi serta mengancam.
"Ya kau bisa mempercayakannya padaku dan Adam, bukan begitu Adam?" Kata Nathaniel.
"Iyaaa"
"Kalau begitu kami pamit, pesawatnya akan segera lepas landas. Kami titip anak kami" Ucap Keandra datar.
"Iyaa"
Sebelum Moana dan Keandra benar-benar pergi, mereka berdua terlihat dahulu mengambil alih tubuh mungil putra dan putrinya itu lalu kemudian berpamitan dan memberikan ciuman yang sangat dalam untuk keduanya. Dan setalah nya mereka memberikan nya lagi pada Kayla dan Elzeyna lalu habis itu mereka benar-benar pergi untuk masuk ke dalam pesawat pribadi milik keluarga galaxy tersebut.
__ADS_1
"Dadah mommy~~ cepatlah kembali yaa" Kata Kayla pelan sambil menirukan suara anak kecil dan menggerakkan salah satu tangan Mora untuk melambaikan pada kepergiannya Moana.